Corona Virus punya impact negatif yang cukup dahsyat bagi ekonomi dan bursa global. Termasuk di Indonesia. Index merosot hingga -39% dari level tertingginya dan sentuh bottom 3911. Sampai penutupan pasar kemarin, YTD growth IHSG masih – 27.49%. Mungkin banyak yang bertanya tanya sampai kapan ini akan proses turunnya index akan berlangsung. Bagaimana prospek saham Indonesia pasca Corona saat saham saham blue chip sudah turun cukup dalam. Emiten sekelas ASII dan BBNI pun rontok dekati level -50% year to date.

Aktivitas trading dari investor asing pun saat ini sudah kalah dengan investor lokal. Asing hanya kontribusi 40% value perdagangan selama 2020 dengan total 218.7 trilyun. Bandingkan dengan investor lokal yang sudah mencapai 321.8 trilyun.

Video Exclusive yang merupakan recorded webinar yang dilakukan Sahamology bersama dengan analis bursa Mr Edhi Pranasidhi akan menjawab beberapa pertanyaan yang sering muncul di benak investor dan trader Indonesia.

Kenapa investor asing cabut dari Indonesia ? Apakah mereka akan masuk kembali ke emerging market seperti IDX ?
Benarkah PER masih tinggi sehingga asing masih enggan masuk ?
Apa impact dari kisruh oil terhadap market ?
Rupiah melemah sempat diatas 16000. Berapa kemungkinan nilai tukar USDIDR di akhir tahun ?
Berapa target turun iHSG ? Skenario terburuk apa yang akan terjadi ? Apakah IHSG akan sentuh level dibawah 3911 hingga jatuh ke 3000-an ?
Saham saham apa yang akan diuntungkan dari ‘oil-rout’ ? Bagaimana prospek saham petrokimia seperti BRPT dan TPIA ? Bagaimana dengan produsen pulp and paper seperti INKP dan TKIM ?
Saham poultry seperti JPFA dan CPIN dari sisi konsumsi ayam ? Kenapa masih tertekan ? Apakah karena bahan baku pelet berasal dari impor sehingga naik karena penguatan dollar ?

Simak diskusi dan paparan bersama Mr Edhi Pranasidhi “PROSPEK SAHAM INDONESIA PASCA CORONA” di video berikut ini :

Prospek Saham Pasca Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *