Analisis Teknikal percaya bahwa harga saham tidak bergerak secara random. Salah satu konsep yang kemudian digunakan untuk ‘membantah’ konsep randomnya pergerakan harga, adalah adanya konsep suport dan resisten dalam pergerakan harga.

Setiap hari, harga bergerak naik atau turun. Pergerakan naik dan turun ini, memiliki batas-batas yang disebut suport atau resisten.

Suport dan resisten adalah batas maya dari pergerakan harga.

Suport adalah level harga dibawah posisi harga terakhir dimana ‘pembeli’ memiliki peluang yang lebih besar untuk muncul sehingga mampu memantulkan arah pergerakan harga, mengubah arah pergerakan harga yang tadinya turun menjadi naik.

Resisten adalah level harga diatas posisi harga terakhir dimana ‘penjual’ memiliki peluang yang lebih besar untuk muncul sehingga mampu mengakhiri kenaikan harga yang sedang terjadi, dan mengubah arah pergerakan harga yang tadinya berupa trend naik, berubah menjadi trend turun.

Secara sederhana, pergerakan harga diantara suport dan resisten, bisa dilihat pada gambar berikut ini:

Pergerakan harga diantara Suport dan Resisten

Jadi setiap hari, setiap saat, setiap waktu, harga bergerak naik dari sebuah suport menuju ke sebuah resisten atau turun dari sebuah resisten menuju ke sebuah suport, dan sebaliknya.  Dalam kondisi ceteris paribus, tidak ada perubahan informasi baru, pergerakan harga saham diantara satu suport dan resisten ini berlangsung terus menerus.

Mengapa suport dan resisten bisa terjadi? Bagaimana posisi beli dan posisi jual yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan suport atau resisten?

Kita bisa ikuti jawabannya pada tulisan yang terdapat pada link diatas….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *