Winner dan Loser Stock di Era Corona : Sektor INFRA

Mengekor ekspektasi bahwa ada rebound di bursa global, IHSG kemarin ditutup naik +65 point ke level 4567. Lonjakan tinggi dari saham saham di sektor BASIC-IND dimotori oleh saham industri semen, kimia, dan poultry dorong index naik +1.45%. saham perbankan mulai mengeliat dan naik +0.87%. Saham saham INFRASTRUCTURE alami mixed sentimen akibat corona. Satu sisi bagus buat telco dan disisi lain buruk buat transportasi. Saham TLKM ISAT dan EXCL pun kemarin ikut dukung penguatan IHSG  karena terimbas sentimen tingginya penggunaan paket data jelang puasa dan perpanjangan periode PSBB.

Jumlah Saham Naik Lebih Sedikit Dari Yang Turun

Walaupun IHSG kemarin naik +1.45% namun jumlah saham yang naik hanya 172 emiten lebih sedikit dari jumlah saham yang turun 212. Kenaikan kemarin lebih banyak ditopang oleh 2 sektor : BASIC-IND dan INFRASTRUCTURE. Dua sektor ini naik +8.55% dan +1.22% saat masih ada 3 sektor lain yang merah seperti AGRI -3.5%

Sentimen oil dan corona-economy jelas punya impact terhadap pergerakan saham saham kimia, poultry. Sedangkan saham semen bergerak karena faktor rencana right issue dan investasi asing di saham SMCB. Rendahnya harga minyak untungkan saham saham kimia dan kertas sehingga dorong harga saham nya naik. Bahkan BRPT sempat sentuh level ARA 1265 sebelum ditutup naik +19.21%.. TPIA sebagai anak usahanya pun naik +7.93%. Sentimen positif juga sambangi duo kertas Sinar Mas yaitu INKP dan TKIM yang naik +2.2% dan 4.08%.

Rencana pemerintah untuk berikan karkas daging ayam sebagai komponen bantuan langsung kepada masyarakat di era pandemi ini membuat saham saham poultry jadi lincah. CPIN naik +4.31% begitu juga dengan JPFA +4.04%.

Rencana kerjasama Taiheiyo Cement dengan SMCB sontak membuat saham saham semen bergerak aktif. 3 saham BUMN industri semen naik tajam : SMGR +16.9%, SMCB +24.55%, SMBR +14.38%. Saham INTP pun tak luput dari imbas sentimen ini sehingga bisa naik +6.54%. Betul betul kemarin menjadi hari yang berkah buat sektor ini.

Saham TLKM ISAT dan EXCL diuntungkan oleh Corona-Economy ?

Sektor Infrastructure menjadi sektor yang punya sentimen berimbang terkait corona. Di satu sisi saham saham telekomunikasi diuntungkan, namun disisi lain saham jalan tol dan transportasi menjadi terpuruk.

Penetapan pelarangan mudik 2020 membuat saham saham JSMR GIAA terkoreksi. Apalagi pemerintah berencana tegas menindak pemudik mulai tanggal 7 Mei 2020. Ruas jalan tol pun mulai akan ditutup sebagai implementasinya. Hal ini jelas merugikan saham JSMR yang sejak bulan lalu sudah turun -45%. Sama halnya dengan GIAA yang makin terpuruk karena corona. Sejak bulan Januari – Maret saham ini terkoreksi dalam karena pembatasan terbang.  Jan -18.9%, Feb -38.1% dan Maret -27.6%. Harganya pun sudah terkoreksi dari level tertinggi 630 ke 182 kemarin.

Berita baik buat saham saham telekomunikasi. Impact WFH dan LFH yang akan terus dilakukan hingga 24 Mei 2020 untuk wilayah Jakarta membuat kebutuhan akan fasilitas komunikasi meningkat. 2 saham operator selular ISAT dan EXCL kemarin naik tajam  +10.76% dan +11.30%. Saham FREN pun ikut naik +6.93%. TLKM sebagai market mover sektor ini naik +90 point ke 3160. Karena punya bobot 52.20% naiknya induk usaha Telkomsel ini bisa bawa sektor INFRA naik +2.27%

Minyak Rebound, Data Jobless Claim Menanti

Dalam perdagangan semalam index bursa global di Wall Street alami kenaikan/rebound setelah 2 hari DOW terpangkas 1200 point.

Reboundnya harga minyak acuan WTI walaupun masih dibawah level USD 20 per barrel turut menstabilkan market. Harga untuk pengiriman bulan Juni naik + USD 2.21 per barrel atau +19.1% ke level USD 13.78 per barrel. Instruksi Presiden Trump terhadap AL Amerika di Timur Tengah terhadap kapal kapal Iran jelas menambah “fear” untuk kontrol supply minyak sehingga mampu dorong harga minyak lebih tinggi.  Kondisi ini membuat DOW naik +456 point, NASDAQ kembali dekati level 8500 dan S&P loncat +2.29%.

Namun kenaikan ini tidak akan permanen dulu karena menunggu dua event penting yang akan terjadi hari ini : approval House/Congress terhadap budget stimulu 448 milyar dollar untuk UMKM dan testing corona serta jobless claim mingguan.

Ekspektasi analis akan ada tambahan 4.3juta orang yang akan klaim benefit pengangguran pekan lalu.  Secara kumulasi sudah ada 22 juta klaim benefit ini, dan bila datanya bertambah maka akan capai total 26 juta.  Ini berarti telah hapus semua pekerjaan yang pernah dicreate sejak jaman Great Depression 22.4 juta jobs.

IHSG Akan Over Psikologis

Kenaikan index kemarin dan sentimen global semalam akan membuat index pagi ini akan alami over psikologis. Banyak yang berharap akan terjadi kenaikan lanjutan apalagi beberapa saham kemarin naik cukup kencang. Namun akan berangsur mereda setelah realized bahwa kekuatan jual masih tinggi dan sentimen global berubah naik turun.

Secara teknikal candle index kembali berada di atas level support EMA20 4549 setelah kemarin reject area support 4441. Namun perlu dicermati bahwa indicator cepat masih memberikan signal kurang baik: stochastic negatif dan MACD pun masih bergerak ke arah negatif.

Beberapa saham yang perlu diperhatikan hari ini sebagai watchlist untuk trading cepat : INKP KAEF KLBF AKRA UNVR TLKM BMRI TBIG EXCL SMGR CPIN BBNI BBRI BTPS PTBA PGAS HMSP GGRM MDKA dan INDF

Tone dan Manner Hari Ini : Saham TLKM EXCL ISAT Diuntungkan Oleh CORONA-ECOMONY

Support – Resisten  : 4390 – 4700

******

Kenapa investor asing cabut dari Indonesia ? Benarkah PER masih tinggi sehingga asimg masih enggan masuk ?

Apa impact dari kisruh oil terhadap market ?

Berapa target turun IHSG ? Skenario terburuk apa yang akan terjadi ?

Simak diskusi dan paparan bersama Mr Edhi Pranasidhi “PROSPEK SAHAM INDONESIA PASCA CORONA”

********

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *