Walaupun tidak menjadi sebuah pembalikan arah namun kenaikan index kemarin membuat banyak orang sedikit lega : portonya gak terlalu minus. Index naik +157 point atau +2.94%  ikuti jejak market global yang naik tajam sehari sebelumnya. Sejak awal perdagangan index konsisten berada di zona hijau dan sempat capai level 5545 sebelum terpangkas 27 point akibat profit taking dan tutup di level 5518. Jumlah saham yang naik lebih dari 3x saham yang turun dengan perbanding  313 vs 94.

Sektoral semua alami penguatan dengan kenaikan terbesar terjadi di sektor INFRASTRUCTURE +4.22% dan CONSUMER +3.90%.  Hanya saja dari 10 saham Top Mover, sisakan 1 saham melemah yaitu TPIA yang turun -1.58% saat yang lain justru menguat. Penguatan paling besar terjadi pada saham ICBP +7.88% dan TLKM +5.23% yang memang sudah di area bottom. Tidak terlalu terkait dengan sentimen ramainya orang memborong indomie berkarton-karton ataupun kecenderungan orang akan kerja dari rumah saat wabah COVID19 makin melebar.

Asing Jualan Saat Index Naik

Namun ada yang perlu dicatat, kenaikan index kemarin tidak disertai dengan aksi beli asing. Malah sebaliknya investor asing cenderung melakukan outflow hingga -264 milyar di pasar regular. Saham saham FINANCE menjadi sasaran jual hingga -152 milyar dan CONSUMER -41 milyar. Kenaikan kemarin dijadikan ajang untuk profit taking sementara. BBNI menjadi yang dominan alami outflow hingga -127 milyar padahal sahamnya naik +50 point, disusul oleh UNVR -52 milyar dan naik +3.26%. Bahkan ASII yang naik +200 point pun tak luput dari net sell hingga -25 milyar. Appetite beli asing sangat terbatas dan hanya terjadi di saham saham seperti MAPI HMSP BMRI INDF dan TLKM, itupun paling tinggi hanya +24 milyar di saham emiten fashion trade Mitra Adiperkasa yang naik +5.3%.

Masih keluarnya asing di market menjadi tanda tanya bahwa kenaikan pun masih akan terbatas dan trend turun belum selesai. Sehingga mereka cenderung melakukan take profit dan nanti lakukan buy back saat saham terkoreksi.

The FED Pangkas Suku Bunga, Saham Perbankan Amerika Merosot

Semalam terjadi dua kejutan di market global : The FED secara mendadak pangkas suku bunga 50 bps dan DOW terkoreksi lebih dari -700 point. Di luar jadwal rutin FOMC, Jerome Powell umumkan penurunan Fed Rate 0.50% dan saat ini berada di level 1.25%. Padahal pertemuan FOMC sendiri baru akan dijadwalkan tanggal 17-18 Maret nanti. Antisipasi terhadap pelambatan ekonomi global dan Amerika menjadi landasan utama melihat perkembang dari kasus COVID19 yang sudah berubah menjadi pandemic. Makin banyaknya korban di luar China khususnya di Korea Selatan, Iran dan Italy semakin khawatirkan pemangku ekonomi Paman Sam. Apalagi juga terjadi kenaikan yang signifikan di Amerika setelah muncul beberapa kasus kematian di Seattle dan pasien positif di New York.

Market yang awalnya sempat menguat +300 point sontak berbalik arah pasca pengumuman the FED. Index melorot lebih dari 1000 point setelah saham saham perbankan dan technology meredup. Apalagi penurunan rate dadakan ini membuat yield surat utang 10 tahun turun dibawah level 1%. Hal ini langsung membuat saham saham perbankan raksasa anjlok bersamaan. Bank of America turun -5.5%, JP Morgan Chase dan Citibank pun tak luput terkena koreksi -3.8%. Ketiga index utama pun rontok bersamaan : DOW -2.94%, S&P -2.81% dan NASDAQ -2.99%. Index volatility VIX pun naik +10.17% ke level 36.82 tandaka market masih jauh dari reversal dan tetap downtrend.

Di sisi lain harga emas kembali lompat dekati level USD 1650 per ounce setelah yield treasury turun dan nilai tukar dollar tertekan. Selain itu harga minyak kembali naik +0.9% ke level USD 47.18 per barrel antisipasi meeting OPEC yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Ini masih menjadi sentimen bagus untuk saham saham seperti MEDC ELSA MDKA dan PSAB.

Ujian Baru Market, Tekanan Jual Masih Kuat

Hari ini akan menjadi ujian bagi market lokal. walaupun kemarin naik tinggi namun sisakan wick atas tandakan masih ada celah untuk profit taking. Secara indikator cepat Stochastic sudah mulai berada diatas level 20 keluar dari area oversold. Selain itu MACD histrogram juga sudah mengarah ke positif. Beberapa saham yang bisa dijadikan watchlist hari ini selain yang disebutkan di atas adalah : HOKI TOWR CLEO INCO INDY JPFA KAEF ISAT TINS INAF dan NIKL.

Index berpotensi untuk mixed dan peluang ada sedikit underpsikologis di awal perdagangan mengekor sebagian bursa regional yang dibuka turun pagi ini. Menjadi test apakah akan kembali ke area < 20 atau tertahan. Bila kembali masuk ke area oversold lagi maka potensi 5288 bisa dibreak dalam waktu dekat. Namun yang pasti index akan membuat lower high sebagai tanda terjadi rebound. Area pergerakan berada pada support 5354 dam resisten 5613

Tone dan Manner IHSG : Walaupun Naik Tapi Asing Malah Profit Taking. Index Potensi Bentuk Lower High

Potensi Pergerakan :  5354 – 5613

KHUSUS UNTUK YANG BARU INVESTASI SAHAM

Kenali perbedaan antara Menabung di bank dengan melakukan investasi pada Saham. Ada 3 pembeda yang harus diketahui dari sekarang sehingga tidak kagok bila ditanyakan oleh keluarga apakah saham bisa menjadi instrumen persiapan untuk masa depan

Baca ini https://sahamology.id/salah-kaprah-menabung-dan-investasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *