Gelontoran Dana Stimulus Buktikan Keseriusan Pemerintah Hadapi Corona

Usaha IHSG untuk masuk ke area bullish terus dilakukan. Setidaknya untuk semakin menjauh dari level support psikologis 4000-nya. Kemarin index naik +124 point dan tutup di level harga 4538. Kenaikan ini membuat 1 indicator cepat  MACD yang sudah beberapa hari positive direction akhirnya alami Golden Cross. Apakah kondisi ini akan membuat index menjadi uptrend jangka pendek atau ini sekedar trik  satu tarikan nafas pamungkas sebelum kembali turun ? Kita lihat saja sama sama dua hari ke depan.

Asing Profit Taking Saat Index Sedang Struggle Keluar Dari Bearish

Kenaikan index kemarin merata di semua sektor dengan sektor CONSUMER dan TRADE menjadi yang paling tinggi kenaiknnya +6.26% dan +4.98%. Market saat ini alami kondisi yang dilematis. Mereka yang optimis berharap index tidak akan sentuh lagi level 3911 sehingga mulai berburu saham saham yang sudah naik. Mereka yang pesimis masih terus berharap agar index terkoreksi sehingga masih ada peluang untuk serok di harga bawah. Inilah daya tarik menarik kekuatan bull dan bear di market. Kemarin ada 252 saham yang naik dan 153 saham yang turun. Dari 10 saham penggerak IHSG 80% alami kenaikan dengan UNVR dan ICBP sebagai motor melompat +12.84% dan +5.95%.

Namun kenaikan IHSG kemarin disertai dengan aksi profit taking investor asing di saham unggulan hingga -369 milyar di pasar regular. Sektor FINANCE tetap menjadi sasaran utama dengan outflow -195 milyar disusul CONSUMER -101 milyar. Saham BBRI yang pekan ini sempat capai puncak 3670 dipukul mundur hingga level 3020 setelah kemarin terjadi net sell senilai -218 milyar. BBCA yang alami volatilitas tinggi dalam 3 hari terakhir pun tak lepas dari aksi jual asing hingga -32 milyar. Investor asing secara selektif masih melakukan aksi beli mini di saham saham seperti BBNI PTBA ADRO CPIN UNTR BRPT  sehingga membuat harganya maik signfikan. Terlihat dari kenaikan BRPT +20%. UNTR +17%  dan PTBA +14%

Pemerintah Mulai Serius Tangani Impact Corona

Akhirnya mulai ada tanda tanda kejelasan pemerintah untuk handle impact corona. Setelah pembentukan Gugus Tugas yang diketuai Donny Monardo, pemerintahan Jokowi akhirnya rilis rencana PERPPU untun pengananan corona dan stabilisasi ekonomi.  Total budget tambahan yang akan digelontorkan untuk atasi pandemi ini 405 trilyun rupiah. Namun semua usulan ini harus mendapatkan persetujuan Dewan yang baru saja memulai masa sidangnya kemarin.

Bagaimana sebaran anggaran ini ?

  1. Rp.75 Triliun untuk bidang kesehatan,
  2. Rp.110 Triliun untuk Social Safety Net,
  3. Rp.70,1 Triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR, serta
  4. Rp.150 Triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional, termasuk restrukturisasi kredit dan penjaminan serta pembiayaan untuk UMKM dan dunia usaha menjaga daya tahan dan pemulihan ekonomi.

Pemerintah Gelontorkan Dana, Sektor Keuangan Banjir Relaksasi

Selain itu dari sisi pengelolaan moneter, Bank Indonesia dan OJK juga telah siapkan beberapa hal untuk membantu stabilisasi sektor keuangan dan mata uang rupiah.

  1. Bank Indonesia telah mengeluarkan kebijakan stimulus moneter…melalui kebijakan intensitas triple intervention, menurunkan rasio Giro Wajib Minimun Valuta Asing Bank Umum Konvensional, memperluas underlying transaksi bagi investor asing, dan penggunaan bank kustodi global dan domestik untuk kegiatan investasi.
  2. OJK memberikan stimulus untuk debitur melalui penilaian kualitas kredit sampai 10 Milyar berdasarkan ketepatan membayar dan Restrukturisasi untuk seluruh kredit tanpa melihat plafon kredit. Restrukturisasi kredit UMKM dengan kualitas yang dapat langsung menjadi lancar.

Potensi Utang Akan Makin Tinggi Untuk Atasi Defisit Melebar

Pemerintah tetap melakukan upaya menjaga pengelolaan fiskal yang hati-hati melalui refokusing dan realokasi belanja untuk penanganan covid-19, melakukan penghematan belanja (belanja K/L maupun TKDD) yang tidak prioritas sesuai perubahan kondisi tahun 2020 – sehingga dilakukan penghematan Rp. 190 Triliun  dan  termasuk realokasi cadangan sebesar Rp. 54,6 Triliun

PERPPU juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya defisit yang diperkirakan akan mencapai 5,07 %. Karena itu perlu relaksasi kebijakan defisit APBN diatas 3 %. Relaksasi defisit hanya untuk 3 tahun (tahun 2020, 2021 dan 2022). Setelah itu kembali ke disiplin fiskal maksimal defisit 3 % mulai tahun 2023.

Beberapa Saham Sudah Punya Support diatas MA20

Kenaikan IHSG selama 4 hari telah membuat beberapa saham telah memiliki support baru yang cukup stabil diatas harga rata-rata 20 hari kebelakang. Ini artinya saham tersebut secara teknikal sudah memulai uptrend jangka pendeknya.

  1. Sektor FINANCE : BBCA PNLF
  2. Sektor MINING : ADRO FIRE INCO INDY PTBA
  3. Sektor TRADE : AKRA MIKA TELE
  4. Sektor CONSUMER : ICBP GGRM INDF KLBF MYOR ULTJ UNVR SIDO
  5. Sektor AGRI : LSIP
  6. Sektor INFRA : EXCL BULL
  7. Sektor PROPERTY : ACST POLL
  8. Sektor BASIC-IND : BRPT

Saham saham tersebut masih  tetap dapat dipantau pergerakannya khususnya untuk memanfaatkan potensi Buy on Weakness saat terjadi koreksi di sekitar area support MA20 nya

IHSG Golden Cross, Namun Butuh 2 Konfirmasi

Secara teknikal 1 indikator cepat yang MACD sudah alami golden cross. Namun untuk memastikan apakah kenaikan akan menjadi hal yang stabil perlu dikonfirmasi oleh dua hal.

  1. Stochastisk saat ini masih berada di rentang 20-50 area mid-oversold.  Artinya masih ada peluang market koreksi dan kemudian turun kembali karena kekuatan bull belum dominan. Bila sudah berada di atas level > 50 maka kekuatan bull menjadi lebih solid.
  2. IHSG saat ini belum berhasil masuk ke area MA20 sebagai support. Artinya index masih terjepit antara EMA7 support dan MA20 resisten.Index masih terkonsolidasi untuk dikonfirmasi apakah akan kembali turun atau malah miliki minor uptrend.

Hari ini index masih akan terkonsolidasi dengan potensi pergerakan di area support 4294 – 4661.

Tone dan Manner IHSG :  Ini Bukan April Mop, IHSG Sudah Golden Cross Secara MACD Kemarin

Potensi Pergerakan :  4294 – 4661

******

Untuk memberikan kemudahan pembelajaran kepada semua investor dan trader saham. Dalam moment market bearish dan imbauan utk tetap di rumah selama penyebaran COVID19, kami akan berikan program baru.

Semua paket pembelajaran online Sahamology kami berikan diskon 50%.

Harga lama utk buku dan video tutorial yang awalnya 499,000 kami turunkan menjadi 249,000

Dapatkan melalui Offical Store kami di Tokopedia http://tokopedia.com/bukusaham

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *