Second Wave Fear. Kemarin market tersengat oleh sentimen second wave covid yang dikhawatirkan akan landa Amerika Serikat. Barometer DOWFUT kemarin sempat sentuh level -900. Kondisi membuat market regional meradang termasuk juga IHSG yang terperosok -1.31# ke level 4816. Namun ada surprise move dari The FED sehingga bisa membalikkan penutupan Wall Street malam tadi. Apakah itu ? Bagaimana dengan IHSG hari ini outlooknya ?

Index kemarin sempat berada di level 4918 sebelum akhirnya mengekor market regional dan global yang alami sell off. Panic selling asing terjadi hingga  terjadi outflow -712 milyar dimana 565 milyar nya berasal dari pasar regular.  Penurunan index kemarin sedikit tertahan karena masih ada 2 sektor yang menguat : CONSUMER dan INFRASTRUCTURE. Penguatan sekor ini tak lepas dari support saham saham unggulan sektoral yang masuk dalam top mover IHSG seperti UNVR TLKM ICBP KLBF dan INDF.

Baca Detail Market Summary 15 Juni 2020

Banking Kembali Meradang, Ada Apa Gerangan ?? BBKP-Kookmin-BBNI Saga Jadi Penyebab

Sektor FINANCE kemarin menjadi pemberat IHSG. Index sektoralnya turun -2.76% dengan penurunan paling tajam terjadi di saham BBNI 6.04% dan BBRI -4.29%. Bahkan BBCA sebagai market leader sektoral dan composite ikut terseret turun -2.99%. Issue second wave COVID menjadi salah satu faktor namun yang paling penting adalah BBKP Saga. Pasca munculnya surat dari OJK terkait dengan Kookmin Bank dari Korea yang akan menjadi pengendali baru saham Koperasi Indonesia ini yang dulu milik keluarga Kalla.  Simpang siur nya tentang kepastian Kookmin setor peningkatan modal untuk perbaiki kondisi likuiditas akhirnya diverifikasi oleh OJK kemarin dan pastikan bahwa Kookmin menjadi pengendali Bukopin.

Kondisi ini sempat menganggu sektor perbankan khususnya BBNI yang memberikan technical assistance untuk BBKP di sisi treasury. Banyak yang worry bila Kookmin gagal maka BBNI bisa saja didapuk sebagai penyelamat bank yang sudah dibeli sahamnya 22% oleh Kookmin sebelumnya. Tak heran bila kemarin saham BBNI dan BBRI masuk dalam jajaran top net sell asing dengan nilai -39 milyar dan -119 milyar. Keluarnya asing ini membuat duo saham BUMN ini turun tajam

Hari ini diharapkan kondisi akan pulih kembali seiring dengan munculnya klarifikasi  dari OJK

Analisis Daily Chart BBNI
Analisis Daily Chart BBRI

Kejutan The FED untuk mengextend program bond buying ke aset hutang korporasi bisa halau sentimen negatif market terkait second wave COVID19.

Keputusan The FED untuk inject likuiditas di market untuk pemulihan dan stabilisasi ekonomi terus dilakukan. Setelah fokus pembelian treasury dan aset beragun KPR kini program dengan dana masif USD 750 milyar juga akan dipakai membeli obligasi swasta. Sebelumnya program hanya terbatas pada pembelian ETF (exchange-traded funds) dan bukan beli surat utang di pasar primer.

Program ini langsung membuat Wall Street melejit dan lupakan second wave COVID. Index DJIA yang awalnya buka di level 24843 melejit terjadi reversal lebih dari +1000 point dan ditutup naik +0.62% ke 25763, Hal yang samapun terjadi pada S&P 500 dan NASDAQ yang alami kenaikan. Index 500 saham unggulan S&P 500 naik +0.83% ke level 3066. Index saham saham teknologi di NASDAQ juga naik tajam +1.43%. Bahkan indikatot VIX yang mengukur volatilitas pasar turun -4.68% ke level 34.40 setelah sempat sentuh level 40 pekan lalu.  Makin kecil nilai VIX makin stabil market dan cenderung mengarah ke uptrend (di level 18-24)

Baca : Haruskah second wave COVID jadi momok index ?

OJK dan The FED Tenangkan Pasar, Index Potensi Rebound. Ini Saham Pilihannya

Setelah kemarin IHSG terpuruk karena sentimen perbankan dan second wave covid, kini market berpotensi untuk rebound di area konsolidasi pendek inside candle 4712 – 4880. Posisi index yang masih diatas MA20 masih menjadi indikasi bahwa jangka pendek index masih kuat. Memang kemarin index gagal masuk ke area EMA7 namun tidak berarti IHSG berubah menjadi downtrend.

Hari ini index akan berpotensi mixed dan rebound coba masuk lagi ke zona 4880 sebagai resisten yang kemarin gagal dibreak.

Saham saham yang dapat dijadikan pilihan memiliki kriteria sebagai berikut :

  1. Posisi masih diatas area support MA20
  2. Posisi stochastic masih di rentang 50-80 atau > 80
  3. MACD belum alami dead cross

Beberapa pilihan saham untuk trading cepat hari ini adalah : BBRI BBNI BMRI BBTN TLKM ISAT ICBP SMGR ACES ERAA BTPS BRPT dan PWON

Tone dan Manner Hari Ini :  Klarifikasi OJK dan Program Bond Buy The FED Bawa Index Potensi Rebound

Support – Resisten  : 4778 – 4900

INFO SAHAMOLOGY

Beberapa hari yang lalu, muncul berita bahwa saat ini stock market berada di fase kangaroo market.

Kenapa kangaroo?Karena pergerakannya fluktuatif seperti jalannya kangaroo. Pergerakan market sangat dipengaruhi oleh beragam sentimen yang muncul. Dari keributan di amerika, ketakutan secondwave covid sampai berita resesi di beberapa negara.

Kondisi ini membuat ketidakpastian di market dan trader dituntut harus bisa memanfaatkan setiap kondisi yang terjadi di market.

Salah satunya adalah belajar market variable, seperti mengamati pergerakan market global dan juga harga komoditas. Kadang trader tidak peduli dengan sentimen yang muncul. Padahal jika analisa teknikal dan analisa sentimen ini digabung, profit yang di dapat akan jauh lebih maksimal.

Sahamology sebagai platform edukasi saham terdepan mengadakan mini class “Market Variable” yang akan dikupas habis oleh founder tetra Luke “Beebo” Syamlan.

Pengen tau lengkapnya? Langsung aja cusss daftar ke https://www.loket.com/event/market-variable-sahamology

Sahamology MINI CLASS https://www.loket.com/event/market-variable-sahamology

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *