Tidak seperti bursa bursa regional yang cenderung menguat pada perdagangan hari Selasa, IDX malah ditutup terkoreksi -1.3%. Kekacauan pasar sebagai impact dari COVID19 mulai teratasi dan kini investor menanti stimulus ekonomi yang dapat diberikan oleh negara untuk redam pelambatan ekonomi. Secara perlahan investor mulai berhitung dan mencari saham saham unggulan yang sudah murah untuk investasi karena panic selling pasca krisis.

IHSG bergerak seperti roller coaster pada hari Selasa. Sempat sentuh level 4123 dipicu sentimen global stimulus dari Washington, namun meredup dan sempat uji support 3911. Walaupun index membentuk low shadow baru namun candle penutupan tetap berada dalam rentang 3918 – 4238. Ada 217 saham yang turun dan 183 yang naik tandakan masih terjadi tarik ulur kekuatan bull dan bear sikapi apakah market telah mencapai bottomnya.

Tekanan Jual Asing Masih Kuat

Penurunan indextidak semasif minggu lalu atau hari Senin dan cenderung terkonsolidasi. Apalagi Apalagi sektor MINING dan AGRI menjadi 2 sektor yang menguat +3.63% dan +1.06% saat sektor lain cenderung masih terkulai. Turunnya saham ASII membuat MISC-IND terkapar -4.57% bersama dengan PROPERTY dan INFRA yang juga masih terkena tekanan jual hingga turun -2.91% dan -2.1%.

Investor asing pun memanfaatkan spike di pagi hari untuk lakukan penjualan. Total net sell mencapai -666 milyar di pasar regular. Sektor FINANCE dan INFRA menjadi sasaran buang barang. Saham saham keuangan alami outflow -338 milyar dan saham saham infrastruktur terjadi net sell -85 milyar. 3 saham Top Mover alami penjualan yang cukup besar : BBRI -226 milyar, BBNI -120 milyar dan TLKM -81 milyar. Disisi lain BBCA dan HMSP mendapatkan inflow mini +41 milyar dan +12 milyar sehingga mampu terangkat +1.58% dan +2.78%

Stimulus Jadi Harapan, Market Tunggu Fase 3 Resesi

Saat ini semua atensi pada percepatan pemberian stimulus sebagai relief package. COVID jelas telah menimbulkan beragam issue di Eropa dan Amerika. Kini saatnya pemerintah dan bank sentral mempersiapkan anggaran untuk men-tackle pelambatan ekonomi dan resesi yang disebabkan oleh COVID. Wall Street lompat dalam 2 hari terakhir lebih dari +13% setelah House menyetujui paket stimulus senilai USD 2 trilyun. Kini tinggal menunggu persetujuan di Senate sebelum diundangkan.

Selain stimulus market juga mencermati data data ekonomi yang dapat mengindikasikan potensi resesi di masa depan. Singapura sudah umumkan ekonominya terjadi kontraksi 2.2% di kuartal pertama bila dibandingkan dengan tahun lalu. Secara kuartalan pun ekonomi merosot -10.8%. Hal ini menjadi signal awal resesi di kawasan ASEAN dimana China merupakan mitra dagang terbesar.  Investor kini menanti data jobless claim dari Amerika untuk mendapatkan gambaran pengaruhnya terhadap pengangguran di negeri Paman Sam. Banyak harapan stimulus yang digelontorkan baik di sisi moneter maupun fiskal bisa redam dampak masif COVID19 terhadap ekonomi.

Tips Memilih Saham Unggulan Investasi Pasca Krisis

Akan ada 3 phase sebelum market bottoming  : COVID19 outbreak – Stimulus –  Resesi. Saat ini kita berada di level 2 yaitu pemberian stimulus ekonomi. Data data buruk terkait resesi mungkin akan muncul satu persatu sebelum ada titik cerah ekonomi punya harapan membaik. Sambil tunggu phase phase ini selesai kita kudu siapkan informasi saham apa yang layak jadi buruan saat krisis ini selesai

  1. Pilih lah saham yang emitennya tidak terdampak langsung dengan COVID : misalkan saham airlines, perhotelan atau penyedia kebutuhan tersier (bioskop, taman hiburan)
  2. Cari saham saham yang nilai bukunya sudah lebih rendah dari 0,5 artinya harga yang kita bayarkan saat ini adalah 50% dari nilai bukunya.
  3. Pastikan saham tersebut memiliki ratio harga dan laba yang rendah. Ini berarti saham yang kita beli akan break even lebih cepat. Sebagai contoh saham seharga 500 dengan PER 2 artinya emiten cetak laba 250 dalam waktu  2 tahun saham akan kembali modal (note ini bukan dividen ya)
  4. Emiten memiliki rasio utang terhadap modal dibawah 2x karena ekonomi sulit seperti sekarang dan juga nilai tukar dollar menguat akan membuat banyak yang kesulitan membayar hutang.   DER kurang dari 1x akan lebih ideal
  5. Bila beruntung akan menemukan emiten yang nilai kapitalisasi pasarnya lebih rendah dari nilai uang kas yang dimiliki. Ini yang disebut saham salah harga total. Beberapa saham konstruksi punya nilai seperti ini sekarang.
  6. Untuk perbankan juga bisa cek perbandingan antara nilai market kapitalisasi dengan modal/ekuitasnya. Banyak sekarang yang market cap dibawah nilai modal  contoh BBNI, BNGA, BDMN dan PNBN. Ini bisa dijadikan pertimbangan

Market Berharap Rebound Setelah Hilang Momentum Naik Kemarin

Hari ini setelah absen sehari karena libur hari raya Nyepi, market akan coba keberuntungan untuk rebound ikuti kejadian kemarin. Tekanan jual masih cukup tinggi yang nampak dari bentukan upper shadow namun effort untuk kembali diatas level 4000 patut diperhatikan. Walaupun tidak ada indikator cepat yang positif namun index masih akan dalam rentang konsolidasi 3918 – 4238 di pekan ini.

Mulailah persiapkan dana dan berhitung tentang saham saham unggulan mana yang mulai akan dibeli untuk investasi. Lakukan partial bila saat ini belum menjadi bottomnya. Jangan full all in terlebih dahulu sampai tercipta pola uptrend yang jelas

Support dan Resisten : 3858 – 4202

Tone dan Manner IHSG :  Stimulus Jadi Harapan,  Mulai Pilih Saham Unggulan Untuk Inevstasi Pasca Krisis

Potensi Pergerakan :  3858 – 4202

******

Gabung dalam diskusi bersama trader dan investor saham lain di Group Telegram TETRA

******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *