Ada Banyak Saham Bank Dengan Modal > 30T yang Murah Karena Setengah Nilai Bukunya

Bursa saham terkoreksi, tidak hanya di Indonesia tapi juga diseluruh dunia. Inilah saatnya untuk mulai berpikir mencari saham saham murah yang cocok untuk investasi jangka menengah maupun panjang.

Namun banyak yang bingung saham murah itu seperti apa. Apakah saham berharga 50 rupiah termasuk saham murah ? Atau ada pendekatan lain yang lebih baik untuk menilai murah tidaknya sebuah nya saham sebelum dilakukan pembelian. Salah satu pendekatan yang bisa dipergunakan adalah dengan mengunakan Price to Book Value Ratio. Bilangan ini gambarkan perbandingan antara harga sekarang dibandingkan dengan nilai buku perusahaannya. Semakin kecil PBV ratio maka sebuah saham dikatakan murah. Bila PBV = 1 artinya harga saham sekarang sudah sama dengan nilai bukunya.

FINANCE Sektor Paling Cepat Bangkit

Salah satu sektor yang punya kans cepat untuk melakukan reversal saat terjadi krisis adalah sektor FINANCE . Pada tahun 2008  butuh waktu 55 minggu untuk mencapai level terendahnya sebelum memantul dan rally selama 40 minggu untuk kembali ke level tertinggi sebelum koreksi.

Sektor FINANCE didominasi oleh saham saham perbankan  dengan Top 3 Market Mover IHSG berasarl dari emiten perbankan yaitu BBCA BBRI dan BMRI.  

Saat ini ‘kasta’ tertinggi perbankan di Indonesia berisikan dengan modal inti diatas 30 trilyun atau biasa dikenal dengan naman Bank Buku 4. Ada 7 bank yang masuk dalam kategori ini dan semuanya sudah listing di Bursa Efek Indonesia. Mereka adalah BBCA BMRI BBRI BBNI BNGA BDMN dan PNBN. Khusus untuk BDMN dan PNBN baru naik kelas di tahun 2019.   Karena kesemua bank ini sudah tercatat di IDX maka kita bisa tahu ada beberapa bank yang harga saham nya sekarang sudah lebih murah dari nilai bukunya.

PBV Dibawah 0,5 Saham Murah Terdiskon 50% dari Nilai Bukunya

Ada 4 saham besar yang saat ini memiliki Price to Book Value Ratio  sangat murah. Harga saat ini hanya setengah atau 50% dari nilai bukunya. Hal ini terjadi karena sejak awal tahun sudah mengalami koreksi pasca penyebaran COVID19. Saham saham tersebut adalah BBNI (Bank BNI), BNGA (Bank CIMB Niaga), BDMN (Bank Danamon) dan PNBN (Bank Panin)

PBV Sektor FINANCE

Bila diurutkan dari yang paling rendah ke yang paling tinggi adalah :

  1. BNGA : 0.31 (artinya di harga sekarang nilainya 31% dari nilai bukunya)
  2. BDMN : 0.38
  3. PNBN : 0.39
  4. BBNI : 0.50

Koreksi Masif Saham Perbankan Hingga 56%

Sepanjang tahun 2020, keempat saham bank ini telah turun  dengan rentang bervariasi antara -43% (BNGA) dan -56% (BBNI dan BDMN). Hal ini secara jelas gambarkan bahwa penurunan yang terjadi bukan semata karena bank alami pelemahan fundamental, tetapi karena adanya panic selling ikuti arus yang terjadi secara masif di global.

Hal ini lah yang menjadi alasan kenapa saham tersebut akhirnya memiliki harga yang lebih rendah dari nilai bukunya. Dengan harga terdiskon tersebut menjadi kesempatan langka untuk kita memperoleh saham perusahaan yang nilainya 2x sampai 3x harga yang kita bayarkan

Penurunan Harga Saham 4 Saham Bank BUKU IV

Perubahan Ranking Market Cap

Dari sisi market kapitalisasi sendiri artinya bank bank tersebut alami penyusutan mulai dari 43% hingga 56% dibandingkan posisi awal tahunnya.  Sebagai contoh BBNI saat ini memiliki market cap 58 trilyun padahal di awal tahun masih diatas 130 trilyun. Sedangkan BDMN saat ini memiliki market cap 16 trilyun padalah Januari 2020 masih lebih dari 36 trilyun.

Market Cap Sektor FINANCE

Krisis ini telah me-wipe out market cap bank bank tersebut secara signifikan sehingga terjadi perubahan ranking di market movernya.

Sebagai contoh :
CASA dengan market cap 20.16 trilyun hanya terkoreksi -6.73% tahun ini. MEGA pun hanya terkoreksi -11.81%. Artinya diawal tahun CASA punya memiliki market cap 21+ trilyun atau MEGA memiliki market cap  42 trilyun. Hal ini berarti pada awal tahun urutannya adalah MEGA – BDMN  – CASA sedangkan saat ini rangkingnya MEGA – CASA – BDMN

Kini kita sudah memiliki 4 pilihan saham  yang secara valuasi menarik karena memiliki nilai buku yang lebih tinggi 2x dari harganya saat ini. Artinya kita sudah mendapatkan saham saham yang terdiskon lebih dari 50%.

Next artikel akan membahas Kelebihan dan Kekurangan dari 4 bank ini sebagai pilihan untuk investasi saham sehingga kita bisa segera ambil keputusan untuk melakukan pembelian saat market mulai mereda koreksinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *