Saham BBRI masih bisa mendatangkan keuntungan bagi investornya setelah berencana bagi dividen Rp 168 per lembar tahun ini. Tapi kok harga nya malah terkoreksi jelang pengumuman hasil RUPST ?

Kekuatan bull mulai tampak di perdagangan kemarin, walaupun di awal pembukaan index sempat mampir di zona merah 5856 namun melaju kencang hingga paruh waktu sesi 2 diatas level 5900. IHSG lalu terstabilisasi setelah masih ada 146 saham yang ditutup turun saat 219 lainnya alami kenaikan. Penutupan kemarin membuat IHSG makin menjauh dari level support 5843 dan terapresiasi +19.43 point yang setara dengan +0.33%.

Namun kenaikan kemarin masih menyisakan PR tambahan karena belum berhasil breakout level resisten EMA7 di 5902. Bentukan wick/shadow atas tandakan tekanan jual masih ada khususnya pada sektor FINANCE yang kemarin menjadi satu satunya sektor yang merah -0.34% pada saat 8 sektor lainnya melaju. Dorongan terbesar untuk IHSG kemarin berasal dari sektor PROPERTY dan BASIC-IND yang melejit  +1.4% dan +1.8%.  

Saham BASIC-INDUSTRY Jadi Pendorong IHSG

Sektor industri dasar merekah setelah saham saham unggulan seperti INKP dan BRPT naik diatas +3% sedangkan JPFA TKIM INTP terapresiasi lebih dari +2%. Saham sektor property membaik setelah kebanyakan saham BUMN Karya konstruksi dan pengembang perumahan melejit . WSKT PTPP SMRA CTRA BSDE naik lebih dari +5% , sedangkan saham unggulan lain seperti PWON +4.34% dan WIKA +2.5%.

Investor asing alih alih mendukung penguatan IHSG malah lakukan profit taking dengan net sell hingga -359 milyar di pasar regular. Angka ini masih lebih rendah dari hari Senin yang capai -755 milyar. Sektor FINANCE menjadi yang paling banyak dibuang hingga -264 milyar dengan BBCA -188 milyar dan BBRI -98 milyar jadi sasaran net sell utama selain UNTR BBNI HMSP dalam skala yang lebih rendah. Sebagai gantinya asing kembali masuk ke sektor INFRA +67 milyar, MINING +47 milyar dan PROPERTY +32 milyar dengan target pembelian pada saham saham BMRI, TLKM. MDKA dan BRPT.

Jelang Bagi Dividen Saham BBRI Malah Terkoreksi Bersama BBCA dan BMRI

Kenaikan IHSG harusnya bisa lebih tajam  bila saham saham perbankan Top 3 seperti BBCA BBRI dan BMRI tidak alami koreksi. Saham BBRI yang sempat capai level tertinggi 4500 akhirnya harus terkoreksi -70 point ke level 4400 jelang hasil RUPST yang dilakukan kemarin. Salah satu point dari RUPST adalah distribusi 60% dari laba bersih 2019 menjadi dividen senilai Rp 20,6 trilyun yang setara dengan Rp 168 per saham. Dibandingkan dengan perolehan 2018 dimana dividen yang dibagikan Rp 132 artinya terjadi kenaikan hingga +27% per saham. Yield dividen BBRI dengan gunakan harga penutupan kemarin setara dengan value +3.8%. BBRI saat ini posisi tepat berada di support 4400, bila berhasil memantul maka jalur naiknya adalah 4490-4560-4590.  Secara trend pendek saham ini masih downtrend dengan posisi candle dibawah EMA7 dan MA20, namun diharapkan dengan kabar dividen ini akan menjadi peluang untuk potensi rebound.

Salah satu kejutan lain dari sektor FINANCE adalah lanjutan reboundnya saham BBTN  setelah sentuh level support 1675 saham ini terus melaju break area resisten 1885.Memantulnya saham BBTN ini sekaligus breakout level resisten yang ada EMA7, MA20 dan horizontal 1885. Jadikan level 1885 ataupun 1880 (MA20) sebagai trailing support untuk proteksi profitnya bila stochastic gagal crossing level 50.

Index hari ini masih akan mencoba menguat untuk masuk kembali memiliki support EMA7 diatas 5902. Beberapa saham lain yang masih dapat diperhatikan adalah di luar  yang telah dimention adalah CPIN ERAA PTBA HOKI INTP ITMG ISAT SCMA dan SMSM. Kondisi stochastic yang sudah mulai terjadi golden cross di level < 20 oversold dapat menjadi signal awal rebound lebih stabil untuk bentuk lower high. Masih bagusnya MACD histogram dengan arah positif jadi signal tambahan bahwa potensi penguatan masih terjadi.  Potensi area gerak IHSG pada rentang 5832 – 5934.

Tone dan Manner IHSG : Jelang Bagi Dividen 168 per lembar BBRI Malah Terkoreksi, Gimana Peluangnya ?

Potensi Pergerakan :  5832 – 5934

Masih baru di bisnis transaksi saham baik untuk investasi maupun trading ? Gak puas dengan performa sekuritas yang sekarang ? Baca 4 hal yang perlu diketahui sebelum memutuskan membuka akun baru saham di sekuritas  https://sahamology.id/2020/02/18/cek-4-hal-ini-sebelum-buka-rekening-saham/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *