IHSG kembali gagal tembus resisten psikologis 6000 untuk kedua kalinya.

Walaupun sempat capai level 6004 pada perdagangan hari Jumat namun index belum mampu bertahan di atas level 6000 setelah alami sideways sepanjang siang dan sore pada level 5993 – 5999. Ini merupakan percobaan kedua setelah hari Kamis pun tidak berhasil. Sektoral yang mixed dan rendahnya value perdagangan membuat IHSG masih terkonsolidasi mencari arah. Beruntung index sudah sedikit berada di atas level EMA7 sehingga dapat menjadi pertanda awal potensi uptrend mikro.

Market masih belum memiliki tenaga setelah jumlah saham yang naik dan yang turun nyaris berselisih tipis : 169 lawan 184. Sektor pun masih berimbang dengan 6 sektor naik dan 4 sektor turun. Kenaikan INFRA  +1.2%  diimbangi oleh penurunan MISC-IND -1.0% sehingga membuat index hanya naik +0.21% atau +12.46 point. Value perdagangan pun hanya capai 5.596 trilyun jauh lebih rendah dari hari Kamis yang capai 7 trilyun, apalagi jumlah saham yang dipertukarkan hanya 52.9 juta lot lebih. Dari 10 saham unggulan, 3 alami koreksi ASII UNVR HMSP sedangkan 3 lainnya tetap dan hanya 4 yang naik. Ini tandakan masih ada kegalauan di market sikapi perkembangan global yang cenderung naik turun berganti sentimen.

Asing pun catatkan penjualan bersih mini -50.9 milyar di Pasar Regular. Hanya catatkan small inflow di sektor INFRA +62 milyar dan FINANCE +17 milyar. Saham saham unggulan yang masih banyak dikoleksi adalah BBCA +245 milyar dan TLKM +63 milyar. Sedangkan yang dilepas paling banyak adalah BBRI -247 milyar dan UNVR -37 milyar. Belum ada lagi catatan inflow yang besar karena asing masing lakukan profit taking di saham saham yang sudah naik selama 4 hari terakhir.

Catatan jumlah korban yang sudah dekati level 900 orang meninggal akibat virus corona dan masih terus bertambahnya mereka yang terinfeksi membuat market sedikit berhati hati. Jumlah kematian harian bertambah dari level 35 per hari menjadi lebih dari 80 per hari, angka ini sudah melebih jumlah kematian akibat virus SARS di tahun 2002-2003. Market mencermati dampaknya terhadap output manufaktur di China yang terganggu oleh terisolasinya sekitar 60 juta warga China di kota kota utama propinsi Hubei. DOW ditutup turun nyaris -1% atau -277 point dalam perdagangan hari Jumat, index volatilitas juga mulai merangkak naik ke 15.47 dari level normal 13. Minyak yang merupakan komoditas paling berpengaruh dalam aktivitas manufaktur turun -1% dan berada di bawah level harga  USD 50 per barrel. Harga emas kembali merangkak naik di level USD 1577 per troy ounce karena investor kembali memburu logam mulia ini sebagai safe haven.

Hari ini index diperkirakan masih akan tertekan dan mencari arah. Ada potensi index terkoreksi dan terkonsolidasi  membentuk puncak lower high (LH).  Bila puncakan ini terbentuk maka support yang menjadi  target harus lebih tinggi dari 5877 selama konsolidasi. Area pergerakan IHSG : 5962 – 6032

Tone dan Manner perdagangan hari ini : Korban Corona Lampaui SARS, Market Lakukan Assessment Pengaruh Ekonomi China. Index Masih Akan Tertekan

Potensi Pergerakan :  5962 – 6032

Artikel ini telah terbit di situs TETRA X CHANGE pada url https://tetraxchange.id/2020/02/korban-corona-lampaui-sars-market-lakukan-assessment-pengaruh-ekonomi-china-index-masih-akan-tertekan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *