New Normal Mulai Akan Terjadi di Eropa dan Amerika

Walaupun masih dalam rentang konsolidasi 4583 – 4780 namun kenaikan IHSG kemarin yang capai +82 poin bawa angin segar. Kenapa demikian ? IHSG sudah masuki zona bullish nya kembali diatas 4693.

Perdagangan kemarin cukup menarik karena dalam sesi 1, index sempat naik turun sentuh level harga pembukaannya dua kali seperti membentuk pola double bottom. Namun di sesi 2 setelah break resisten tick chart 4670 index langsung melejit ke atas dan ditutup pada level 4706 terapreasiasi +1.78%.

Kemarin Jadi Harinya Industri Dasar dan Telco

Mayoritas sektor menguat kecuali PROPERTY yang menyusut -0.12%. Dorongan kenaikan terbesar berasal dari sektor BASIC-IND +4.79% dan INFRA +2.34%.  Sektor Industri Dasar menjadi raja setelah majoritas saham kimia, semen, pulp dan poultry menguat tajam. Beberapa banhkan naik diatas +7% seperti BRPT +8.8%, CPIN +7.4%, INKP +15.2%, TKIM +10.2%, JPFA +14.7%, SMCB +10.9% dan SMBR +24.3%. Betul betul menjadi harinya saham industri dasar khususnya kelompok Sinar Mas dan Barito Pacific.

Sedangkan saham saham INFRA ikut bergerak tajam setelah saham tower BTS menjadi pendorong utama disamping provider selular dan jasa gas. TOWR dan TBIG naik +7.4% dan +3.7%, EXCL dan ISAT menguat +4.6% dan +4.02%. Sedangkan JSMR dan PGAS ikut menguat +2.29% dan +8.43%. Kenaikan signifikan saham saham ini pun makin menopang sektor INFRA setelah key market mover nya TLKM yang punya bobot 53% turut naik +1.88%.

Net Sell Asing Menjadi New Normal

Saat ini market sepertinya sedang abaikan kondisi net sell asing yang rata rata mencapai -400 milyar per hari di pasar lokal. Keluarnya asing untuk posisi jangka panjang masih tandakan bahwa kondisi krisis ini belum selesai. Namun tidak berarti dengan terjadinya net sell ini membuat index lalu turun, bahkan dalam beberapa kesempatan justru menjadi kans buat mereka amankan profit dulu.

Kemarin pun di pasar regular asing catatkan outflow sebanyak -439 milyar dimana sebagian besar terjadi di saham perbankan seperti BBCA BMRI dan ASII. Di saham milik keluarga Hartono ini, investor asing lakukan profit taking hingga -187 milyar, sedangkan di ASII dan BMRI capai -87 milyar dan -36 milyar.

Ada yang menarik kemarin, setelah didera begitu banyak aksi jual oleh asing akhirnya saham BBRI mulai catatkan mini net buy +1.8 milyar. Semoga ini bisa menjadi signal awal penguatan temporer saham Bank BRI ke level 3070 – 3150 – 3190.

Perimbangan Baru Di Sektor Property, Rontoknya Saham POLL

Ada yang menarik di sektor PROPERTY kemarin, saat sektor lain menghijau justru sektor ini melemah. Padahal beberapa saham unggulannya justru naik.

Hal ini terjadi setelah top movernya yaitu POLL (Pollux Property) merosot ke level ARB 7325. Padahal saham ini punya kontribusi hingga 18.59% terhadap sektor PROPERTY. Rontoknya saham POLL dari level tertinggi 11725 ke 7325 akan menjadi sebuah perimbangan baru di sektor PROPERTY. Turunnya harga POLL -37% ini membuat market cap nya terpangkas nyaris 40%.

Pergerakan Harga POLL

Emiten ini memang sudah alami penggelembungan nilai yang masif sehingga sangat mahal.

Perbandingan POLL dan BSDE CTRA SMRA

Bila saham unggulan seperti PWON dan BSDE hanya punya PER 6.82x dan 5.79x maka saham POLL punya ratio hingga 1230x. Bahkan saat BSDE dan CTRA memiliki PBV 0.55x dan 0.79x, maka Pollux bisa capai 34.34x. Ini lah yang membuat saham ini akhirnya punya bobot tinggi di sektor PROPERTY karena tergelembungnya market cap nya.

Coba bayangkan. Secara kapitalisasi POLL adalah 3x nilai PWON, 4x nilai BSDE , 5x nilai CTRA dan 9x SMRA.

Padahal kemarin saham saham unggulan Property yang disebutkan tadi alami kenaikan dan punya peluang untuk naik

Ekonomi Dunia Mulai Persiapkan Untuk Restart New Normal

Kini setelah diterpa oleh krisis kesehatan akibat COVID, negara negara maju di Eropa dan Amerika mulai mempersiapkan strategi pembukaan kembali ekonomi perlahan.

Amerika akan mulai membuka beberapa kegiatan bisnis di beberapa states mulai 1 May 2020. Seperti contoh California mulai mempersiapkan aturan untuk pembatasan kegiatan masyarakat pasca coronavirus mulai slow down di negara bagian itu. New York dan New Jersey termasuk dalam 6 negara bagian di East Coast yang sedang membuat aturan sejenis menyusul 3 negara bagian di West Coast.

Ekspektasi slowing down penyebaran corona, kabar dari progress pengembangan vaksin dan pembukaan ekonomi ini membuat tiga index utama Wall Street menguat semalam. DOW naik +558 point dekati level 24000. S&P terungkit +3.06% dan NASDAQ meroket +3.95%. Selain itu index volatility semakin mendekati level 13-14 sebagai tanda pemulihan trend dan semalam sudah berada di level 37.76

Walaupun ada warning dari IMF bahwa akan terjadi global resesi imbas pandemic ini, namun market sepertinya mulai memfaktor nya dalam pergerakan harganya secara normal.

Index Kembali Masuki Zona Bullish

Apa itu zona bullish ? Ini adalah term yang biasa digunakan untuk market yang telah naik lebih dari +20% dari level terendahnya setahun. Bila IHSG tahun ini sudah capai level terendah 3911 maka untuk masuk ke zona bullish harus lampui angka 4693. Dengan penutupan IHSG kemarin 4706 maka index masuki kembali kondisi penguatanya.

Kenaikan kemarin juga membuat index kembali berada diatas MA20 support 4648 nya sehingga masih potensi uptrend jangka pendek. Dua indikator : Stochastic menunjukkan adanya kekuatan buyer atau bull taking over. Sedangkan MACD kembali ke positive direction.

Kondisi ini membuat IHSG untuk sementara waktu memiliki target penguatan 4770 4820 – 4890 – 4975 untuk jalur naiknya dengan support di 4562.

Beberapa saham yang cocok diperhatikan untuk trading hari ini  EXCL HMSP ICBP ERAA INKP CPIN JPFA JSMR AKRA KLBF LPPF MDKA BBNI UNTR TPIA PGAS PTBA PTPP BRPT TOWR SMRA BBRN BBRI TKIM TLKM ADRO

Support dan Resisten IHSG untuk hari ini : 4569 – 4816

Tone dan Manner IHSG :  IHSG Mulai Masuki Zona Bullish Kembali dan Lanjutkan Short Uptrend

Potensi Pergerakan :  4569 – 4816

******

Salah satu ilmu tertua dari analisis perdagangan saham harian adalah membaca antrian atau order book yang ada di Online Trading

Hal ini bisa menggambarkan psikologi market hari itu apakah lebih banyak terjadi interest untuk penjualan atau pembelian.

Ilmu yang diberi nama Tape Reading atau Baca Bid Offer ini adalah suatu teknik yang mutlak dimiliki oleh seorang trader harian (intraday trader) yang ingin mendapatkan profit cepat dari jual beli saham di hari yang sama.

Banyak hal yang bisa digali dari membaca bid offer ini mulai dari kekuatan demand dan supply, support dan resisten hingga melihat adanya pola tekanan jual dan dorongan beli.

Develop Skill  untuk Intraday atau Scalping Trading bersama Satrio Utomo   

Klik link pendaftaran di link Loket.COM  >>>>    https://www.loket.com/event/sahamologybidoffer

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *