Banyak hal yang bisa mempengaruhi pergerakan harga. Hal-hal atau variabel-variabel yang bisa mempengaruhi pergerakan harga, adalah yang kita sebut sebagai Market Variabel. Sebagian dari orang memang kemudian mengambil jalan pintas: udah.. kita pake analisis teknikal saja, kita pake Open, High, Low, dan Close saja… toh Market Action Discounts Everything. Demikian banyak hal yang bisa mempengaruhi pergerakan harga sehingga sering kali kita harus pandai menyaring, membedakan mana yang penting atau mana yang tidak penting. Akan tetapi, terlalu sedikit market variabel juga gabener juga. Orang sering kali gagal untuk mendapatkan perspektif yang obyektif, jika variabel terlalu sedikit. Akan tetapi, jika variabel terlalu banyak, orang juga jadi semakin bingung, stress. Seorang Trader harus bisa melakukan trading saham dengan market variabel yang optimal.

Market Variabel apa saja yang sebaiknya kita amati ketika kita melakukan trading saham?

Kondisi Bursa Global dan Regional

Pergerakan indeks dari Bursa di kawasan Global (termasuk Amerika dan Eropa) serta Indeks harga dari bursa di kawasan Regional Asia (seperti Hang Seng dari bursa Hong Kong dan Strait Times Indeks dari Bursa Singapore) tetap harus kita ikuti perkembangannya. Ini karena perekonomian Indonesia, mau tidak mau tetap merupakan bagian dari perekonomian dunia dan perekonomian regional, sehingga indeks-indeks tersebut memang memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga.

Untuk memantau Bursa Global dan Regional ini saya hanya mengamati indeks Dow Jones Industrial (DJI) dan indeks Hang Seng (Hong Kong), serta indeks Strait Times dari bursa Singapore. Indeks DJI sebenarnya memiliki korelasi yang tidak besar dengan IHSG, hanya sekitar 15 persen. Yang lebih besar korelasi terhadap IHSG adalah indeks Hang Seng dan Strait Times. Akan tetapi, karena Indeks Hang Seng dan Strait Times memiliki korelasi yang tinggi dengan indeks Dow Jones Industrial (dengan koefisien korelasi sekitar 0,5 atau lebih), jadi tetap saja kita harus memantau semua indeks tersebut.

Futures Indeks dari Indeks Global

Bagaimana pergerakan dari indeks Global pada perdagangan besok? Bagaimana ekspektasi kedepan dari pelaku pasar (global) untuk pergerakan harga? Jawaban atas pertanyaan ini, bisa kita dapatkan dari memelihat futures indeks. Futures indeks yang saya pantau hanya futures indeks Dow Jones Industrial (DJI), karena pergerakan dari indeks Dow Jones Industrial tetap saja menjadi penentu utama dari arah pergerakan bursa global.

Harga Komoditas

Harga komoditas merupakan variabel yang penting untuk diamati karena emiten yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia cukup banyak yang penjualannya sangat terkait dengan harga komoditas global. Harga Batubara, CPO, dan Nickel adalah tiga komoditas dengan pengaruh terbesar pada pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Beberapa komoditas lain seperti Timah dan Pulp memang juga memiliki pengaruh tapi tidak terlalu besar.

Harga Saham Emiten Indonesia yang diperdagangkan di Luar Negeri

Dulu, di awal tahun 2000, Saham dari PT. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) adalah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Nah.. saham TLKM ini, juga diperdagangkan di beberapa berapa bursa efek dunia, seperti di Bursa New York dan Bursa London. Kita sepertinya tidak bisa mengesampingkan variabel ini.

Derivatif dari IHSG

Setidaknya ada dua ‘turunan’ dari IHSG. Yang pertama adalah ETF dari IHSG, yang sering disebut orang sebagai EIDO dan MSCI Futures Index yang diperdagangkan di bursa Singapore. Dua variabel tersebut sebenarnya lebih sering ‘menyesatkan’ dibandingkan dengan benernya. Tapi sebaiknya memang tetap kita lihat biar kita bisa mendapatkan gambaran yang obyektif mengenai pergerakan IHSG.

Mana yang Penting? Mana yang Gak Penting?

Nah.. pertanyaan ini yang paling sulit untuk dicari jawabannya karena bakal berbeda untuk setiap orang. Jika ingin mendapatkan gambaran yang obyektif, seorang trader bisa melihat koefisien korelasi dari market variabel tersebut terhadap IHSG atau terhadap saham-saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Akan tetapi, terlepas dari itu, biasanya setiap trader akan ‘nyetel’, menyesuaikan sendiri dengan variabel yang menurut dia penting, Gambar yang ada diatas misalnya, adalah beberapa variabbel yang saya anggap paling benting. Itu yang kesehariannya selalu saya pantau untuk melihat ‘denyut; dari Pasar Modal Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *