Sepertinya impact dari stimulus yang digelontorkan oleh negara negara besar untuk hadang efek negatif COVID19 mulai punya gigi. Market mayoritas terjadi rebound yang masif. Tidak hanya di Wall Street tapi juga hingga ke IDX. Bahkan kemarin IHSG naik di atas +10%. Inikah tanda bahwa “bear market perlahan mati” dan penurunan selesai  ?

Mengekor sentimen global IHSG alami kenaikan yang signifikan dalam perdagangan kemarin. Index  melompat +401 point atau setara dengan +10.19% setelah 299 saham alami kenaikan dan sisakan 129 saham turun. Beberapa saham blue chip bahkan secara impresif naik lebih dari +15%. Mayoritas Top 10 index mover alami kenaikan dengan BBRI dan UNVR menjadi leader yang loncat +9.38% dan +20.49%. Bahkan BBCA pun naik lebih dari +17% dan ditutup di level 26400. Kondisi ini jelas menjadi sebuah relief buat pelaku pasar yang selama nyaris sebulan alami koreksi beruntun.

Asing Borong Saham Dorong Saham Unggulan Naik Hingga +20%

Kenaikan IHSG tidak terlepas dari tumbuhnya semua sektor secara serempak. Sektor FINANCE dan CONSUMER menjadi yang melaju paling kencang dengan naik +12.96% dan +12.99%. Hal ini seiring dengan arahan di artikel sebelumnya bahwa dua sektor ini akan yang menjadi lebih dahulu berbalik arah ketimbang 7 sektor lainnya.  Apalagi saham saham unggulan dari sektor ini pun naik drastis. Kita tengok heavy weight FINANCE :  BBCA +17.33% BBRI +20.49% dan BMRI +15.80%. Selanjutnya sektor CONSUMER :  UNVR +19.38% HMSP +9.68% ICBP +14.45% GGRM +14.83% dan INDF +18.31%. Secara nyata kenaikan yang terjadi sangat signfikan

Tumbuhnya IHSG tidak terlepas dari mulai terjadinya aksi beli dari investor asing kemarin. Foreign catatkan aksi beli hingga +646 milyar di pasar regular dengan sektor FINANCE paling banyak mendapatkan kucuran dana hingga +900.6 milyar. Apalagi kemarin value transaksi melompat sangat tinggi hingga 12.75 trilyun tandakan mulai bergairahnya market lakukan aksi beli. 3 saham yang kemarin dapat suntikan asing paling besar : BBCA +401 milyar, BBRI +313 milyar dan BMRI +161 milyar. Di sisi lain asing catatkan net sell di saham CTRA -60 milyar, TOWR -42 milyar dan UNTR -42 milyar. Namun bila dibandingkan jumlah net sell nya tidak signifikan.

Perang Sentimen Berita Dimenangkan Oleh Stimulus

Semalam terjadi perang sentimen di Wall Street. Bad news vs good news. Imbas pertama dari COVID terhadap ekonomi Amerika mulai tampak. Angka orang yang claim benefit pengangguran pertama kali naik menjadi 3.28 juta orang. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi 1.6 juta. Ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah bahkan melampui periode resesi 2008 dan 1982 yang hanya catatkan angka 665ribu dan 695ribu.

Namun berita buruk ini tidak hambat  investor untuk terus lakukan aksi belinya, apalagi setelah Senat setujui kucuran dana 2 Trilyun USD. Bola  UU penyelamatan ekonomi Amerika dengan stimulus besar besaran kini  berada di House/Dewan yang menurut Nancy Pelosi akan mendapatkan persetujuan bipartisan baik dari Democrat dan Republic.  Kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah dan moneter yang dilakukan oleh The FED diharapkan bisa tackle pelambatan ekonomi saat COVID meledak di Amerika. Apalagi saat ini Amerika sudah menjadi pusat epidemi baru kalahkan China dan Italy.  Tujuan utama dari kucuran dana besar-besaran adalah membuat ekonomi Amerika untuk sementara waktu take a break dan fokus lakukan pencegahan virus sebelum kembali rebound di ujung tahun.

Inikah Tanda Bear Market Sudah Mati ?

Secara teori sebuah bear market akan mati setelah muncul berita yang cukup buruk. Kenaikan jobless claim ini merupakan sebuah berita buruk yang datang sangat cepat. Selain itu sikap the FED dan White House yang proaktif mempersiapkan stimulus jadi percepatan market mencapai bottomnya.

Saat ini market menunggu satu kondisi lagi untuk memastikan bear market selesai : secara teknikal apakah index sudah naik +20% dari level terendahnya saat penurunan. Bila hal ini sudah dicapai maka dua tanda awal selesainya bear market bisa dikonfirmasi.

Kondisi yang sama belum terjadi di Indonesia. Kenapa ? Karena dua kondisi belum terpenuhi. The bad news belum keluar dan IHSG belum sampai ketitik reversal diatas 20% dari level bottom 3900-an. IHSG mungkin baru dibilang akhiri bear market bila sudah di level lebih dari 4680 – 4800 (dekati level fibo retracement 50%). Mari kita tunggu bersama sama akhir dari krisis ini di tanah air.

Ini kah saatnya membeli saham unggulan ?

Banyak saham saham unggulan kemarin telah rebound cukup tinggi. Bahkan beberapa dekati level 20%. Ini menjadi semacam signal bahwa saham tersebut sudah cukup kuat mendapatkan support untuk keluar dari teritori bear nya.

Fokus kepada saham saham yang menjadi penggerak index seperti BBCA BBRI BMRI TLKM BBNI TPIA CPIN GGRM. Selain itu saham saham lapis kedua seperti EXCL BRPT JPFA MNCN JPFA MEDC WIKA  dan AKRA.

Target terdekat dari penguatan saham ini adalah di area Fibo Retracement 50% (Bila hendak tahu detail bisa bergabung di group diskusi TETRA dengan klik link berikut).  Beberapa saham yang disebutkan tadi bahkan memiliki potensi kenaikan antara +40% hingga +60% dari target fibo nya.

Konfirmasi IHSG Rebound Temporer

Secara teknikal ada 3 konfirmasi bahwa index mulai ada perlawanan sementara terhadap kondisi bear. (1) index telah breakout dari area 4238 dan berada di atas level EMA7 4329.  (2) stoch sudah bull taking over walaupun belum berhasil crossing area > 20.    (3) MACD histogram sudah mulai membentuk positive direction walaupun belum alami golden cross.  IHSG akan menjadi rebound permanen dan rally bila stochastic sudah diatas level 20 dan MACD histogram terjadi golden cross

Hari ini index masih ada potensi penguatan walaupun dibayangi dengan profit taking regular di hari Jumat serta karena kenaikan harga yang sudah cukup tinggi di beberapa saham kemarin. Biasanya saham yang naik diatas +10% punya potensi terjadi profit taking untuk realisasi keuntungan khususnya para trader.

Support dan Resisten : 4060 – 4649

Tone dan Manner IHSG :  Mulai Ada Tanda Bear Market Mati, Saatnya Persiapkan Diri Untuk Rebound

Potensi Pergerakan :  4060 – 4649

******

Untuk memberikan kemudahan pembelajaran kepada semua investor dan trader saham. Dalam moment market bearish dan imbauan utk tetap di rumah selama penyebaran COVID19, kami akan berikan program baru.

Semua paket pembelajaran online Sahamology kami berikan diskon 50%.

Harga lama utk buku dan video tutorial yang awalnya 499,000 kami turunkan menjadi 249,000

Dapatkan melalui Offical Store kami di Tokopedia http://tokopedia.com/bukusaham

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *