Investment Outlook:  

Penulis: Gembong Suwito ( Direktur Edukasi dan Investasi SAHAMOLOGY

Tanggal publish: Senin, 5 Desember 2022 

Investment Outlook 5-9 Desember 2022. Welcome Window Dressing 2022 : Fokus pada saham Bluechip . Simak review dan prediksi IHSG, rekomendasi saham , reksa dana, obligasi hingga P2P lending berikut. 

IHSG Review: IHSG masih bergerak Sideways efek beban di sektor Teknologi 

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan hari jumat (2/12) ditutup berhasil teknikal reboudn  tipis hanya  sebesar  1 Poin atau -0.02% pada level 7019 setelah sesi I dan II , IHSG tertekan karena efek penurunan sektor saham Teknologi yang di motori oleh saham GOTO. GOTO sejak Lock up period saham dibuka ( per 1 desember 2022) terus mengalami aksi jual yang dilakukan oleh investornya , secara market caps GOTO dari 440 Trilyun saat ini tinggal 156 Trilyun. IHSG dibuka pada 7020 sempat mengalami penurunan ke 6967 dan pada sesi kedua berhasil naik sampai di tutup pada 7019. Dengan nilai transaksi sebesar 16,1 Trilyun dan market caps Rp 9544 Trilyun. Selama seminggu kemarin IHSG masih mengalami penurunan tipis hanya sebesar -0,48%. Beberapa Point utama yang terjadi pada minggu kemarin yaitu :  

The Fed Beri Sinyal kenaikan suku bunga bulan desember ini kecil , estimasi di 50 basis atau 0.5%.  

The Fed alias bank sentral AS , memperkirakan kenaikan suku bunga acuan pada bulan ini ( desember) lebih kecil dari sebelumnya. Sinyal kenaikan suku bunga lebih kecil ini diungkapkan oleh Gubernur The FED Jerome Powell. “ waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin datang segera setelah pertemuan desember” imbuh Powel pada CNN business pada kamis 1/12. Namun powel menambahkan , meskipun ada beberapa perkembangan yang menjanjikan bagi perekonomian AS , The Fed belum melihat kemajuan yang jelas terkait inflasi yang telah menggangu perekonomian. Investor telah mengamati denga cermat setiap indikasi bahwa The Fed mungkin akan memperlambat atau bahkan menghentikan kenaikan suku bunga acuan.  

Inflasi November 2022 terkendali dan masih berada di bawah prakiraan awal.  

Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) , inflasi atau indeks harga konsumen pada november 2022 tercatat rendah 0.09% ( mtm), meskipun lebih tinggi daripada inflasi bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0.11%(mtm). Inflasi secara tahunan YoY masih tercatat 5,42% , lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 5.71% YoY. Perkembangan positif terkait dengan inflasi ini tidak terlepas dari pengaruh senergi kebijakan yang makin erat antara pemerintah pusat dan daerah dengan bank indonesia. . secara keseluruhan tahun 2022 , bank indonesia memandang inflasi akan lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan awal. 

Apakah akan terjadi Window Dressing 2022 ?? 

Statistik Indeks Harga Saham Gabungan pada 20 tahun ini menyatakan sebagai berikut , bahwa pada bulan desember selalu IHSG mengalami kenaikan . fenomena ini disebut dengan window Dressing :  

Selama 20 tahun terakhir IHSG pada bulan desember selalu mengalami kenaikan , untuk 2022 karena 1-2 hari ini IHSG mengalami penurunan efek sektor teknologi.secara statistik bulan november kemarin ihsg ditutup turun -0.25% saja. 

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin ( 29  November – 2 Desember 2022 )  

Sumber: IDX  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan seminggu kemarin ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 33 poin atau -0.48%. hal ini sejalan dengan arah indeks LQ45 yang turun sebesar -1.21% dan Indeks IDX30 yang juga turun -1,71%. dari 11 sektor penyusun IHSG , 4 sektor yang mengalami penurunan yang dipimpin sektor teknologi  yang turun sebesar -10,71% terutama saham GOTO yang sudah bisa dijual setelah periode lock up selesai , dan sektor infrastruktur yang turun -1,4% dengan pemberat disaham telkom , serta sektor keuangan -0.96% karena profit taking wajar di saham BBCA dan BBRI. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan tinggi yaitu sektor energi yang naik 4.38% dan sektor kesehatan yang naik 3.27%  

Investor Asing 

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG  

Berdasarkan data RTI, investor asing (foreign) pada penutupan bursa hari Jumat (2/12) melakukan aksi penjualan bersih (Net sell) sebesar Rp 1,63 Trilyun yang terdiri dari Penjualan   bersih ( Net sell ) Rp 1,28 Trilyun di pasar reguler dan penjualan bersih (Net sell) sebesar 350 Milliar di Pasar Negosiasi dan Tunai. Selama seminggu kemarin Investor asing telah melakukan pembelian bersih ( Net buy)  sebesar Rp 885 Milyar  di seluruh pasar. Selama sebulan Investor asing  mengalami penjualan bersih   ( net sell) sebesar Rp 109 Milliar,   Secara awal tahun hingga data kemarin ( Ytd ) Investor asing sudah masuk sebesar Rp 80,22 Trilyun yang merupakan tertinggi sepanjang 5 tahun terakhir.   

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar dalam Mingguan (Dibeli Asing)  

Sumber Data: RTI Business 

Welcome window dressing 2022 yang dimulai dari sektor keuangan terutama bigbank , Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian oleh investor asing adalah saham bank BRI yang diakumulasi beli 982 Miliar , saham bank mandiri ( BMRI) sebesar 513 Miliar , saham bank negara indonesia (BBNI) sebesar 462 Miliar , saham merdeka copper gold ( MDKA) sebesar 278 Miliar dan saham Bukalapak ( BUKA) sebesar 162 Miliar.   

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing) 

Sumber Data: RTI Business 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham Adaro Mineral (ADMR) sebanyak 808 Milliar , saham Tower Bersama Infrastruktur ( TBIG) 819 miliar , saham astra internasional seharga 619 Miliar , saham Telkom Indonesia sebesar 196 Miliar dan saham Gudang Garam ( GGRM) sebesar 267 Miliar .  

Invesment Outlook: IHSG Minggu Ini (5 -9 Desember 2022 ) 

IHSG masih akan mengalami konsolidasi dengan pergerakan di range 7200 dan 6900 pada mingu ini . secara outlook masih bergerak Sideways. Tekanan ada di saham-saham GOTO Related seperti : GOTO, TLKM , ASII 

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market 

Data Global: 

Sumber: Investing.com 

Data global yang menjadi fokus minggu ini banyak data ekonomi seperti ISM Non manufacturing indeks , persediaan minyak , data pengangguran AS dan data PPI AS.  

Rekomendasi Saham  

Saham-saham yang kita akumulasi Lama seperti BBCA , BBRI , SIDO , HRUM , INDF  kita sudah take profit dan sekarang kita melakukan pembelian kembali alias buy back saham-saham Bluechip penggerak market.  

  1. BBCA  

BBCA kita sudah take profit di atas 9000 , sekarang kita rencana melakukan pembelian kembali dengan target 8500-8650 secara bertahap dengan target take Profit di 9200.  

  1. BBRI   

BBRI sudah di take profit ketika harga 4950-5000, rencana kita melakukan pembelian kembali di under 4800-4580 dengan target 5000 kembali saat desember januari 2023.   

  1. EXCL   

Akumulasi pembelian EXCL di 2280-2300 dengan target take porfit di 2600-2700 pada januari 2023 . 

Investment Outlook:  

Reksa DanaBerikut rincian pergerakan reksa dana indeks basis LQ45, IDX30, dan JII: 

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45  

Indeks LQ45 masih downtrend disebabkan bobot sektor teknologi : GOTO , BUKA , dan saham yang terkait TLKM dan ASII.  

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 

IDX30 akan masih downtrend dan akan membuat titik lower low dengan penyebab sama yaitu sektor teknologi.   

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks (JII) 

JII mengalami sideways bergerakannya dengan dominan menguji suport alias membuat low nya. .  

Rekomendasi Reksa Dana 

Berikut ini merupakan produk reksa dana yang unggul atau memiliki kinerja lebih baik (aktif) dibandingkan dengan market (YtD). 

Reksa Dana Saham  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas IHSG  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 9-15%  
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan  

Reksadana Saham 

Sumber: Indopremier per 2 Desember 2022 

Rata-rata reksa dana yang kinerjanya bagus adalah reksa dana yang penempatan di saham-saham medium small dengan karakter jenis aktif pengelolaannya. Untuk bluechip saham-sahamnya mulai turun.  

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS  

  • Panin Dana maksima : Jenis reksa dana aktif  yang pengelolaannya akitf pada saham-saham Value investing. Kemarin group panin naik tinggi sehingga reksadana ini mengalami kenaikan yang signifikan. Contoh penempatan di Saham PNBN , PNLF , DLTA , UNTR, BUMI dan ADMF terutama Group Panin yang naik 

Reksa Dana Campuran 

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 7-12%  

Sumber: Indopremier 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS  

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%.  

Top holding sahamnya: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.  

  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57%, obligasi 39,58% dan cash sebesar 3% sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM , ASII. 

Reksa Dana Pendatapan Tetap  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 4-6%  

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil. 

Oleh karena itu, kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.  

Reksa Dana Pasar Uang  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD)   
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M  
  • DrawDown (DD): 0-0,5%  

Sumber: Indopremier 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi swasta lebih banyak. 

Investment Outlook: Obligasi 

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun: 

Sumber: CNBC 

Secara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun kembali ke 6.8% alias kembali ke yield wajarnya dengan harga 96. Penurunan obligasi negara dan reksadana pendatapan tetap berbasis obligasi negara sudah mulai berkurang.  

Investment Outlook: Peer-to-Peer (P2P) Lending 

Kebijakan pajak di P2P lending telah diatur oleh pemerintah dengan Peraturan Menteri keuangan (PMK) No 69 Tahun 2022.  

Tarif P2P dikenakan pasal 23 yaitu bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT) tarif pemotongannya adalah 15% bagi yang memiliki NPWP dan yang tidak mempunyai NPWP akan dikenakan sebesar 30% dari return-nya.  

Sifat pajak atas punya P2P lending ini bersifat tidak final yang artinya para lender (investor) perlu tetap melaporkan pendapatan bunga dari platfom P2P lending serta melampirkan bukti potongnya saat pelaporan SPT Tahunan. Sementara tidak masuk ke instrumen P2P dulu karena adanya trend kenaikan telat bayar atau pelunasan di percepat. Jika menggunakan P2P disarankan menggunakan Fitur Robo walaupun tingkat bunga lebih rendah di 8-9% p.a 

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 99-100%. 

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.  

Disclaimer ON:  

Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)! 

Untuk versi E-Book silahkan download disini