Banyak investor saham pemula yang kesulitan untuk menentukan saham saham mana yang layak dikoleksi untuk kepentingan investasinya.  Sebagian sibuk bertanya tanya kepada para analis, sebagian lagi bahkan menggunakan intuisi sederhana untuk mencari saham mana yang bisa disimpan dalam jangka waktu yang agak lama. Susah banget bikin saham watchlist.

Beruntung jika bisa mendapatkan pendapat analis yang jujur dan memiliki landasan keilmuan yang tepat, namun bisa saja analis memberikan informasi yang misleading karena sifat dari sebuah analisis atas saham itu sangat subyektif terhadap sudut pandang personal si analis. Bila anda tidak beruntung maka jangan sampai saham yang kalian pilih malah justru terjun ke jurang GOCAP alias masuk ke batas paling bawah harga saham di IDX.

Bursa Rilis Daftar Saham IDX30

Nah biar gak alami kesulitan sebenarnya Bursa Efek Indonesia telah memberikan beberapa list saham yang layak diperhatikan untuk dipantau pergerakannya. Dari lebih kurang 680 saham sebenarnya IDX telah menyaring ada 30 saham yang secara fundamental perusahaan cukup baik dan likuid. List nya disebut sebagai IDX30.

Saham saham yang ada dalam IDX 30 ini dievaluasi setiap 6 bulan sekali dengan periode Februari dan Juli setiap tahunnya.

Bulan Februari 2020 ini, IDX telah melakukan update terhadap saham saham yang masuk dalam IDX30 untuk periode hingga Juli 2020.

Yuk kita liat daftarnya menurut Sektor

Sektor FINANCE

  1. BBCA
  2. BBNI
  3. BBRI
  4. BBTN
  5. BMRI

Sektor INFRASTRUCTURE

  1. TLKM
  2. PGAS

Sektor MISC-IND

  1. ASII

Sektor PROPERTY

  1. PTPP
  2. WSKT

Sektor BASIC-IND

  1. BRPT
  2. CPIN
  3. JPFA
  4. INKP
  5. INTP
  6. SMGR

Sektor TRADE

  1. ACES
  2. ERAA
  3. MNCN
  4. UNTR

Sektor CONSUMER

  1. GGRM
  2. HMSP
  3. ICBP
  4. INDF
  5. KLBF
  6. UNVR

Sektor MINING

  1. ADRO
  2. ANTM
  3. INCO
  4. PTBA

Saham saham yang baru masuk dalam daftar bulan Februari ini adalah ACES, INCO, JPFA dan MNCN. Keempat emiten ini menggantikan posisi dari JSMR, ITMG, LPPF dan SRIL

Ketigapuluh saham ini tidak serta merta langsung layak untuk beli karena untuk kepentingan investasi minimal telah dilakukan analisis tambahan untuk melengkapi kapan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian.

Fokus kepada saham saham yang masih uptrend secara jangka panjang ataupun bila sedang alami koreksi telah mulai ada tanda pantulan alias rebound dan reversal.

Fokus kepada saham saham yang tidak alami sentiment negatif akibat perubahan kebijakan pemerintah masih akan berkelanjutan sentimennya  di masa mendatang.

Hindari saham saham yang secara prinsip underlying revenue tergantung kepada harga komoditas yang cenderung tertekan atau downtrend, focus kepada yang trend harga komoditasnya menanjak.

Ingat, investasi saham bukan hal yang sulit asalkan kita sudah mengetahui prinsip prinsip dasar pemilihan saham baik berdasarkan analisis fundamental maupun teknikal. Investasi saham juga merupakan kegiatan yang akan menghasilkan pertumbuhan nilai terbaik untuk jangka panjang sehingga walaupun ada gejolak jangka pendek jangan menjadi panik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *