Begitu banyak katalis positif dari rencana pembagian dividen beberapa bank BUMN dan naiknya harga emas. Namun belum berhasil membuat IHSG menguat lebih tajam tapi cenderung mixed.

Dalam perdagangan yang berakhir naik +0.23%  ke level 5942, index gagal tertekan dari level tertinggi intraday di 5960 setelah jumlah saham yang turun lebih banyak dari jumlah saham yang naik : 209 vs 163. Secara sektoral pun ada 5 yang melemah dan hanya 4 yang menguat. PROPERTY dan AGRI menjadi pemberat IHSG setelah masing masing turun -0.58% dan -0.51%. Beruntung masih ada dorongan dari saham saham CONSUMER +0.80% dan MINING +1.62%  yang kemarin ganti menguat.

Net Sell Asing di Saham BBCA Tinggi Capai -283 Milyar

Tekanan jual investor asing terjadi cukup besar di sektor FINANCE sehingga membuat outflow asing di pasar regular capai -283 milyar. BBCA menjadi top kontributor net sell dengan total dana asing tercabut -363 milyar. Hal ini membuat sahamnya terkoreksi hingga -1.49% dan menjadi salah satu Top 10 Mover yang paling banyak turun disamping HMSP yang juga banyak dijual asing. Beruntung masih ada inflow di saham saham yang mendapatkan katalis positif karena terpicu oleh rencana pembagian dividen dan naiknya harga komoditas. BBRI mendapatkan inflow +146 milyar, MDKA +106 milyar dan BMRI +71 milyar. Tingginya aksi beli asing di tiga saham ini membuat harganya ditutup menguat.

BBCA saham terbesar di IDX yang turun -500 poin akhirnya mampu menutup gap 33100 – 33150  kemarin. Posisi saham yang secara trend jangka pendek alami sideways down akhirnya lanjutkan penurunan kembali setelah 3 indikator cenderug untuk memberikan signal negatif : posisi EMA7 dibawah MA20 sebagai tanda  secara short term masih akan terjadi pelemahan, stoch bear taking over dimana %D diatas %K dan gagal break area 80 dan sekarang berada di kisaran 50-80 serta MACD histogram cenderung negative direction. Rentang konsolidasi saham ini pada level 31850 support dan 34100 resisten, untuk yang hendak membeli saham ini dapat antri di area support nya.

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Selama 7 Tahun

Naiknya harga emas hingga USD 1624 per ounce dan menjadi level tertinggi selama 7 tahun mendorong harga saham MDKA dan PSAB lanjut menguat. MDKA yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Saratoga dan keluarga Thohir ini telah breakout level resisten 1270  dan masih ada peluag penguatan hingga 1330-1380. Jadikan level 1270 sebagai trailing stop bila saham berbalik arah bila gagal breakout 1330.

Setelah BBRI dan BMRI umumkan pembagian dividen di RUPST nya, giliran BBNI rilis ke investor besaran dividen yang akan dibayarkan tahun ini. Pemegang saham setuju untuk membagikan 25% laba bersih 2019 senilai Rp 3,85 trilyun sebagai dividen atau setara dengan nilai Rp 206,2 per saham. Nilai ini hanya naik sedikit dari dividen tahun lalu RP 201.29. Dengan demikian bila dibandingkan dengan harga penutupan kemarin 7925  yield dividen BBNI setara dengan nilai 2.6%. Yield ini lebih kecil dari yield yang diberikan oleh BMRI dan BBRI.

Dalam perspektif trading saham BBNI yang sedang dalam masa sideways up secara trend menengah dan uptrend untuk jangka pendek  ini punya peluang cukup baik. Bila break level resisten 8000 makan punya peluang trading ke level 8575 – 8925.

Opini Kenaikan IHSG Makin Terbatas

Candle IHSG yang berbentuk small body tandakan persepsi dan opini kenaikan mulai terbatas. Apalagi dengan bentukan buntut atas yang lebih panjang tandakan mulai ada tekanan jual dari para bear. Namun hal ini bukan berarti bahwa tidak ada saham saham yang menarik untuk diperhatikan hari ini. Disamping saham saham yang disebutkan diatas masih ada beberapa saham yang punya potensi untuk masuk dalam watchlist hari ini diantaranya JSMR, BBTN, BDMN, TKIM, SIDO, ICBP, INDY, JPFA, PTBA dan UNVR.

Index hari ini masih akan mixed dan ada potensi profit taking. Secara indikator MACD sudah alami golden cross kemarin dan stochastic keluar dari area oversoldnya. Positifnya dua indikator cepat ini dapat menuntun kita bahwa walaupun terjadi koreksi intraday hanya dipakai untuk menguji area support 5917 EMA7 dan menutup gap antara 5928 – 5929. Potensi pergerakan IHSG hari ini : 5912 – 5975

Tone dan Manner IHSG : Naiknya Harga Emas dan Mau Bagi Dividen 3,85 Trilyun, Bagaimana Prospek Trading MDKA dan BBNI ?

Potensi Pergerakan :  5912 – 5975

Banyak yang orang yang kecele ketika saham mulai uptrend lalu terkoreksi dan yang awalnya cuan besar jadi cuan mini.  Ini sering terjadi karena mereka tidak tahu konsep proteksi profit dengan trailing stop.

Ini dia cari melakukan trailing stop untuk saham yang sedang menanjak secara sederhana  https://sahamology.id/2020/02/10/pahami-perbedaan-trailing-stop-dan-stop-loss-biar-gak-salah-dalam-eksekusinya/  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *