Index nya masih turun tanpa ampun. Kemarin anjlok hingga -153 point yang setara dengan -2.69%. Untuk sementara waktu ini jadi penurunan paling dalam tahun ini yang baru berjalan 2 bulan. Semua sektor turun tidak sisakan satu pun yang hijau. Bahkan jumlah saham yang harga turun 5x dari jumlah saham yang naik : 334 berbanding 77.

Saham saham perbankan menjadi yang paling dalam penurunannya hingga -3.93% apalagi setelah saham BBRI turun sampai -7.81%  nyaris 2x lipat penurunan BMRI yang -3.92%. Saham BBCA yang dikenal sebagai saham anti badai pun terkoreksi -2.02% di level harga 31450.

Sektor Finance Sasaran Jual Asing Paling Banyak

Aksi jual asing di sektor FINANCE hingga -886 milyar membuat total outflow kemarin capai -1.045 trilyun. Tak heran BBRI turun -350 point karena asing cetak net sell hingga -429 milyar, BBCA dan BMRI juga alami hal yang sama terjadi net sell hingga -214 milyar dan -209 milyar. Masif nya penurunan dan net sell BBRI tak lepas karena kemarin adalah ex dividen date untuk pembayaran bulan Maret 2020. Bila pola yang sama terjadi hari ini maka yang akan turun dalam dan alami net sell adalah BMRI karena Jumat 28 Februari menjadi ex dividen date nya.

Wall Street Alami Koreksi Harga Terburuk dalam Satu Dekade

Semalam pun Wall Street alami hari terburuknya di tahun 2020 dengan 3 index nya terkoreksi lebih dari -4%. DOW turun -1190 dan menjadi salah satu koreksi terdalam selama satu dekade. Bahkan menjadi rekor baru bagi DOW yang turun -10% hanya dalam waktu 6 hari saja. Hal ini membuat DJIA secara resmi berada dalam fase CORRECTION. Selain itu S&P 500 juga berada di bawah level 3000 untuk pertama kali sejak Oktober 2019. Kedua index ini alami performa mingguan terburuk sejak tahun 2008.

Kasus corona virus yang belum ada tanda tanda slowing down makin mengkhawatirkan. Jepang mulai liburkan sekolah hingga awal musim semi untuk pastikan tidak ada yang terjangkiti setelah 214 orang positif. Korea Selatan sudah lampaui level 1700 kasus. Di Italy bahkan sudah jangkiti 655 orang. Banyak yang mulai memperingatkan Prancis untuk berhati hati terhadap potensi outbreak mengingat negara ini memiliki perbatasan langsung dengan Italy di bagian utara. Saat ini baru 38 kasus COVID-19 di Perancis dengan 2 pasien meninggal dan 11 sembuh. Selain itu negara terkuat secara ekonomi di EU yaitu German saat ini sudah catat ada 46 orang yang positif dengan 16 pasien telah sembuh. Bila terjadi outbreak di Jerman dan Perancis maka akan berbahaya buat Euro zone mengingat dua negara ini adalah kontributor terbesar ekonomi Eropa. Kemarin pun index STOXX600 sebagai barometer  di Eurozone turun -3.75%.

Bursa Bentuk Pola Double Top

Hari ini bursa lokal pun masih akan tertekan apalagi kemarin alami breakdown level 5557 yang merupakan support konsolidasi sejak 2018. Banyak yang khawatirkan pola double top dengan target penurunan jangka panjang hingga ke 4500. Namun untuk saat ini kita tidak berandai anda terlebih dahulu dan melihat pergerakan swingnya bertahap. Target terdekat penurunan IHSG ke level 5363 dan bila level support itu ditembus maka berlanjut ke 5000-5049.

Untuk para investor sebaiknya tidak terburu buru mengambil posisi beli dan menunggu momentum yang tepat untuk dapatkan harga terbaik. Beberapa saham saat ini sudah tembus level support jangka panjang MA200 nya. Beberapa Index Mover yang baru keluar dari level support MA200 adalah : BBRI,  BMRI, ICBP, TPIA dan BRPT. Sedangkan saham BBCA dan CPIN kemarin sempat memantul dari level MA200 dan bentuk long wick. Mungkin saham ini pun dalam waktu dekat akan breakdown support tersebut.  Saat terbaik untuk melakukan pembelian adalah saat saham saham tersebut mulai memantul dan kembali berada diatas level MA200.

Hari ini kita wait and see terlebih dahulu. Bila masih ada yang porto nya merah tidak usah khawatir karena sebagian besar market dunia memang sedang alami koreksi. Bahkan IHSG sendiri year to date turun -12,13%.

Tone dan Manner IHSG : Melihat Harga Terkoreksi Jangan Buru Buru Beli, Tunggu Moment Tepat

Potensi Pergerakan :  5322 – 5582

Market terkoreksi. Semua porto merah. Awalnya investasi saham dengan tujuan untuk peningkatan nilai aset malah makin anjlok. Hal hal begini  yang membuat kenapa banyak orang yang tidak paham resiko saham lalu kapok setelah 1-2 bulan beli saham apalagi di saat market nya alami koreksi seperti sekarang

Apa sih ukuran sukses dari investasi di saham ? Ini dia benchmarknya  https://sahamology.id/kriteria-sukses-investasi-untuk-pemula-saham/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *