Kemarin IHSG dikejutkan dengan koreksi tajam -2.27% mengekor sentimen global yang sudah rally beberapa pekan dan alami kondisi jenuh beli. Tanda tanda koreksi ini memang sudah ada sejak tanggal 4 Juni 2020. Alih alih terkoreksi Index lakukan last market push break level 5015 dan baru munculkan signal koreksi lagi dua hari lalu. Namun  yang membuat market shock adalah turunnya 3 saham bank BUMN unggulan, bahkan 2 diantaranya ARB. Ada apa dengan saham saham BUMN kemarin sehingga rontok -4.5% ?

Setelah sempat capai puncak intraday 5139 di hari Selasa, index kemarin rontok -114 point dan kembali tutup di bawah level psikologis 5000. Posisi penutupan index 4920 sedikit berada dibawah level support jangka pendek EMA7 4928. Cuma ada 112 saham naik dan saham yang turun 3x lipatnya yaitu 341. Hanya sektor TRADE  yang turun dibawah -1%. Sektor AGRI dan PROPERTY turun -3.5% dan -3.31% sebagai  yang paling besar alami koreksi.

Value perdagangan kemarin masih tinggi di level 10.97 trilyun. Catatan net sell asing di kedua pasar tercatat -515 milyar dengan sektor INFRA menjadi yang paling tinggi outflow nya capai -321 milyar disusul oleh FINANCE -106 milyar. Beberapa saham yang masih menjadi sasaran beli asing adalah BBCA +105 milyar, SMGR +20 milyar, PGAS +13 milyar dan ASII +11 milyar. Untuk yang paling banyak dijual asing adalah TLKM -304 milyar dan BMRI -91 milyar.

Detail dapat dicek pada Market Summary 10 Juni 2020

Saham BUMN Rontok, 9 Turun Lebih dari -5% dan Sisakan ELSA Positif

Salah satu penyebab kenapa index kemarin turun dalam adalah rontoknya saham saham BUMN yang kuasai sektor INFRA, FINANCE dan PROPERTY. Index ini kemarin anjlok -4.5%  ikut membuat LQ45 anjlok -3.02%. Lebih tinggi dari penurunan IHSG composite yang hanya -2.27%. Dari 20 saham BUMN yang tercatat di index tersebut ada 9 yang turun lebih dari -5%. Cuma 1 yang positif yang ELSA naik +6 point atau +2.67%.  Saham yang anjlok paling dalam adala WEGE BBTN WIKA PGAS BMRI BBRI BBNI WSKT dan WIKA bahkan beberapa ARB dekati -7% batas bawah.

Analisis Daily Chart Saham BBNI

Kemarin banyak terpaan negatif terhadap saham BUMN disamping melonjaknya kasus penambahan COVID harian diatas 1200. Beberapa sentimen negatif terhadap BUMN kemarin antara lain

  1. Suspensi obligasi dan saham TELE oleh Bursa. TELE merupakan anak perusahaan TLKM dengan kepemilikan 24% dan terkonsolidasi lewat PT PINS. Ini akan meningkatkan resiko impairment kerugian investasi TLKM di saham ini yang di 2019 menurunkan kualitas laba berkurang -1.17 trilyun.
  2. Mulai munculnya usulan agar Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan transaksi pembelian saham TELE oleh TLKM yang dianggap merugikan negara.
  3. Kekhawatiran akan potensi Merger dan Acquisition bank bermasalah. Hal ini dikaitkan dengan pemberian technical assistance oleh BBNI kepada BBKP dimana saham pemerintah masih ada sekitar 8-9%.
  4. Turunnya setoran dividen BUMN tahun depan menjadi hanya 25% sesuai dengan komentar Menteri BUMN Erick Thohir.

Tak heran berita berita ini membuat investor cenderung lakukan profit taking dan net sell. Asing sendiri melepas saham saham unggulan BUMN dalam jumlah besar : TLKM -304 milyar, BMRI -91 milyar, BBRI -62 milyar dan BBNI -45 milyar. Beruntung saham PTBA walaupun tercatat aksi jual -25 milyar tapi hanya turun -20 point, tertahan oleh rasio dividen pay out yang capai 90% labanya.

Secara teknikal memang saham saham perbankan BUMN sudah melakukan rally sejak pekan kedua May 2020. Sudah memasuki area overbought dengan stoch cenderung bear takin over. Berita berita tadi cuma sebagai katalis tambahan saja untuk membuat harga terkoreksi secara wajar.

Analisis Daily Chart WIKA

Program Pelonggaran Likuiditas The FED Bawa Dollar Ke Level Terendah Selama 3 Bulan

Semalam bursa global lanjutkan kondisi mixed nya selama 2 hari. DOW dan S&P kembali terkoreksi sedangkan NASDAQ untuk pertama kalinya close diatas level 10.000. Semalam juga the FED akhiri FOMC 2 hari meeting dan memberikan guidance terhadap stabilisasi dan recovery plan untuk revival ekonomi Amerika Serikat.

Key take out dari pernyataan FED Chairman Jerome Powell

  1. Suku bunga akan berada near zero percent pada kisaran 0% – 0.25% hingga tahun 2022
  2. Pertumbuhan GDP : 2020 akan alami kontraksi -6.5% dan mulai tumbuh di 2021 menjadi 5% dan kembali normal di 2023 1.8%
  3. Angka pengangguran capai 9.3% dan berangsur turun 6.5%, 5.5% hingga 4.1% di 2023
  4. Headline inflation rendah 0.8% di 2020 dan berangsur naik 1.6%, 1.7% dan 2% di 2023
  5. Lanjutkan bond dan asset buying program dengan target pembelian USD 80 milyar per bulan untuk obligasi negara dan  USD 40 milyar untuk aset berbasis underlying KPR

Sikap the FED yang cenderung DOVISH atau melunak ini membuat yield surat utang Amerika turun ke level 0.718% dan emas kembali merangkak naik ke level USD 1746 per troy ounce. Kondisi ini juga membuat USD jatuh ke level terendah selama 3 bulan dengan DOLLAR INDEX berada di level 95.882.

IHSG Hari Ini Penentuan Jadi Naga atau Cacing Dalam Waktu Dekat

Cacing cacing. Naga naga. Mungkin demikian harapan banyak pelaku pasar hari ini. Setelah breakout level 4960 tiga hari lalu index sedang teruji apakah mampu bertahan di level tersebut. Sesuai dengan teori Rule of 3 hari ini jadi penentuan apakah akan bertahan atau tidak. 2 candle sudah berada diatas dan sudah 2 hari sejak breakout. Bila hari ini tetap berada dibawah 4960 maka sementara waktu akan lanjutkan penurunan.

Analisis Daily Chart IHSG

Cacing cacing. Naga naga. Mungkin demikian harapan banyak pelaku pasar hari ini. Setelah breakout level 4960 tiga hari lalu index sedang teruji apakah mampu bertahan di level tersebut. Sesuai dengan teori Rule of 3 hari ini jadi penentuan apakah akan bertahan atau tidak. 2 candle sudah berada diatas dan sudah 2 hari sejak breakout. Bila hari ini tetap berada dibawah 4960 maka sementara waktu akan lanjutkan penurunan.

Melihat masih melemahnya sentimen global dan juga masih belum adanya klarifikasi terhadap issue issue yang berkembang ada potensi index alami under psikologis di awal perdagangan. Bila kondisi ini terjadi fokus pada strategy intraday trading dengan skenario gap down buy. Apalagi ditopang oleh indikator cepat stochastic sudah dead cross dan mendekati crossing down area dibawah level 80.

Index akan bergerak pada level 4805 – 5005 dengan potensi melakuan pullback disekitar area 4960 sebagai upaya untuk Sell On Strength.

Beberapa saham yang bisa masuk watchlist untuk trading cepat hari ini EXCL MAPI LSIP PTBA dan potensi SOS pada saham saham perbankan BBNI BMRI BBRI BBTN serta BUMN Karya WIKA PTPP WSKT.

Tone dan Manner Hari Ini :  Ada Apa Dengan Saham Saham BUMN Hingga Anjlok -4,5% Kemarin ??

Support – Resisten  : 4805 – 5005

Informasi Fasilitas Video On Demand TETRA SAHAM

Dapatkan video video edukasi terbaik SAHAMOLOGY di aplikasi TETRA SAHAM. Ketinggalan workshop mini class ? Bisa beli videonya dengan skema rental 30 hari. Ikut workshop tapi lupa beli paket dengan playback ? Bisa juga beli Video On Demand nya

Murah banget, mumpung ada promo menjadi Rp 80,000 dengan rata rata durasi 2 jam edukasi. Topiknya mulai dari Scalping, Psikologi Trading, Investasi dan Fast Trading.

Download dan install update terbaru ini dari link http://onelink.to/tetrasaham

Untuk iOS sedang dalam proses approval team Apple sehingga pengguna iPHONE diharapkan tetap bersabar namun ada alternatif menggunakan Emulator Android di MACBOOK atau PC/LAPTOP untuk yang sudah pengen liat tayangannya https://sahamology.id/alternatif-buka-tetra-saham-di-pc-mac/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *