Setelah alami sideways panjang sejak 2018, titik support akan diuji, Bila break 5557 maka penantian panjang dua tahun akan usai dan index menjadi downtrend.

Badai belum berlalu di bursa Indonesia. Kemarin index terperosok -1.69% atau turun nyaris -100 point. Semua sektor terkoreksi tanpa terkecuali dengan BASIC-IND menjadi sektor yang paling parah penurunannya capai -4.32% disusul oleh MISC-IND -2.33%.  Saham saham yang menjadi penggerak IHSG dari 90% alami penurunan dengan TPIA dan HMSP menjadi penekan terkuat index setelah terkoreksi -5.81% dan -4.03%. Bahkan beberapa saham unggulan BASIC-IND yang terdiri dari industri kimia, poultry, pulp dan semen banyak yang turun lebih dari -2%, CPIN dan JPFA leader di pakan ternak anjlok -6.66% dan -2.67%, INTP di semen turun -2.38%, INKP dan TKIM dari pulp turun -3.17% dan -8.75%, terakhir BRPT menemani Candra Asri turun -5.47%.

Aksi Jual Asing Makin Masif, IHSG Dekati Support 5557

Asing melakukan aksi jual yang massive kemarin hingga capai -1.75trilyun dari semua market dengan nilai outflow di pasar regular capai -1.56 trilyun. Kecuali AGRI dan MINING, asing keluar dari 7 sektor lain dengan FINANCE menjadi sektor yang paling banyak dijual hingga -1.5 trilyun. 4 bank besar alami tekanan jual yang drastis dengan BMRI -449 milyar, BBRI -404 milyar, BBCA -287 milyar dan BBN -152 milyar. TLKM dan ASII tidak lepas juga dari aksi jual asing sehingga dua saham jawara di industrinya masing masing ini turun -2.23% dan -2.81%. Tekanan aksi jual asing di market yang tidak bertenaga ini membuat lebih dari 300 saham ditutup negatif dan hanya 92 saham yang naik dimana mayoritas adalah saham saham lapis 2 dan 3 yang notabene adalah saham gorengan.

Posisi IHSG yang berada di level 5688 ini menandakan index sudah break angka bulat 5700 support dan juga support horizontal 5767. Indicator cepat seperti stochastic dan MACD masih cenderung berikan signal koreksi downtrend dengan target support hingga 5626 – 5557.

Saat ini DOWNTREND nya IHSG tercermin dari hampir downtrendnya semua sektor kecuali sektor MINING yang masih Sideways Down yang tertahan di area support 1386 saat ini. Bila area tersebut di break maka sektor barang tambang akan terkonfirmasi bersama sektor lainnya untuk DOWNTREND.

Rencana Aksi Pemerintah Antisipasi Pelambatan Ekonomi Dampak COVID19

Market hari ini akan cenderung masih dalam tekanan koreksi apalagi belum ada tanda tanda respond pemerintah atasi dampak pelambatan ekonomi atas pandemi COVID19. Berbeda dengan China yang merespond dengan inject dana di capital market, yang dilakukan oleh pemerintah malah menyewa influencer 72 milyar untuk tetap mempromosikan pariwisata Indonesia yang masih ‘dibilang aman’ pasca banyaknya travel warning ke negara negara tujuan wisata dunia. Jelas hal ini tidak sebanding dengan effort yang dilakukan pemerintah China saat inject USD 178 milyar likuiditas untuk jaga market supaya tidak ambrol ketika sesi perdagangan di buka pasca libur Imlek lalu.

Bentukan candle yang black solid tandakan turunnya IHSG kemarin super serious. Sebagaimana ciri khas market downtrend maka support akan lebih mudah dibreak ketimbang resistennya. Saat ini support IHSG tinggal 5626 – 5557 dari fase sideways yang sudah terjadi selama 2 tahun sejak 2018. Bila break 5557 level support Ini akan jadi penentuan apakah secara jangka panjang index akan benar benar menjadi downtrend.

Cuma satu pesan  : WASPADA

Tone dan Manner IHSG : Sideways Sejak 2018, IHSG Tentukan Nasib Dalam Waktu Dekat Bila Break 5557

Potensi Pergerakan :  5626 – 5734

Bagaimana sih cara harga bisa bergerak? Ada orang yang bilang.. bahwa pergerakan harga tergantung dari supply and demand.  Ada yang bilang kalau bandar yang gerakin.  Ada yang bilang bahwa big player, asing, aseng atau banyak lagi yang lainnya. Kenali tipe tipe pergerakan saham mulai dari pergerakan saham big cap, saham gorengan hingga saham pompom https://sahamology.id/mengenal-beberapa-model-pergerakan-harga-di-idx_bei/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *