Bearish market itu selalu datang untuk sebuah alasan. Dan alasan terbaiknya itu biasanya: untuk menyadarkan orang yang terlelap dalam pendapat yang ‘gabener’. Pasar Modal itu kan bukan Pilkada. Pasar Modal itu bukan demokrasi. Kalau Pilkada, semua kubu bisa saja benar. Artinya: kalau kita bertahan dalam suatu kubu dan kubu tersebut sebenarnya sesat, ya sudah kita sesat saja. Mau mengingkari semua kondisi, gak masalah juga. Gak bakal ada yang bisa membuat kita berubah, kecuali diri kita sendiri. Nah.. kalau di Pasar Modal, kondisinya mungkin sedikit berbeda. Di sini kita akan bahas dan luruskan kembali mengenai konsep #YukNabungSaham yang sempat menjadi program unggulan IDX jaring investor retail.

Kalau di Pasar Modal itu ada sesuatu yang bernama ‘kekayaan’ (wealth). Persepsi kita terhadap kekayaan ini, yang membuat hati kita ‘mudah untuk diketuk’. Maklum.. gak ada orang yang kepingin tambah miskin tanpa alasan yang jelas, tanpa alasan yang ada dalam kendalinya sendiri. Kalau kita berusaha ‘hidup sederhana’ karena panggilan dari Alloh misalnya, mungkin masih banyak orang yang mau. Tapi.. kalau ‘sengaja dimiskinkan’ oleh harga saham yang bergerak turun, belum tentu semua orang mau. Pasti banyak orang yang cukup pintar untuk bilang ‘tidak mau’, ketika harus kehilangan kekayaannya, kehilangan duitnya untuk sesuatu yang ‘diluar’ kendalinya.

Sudah Benarkah Eksekusi #YukNabungSaham Kalian ?

Salah satu konsep yang sebenarnya ‘aneh’ di sekitar kita, adalah konsep dari #YukNabungSaham . Saham itu, instrumen yang beresiko. Saham itu harganya bergerak naik dan turun, kadang dengan volatilitas yang sangat tinggi. Menabung di sisi lain, adalah sebuah konsep dimana kita melakukan komitmen aset untuk sesuatu yang jangka panjang, sifatnya berkelanjutan. Menabung ini konsep yang bagus ketika kondisi market sedang bullish, harga terus bergerak naik. Menabung itu juga bagus kalau dilakukan pada sesuatu yang sebenarnya memiliki nilai, memiliki prospek, memiliki sesuatu di masa yang akan datang, yang laik untuk kita perjuangkan.

Problemnya kan begini: market itu .. kadang bullish.. kadang bearish. Harga saham itu, kadang naik kadang turun. Saham itu, ada yang bagus ada yang jelek, ada yang ‘fundamental’ dan ada yang ‘gorengan’. Sekarang.. kalau ‘harga turun’ dan ternyata saham yang kita beli adalah ‘saham gorengan’. apakah benar yang kita lakukan itu adalah ‘menabung’?

Konsep Investasi dalam Nabung Saham

Di pasar modal, ketika kita melakukan transaksi beli jual saham, cara yang bisa kita lakukan sebenarnya ada dua: Trading atau Investasi (silakan baca tulisan saya ini untuk melihat lebih dalam apa itu perbedaan antara Trading dengan Investasi). Kita harus bisa membedakan antara keduanya karena jika kita gagal untuk membedakannya, kerugian yang sangat fatal, akan selalu mengikuti. Nah.. yang banyak terjadi ketika orang mengikuti program #YukNabungSaham, adalah kegagalan dari para pelakunya untuk menyadari, bahwa Yuk Nabung Saham itu adalah sebuah #KonsepInvestasi .. bukan sebuah posisi trading. Artinya: karena Yuk Nabung Saham adalah sebuah konsep investasi, maka yang terjadi harusnya adalah:

  1. Kita membeli saham dengan Fundamental Bagus. Ingat ya: ketika kita berinvestasi, yang kita beli sebenarnya adalah pendapatan perusahaan di masa yang akan datang. Kalau
  2. Kita sudah belajar Analisis Fundamental dengan benar. Sudahkah kita belajar mengenai valuasi? Sudahkah kita belajar mengenai Price to Earning Ratio? Sudahkah kita belajar mengenai Analisis Laporan Keuangan dengan benar? Sudahkah kita memiliki ilmu yang cukup mengenai analisis Fundamental?
  3. Timing itu tidak penting. Dalam berinvestasi itu, yang penting saham yang kita beli itu bagus (fundamentalnya). Berapa harga beli itu tidak penting karena harga memang naik turun. Mau beli nanti atau sekarang juga tidak penting karena yang kita beli adalah manfaat jangka panjangnya, bukan kondisi saat ininya.
  4. Mau menelan ‘posisi merah’ (baca: potential loss atau kerugian potensial) tanpa komplain, tanpa menjadi beban pikiran. Rasionalitas adalah kunci utama dari berinvestasi. Selama kita yakin bahwa saham yang kita beli memang memiliki nilai yang bagus di masa yang akan datang, seorang investor tidak perlu khawatir.

Kenapa Banyak Orang Yang Gagal Paham Tentang Investasi Saham

Problemnya sekarang begini:

  1. Tidak semua orang ‘cukup dewasa’ untuk ‘mengingkari’ posisi merah dalam’ (baca: potensial loss) dalam portfolio. Maklum.. tujuan utama orang ketika membeli saham adalah PROFIT!
  2. Tidak semua orang yang #NabungSaham itu beli saham yang fundamentalnya bagus dengan berbagai alasan. Blue Chip mahal kek.. apa kek… padahal, saham bagus dengan harga rendah juga banyak.
  3. Sebagian orang masih cukup usil untuk ‘menabung dengan menggunakan dana margin’. Margin itu untuk Trading Bro!!! Kalau anda investasi, anda tidak menggunakan posisi MARGIN!
  4. Sebagian orang ‘Nabung’ dengan hanya ikut-ikutan. Saya ikut rekomendasi si ini itu. Katanya pasti bagus. Padahal, saham yang direkomendasikan belum tentu saham yang memiliki karakter resiko yang sesuai dengan portfolio kita.

Ketika penyakit-penyakit itu datang kepada kita, mungkin itu adalah saatnya kita bertanya kepada diri kita sendiri: jangan-jangan, konsep saham sebagai investasi, saham dalam konsep menabung, dan bahkan konsep Yuk Nabung Saham, sebenarnya tidak cocok untuk kita lakukan. Kalau kita gak tahan dengan porto merah, suka beli saham tanpa lihat fundamentalnya, suka mengambil resiko dengan menggunakan margin, dan selalu mengikuti perkembangan sana-sini, mungkin yang harus dilakukan.. adalah BERDAGANG SAHAM! iya.. TRADING SAHAM! Jadi…. yang kita lakukan harusnya bukan #YukNabungSaham .. tapi #YukDagangSaham!!!

Trading saham itu aturannya sederhana: Beli ketika mau naik, jual ketika mau turun. Sebuah konsep yang sangat berbeda dengan menabung yang hanya terus melakukan posisi beli, dari waktu ke waktu.

Tentukan Pilihan Mu Sekarang

So… Ketika Bearish Market datang .. STOP COMPLAINING and START LEARNING!!! Di pasar modal itu, kita harus memilih: Trading atau Investasi. Itu semua, agar kita bisa menjauhkan diri dari kerugian, bisa menjauhkan diri dari stress. Kalau konsep menabung ternyata membuat kita stress, mungkin ini adalah saat kita untuk berubah. Meski.. berubahnya tetap jangan drastis.. jangan terus cut loss semua posisi terus berusaha mencari posisi trading yang baru. Itu rusak namanya. Kita tetap harus melakukannya dengan rasional dan berhati-hati. Mau lanjut #YukNabungSaham boleh, jadi pelaku #YukDagangSaham juga bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *