Mengekor kondisi market regional yang mayoritas tertekan karena faktor Wall Street, IHSG ditutup turun -1.8% ke level 5149.37 di perdagangan kemarin. Hampir semua sektor merah dengan MISC-IND dan AGRI menjadi yang paling banyak koreksi hingga -3.57%. Index hanya sisakan PROPERTY yang hijau itupun karena pengaruh anomali dari naiknya saham POLL +25% dimana saham ini punya bobot 14.6% terhadap sektor property. Walaupun semalam Wall Street ditutup rebound, namun rencana penerapan kembali PSBB di DKI akan jadi penghambat moncernya pantulan IHSG hari ini.

Dalam perdagangan kemarin pukulan terhadap IHSG cukup telak. Jumlah saham yang naik hanya 83 saja, sedangkan yang turun lebih dari 4x lipatnya di 377 saham. Dari 10 saham yang masuk dalam jajaran Top Mover, 9 ditutup merah dan 1 ditutup stagnan yaitu SMMA karena kurang likuid. ASII BBRI dan BMRI menjadi yang paling dalam turunnya hingga -4.39% dan tekan IHSG ke bawah.

Aksi jual asing juga masih tinggi namun mulai terbatas. Kemarin total outflow mencapai -630 milyar di pasar regular dan tunai. Kontribusi net sell dari pasar regular capai -591 milyar. Saham saham unggulan yang paling banyak tertekan masih itu itu saja. Kalau tidak BBRI ya TLKM. BBRI -128 milyar. BMRI -89 milyar dan TLKM -83 milyar. Sedangkan saham yang mendapatkan inflow asing kemarin adalah TOWR +40 milyar CTRA +13 milyar dan HMSP +12 milyar.

Detail Market Summary Rabu 9 September 2020

Hindari Terlebih Dahulu Sektor TRADE dan PROPERTY Selama Periode PSBB

Terus tingginya kasus COVID di DKI Jakarta akhirnya memaksa pemerintah daerah untuk melakukan kembali PSBB seperti awal masa pandemi. Keputusan ini diambil setelah positivy rate di Jakarta masih tinggi di level 13.2%. Kemarin penambahan pasien positif di Jakarta mencapai 1026 orang. Data ini berasal dari 7923 orang yang ditest PCR dengan hasil 6897 negatif dan 1026 positif. Walaupun angka ini relatif lebih rendah dari level nasional yang mencapai 18% tetap menjadi sebuah ancaman mengingat ukuran keberhasilan dalam containment pandemi adalah 5% positivity rate.

Pemerintah DKI akhirnya mengambil keputusan untuk melakukan kembali PSBB mulai Senin tanggal 14 September 2020. Aktivitas bisnis dan sosial akan kembali di batasi. Hanya 11 business area yang bisa tetap menjalankan aktivitas sedangkan yang lain alami pembatasan. Penerapan ganjil genap kendaraan ditiadakan dan kantor diharapkan untuk melakukan WFH sampai ada perbaikan dari penurunan kasus COVID di DKI.

Penerapan PSBB jelas akan punya impact negatif kepada beberapa sektor khususnya jasa retail dan property. Aktivitas hiburan akan ditutup, restaurant tidak diperkenankan untuk menerima pelanggan untuk makan di tempat. Usaha yang masih boleh untuk bekerja di kantor antara lain perusahaan layanan kesehatan, energi, telekomunikasi, keuangan, logistik, konstruksi, utilitas, industri strategis, perhotelan, dan pemenuhan kebutuhan sehari hari (kelontong, mini market, supermarket).

Analisis Daily Chart Sektor TRADE

Keputusan ini memang berat bagi sektor TRADE yang sebagian di isi oleh sektor retail eceran. Bahkan sektor ini sudah alami TRIPLE TOP di daily chart timeframe menungu kepastian arah trend turunnya. Bila sektor ini break neck line 626 makan bisa turun hingga level 610. Untuk sementara waktu hindari saham saham yang sensitif terhadap PSBB seperti MAPI ACES RALS LPPF PZZA FILM karena dalam jangka pendek pasti akan ada penurunan trafik ke store.

Dalam kondisi seperti ini kita fokus ke saham saham unggulan yang masih trend naik. Catat ya trend naik. Gimana cara melihatnya ? Cek apakah saham tersebut masih berada di atas area strong uptrend MA20 weekly. Saham seperti TLKM tidak termasuk karena dia sudah berada dibawah MA20 weekly sejak Oktober 2019. Jadi trendnya masih tetap turun, minimal sideways down.

Analisis Weekly Chart Saham TLKM

IHSG Di Bibir Lower Bollinger : To Rebound or Not To Rebound ?

Semalam Wall Street alami rebound masif setelah aksi jual besar besaran saham teknologi selesai untuk sementara. Saham TESLA yang sempat alami drop hingga -21% semalam memantul setengahnya kembali +10.92%. Saham tech lain seperti Microsoft dan Apple  juga alami rebound +4.26% dan +3.99%. Saham milik orang terkaya di dunia Jeff Bezos juga memantul +3.77% di perdagangan yang ditutup pagi ini. Secara serempak tiga index utama Wall Street ditutup di zona hijau. DJIA +439 point, S&P +2.01% dan NASDAW +2.71%. VIX sebagai indikator volatlity dan fear market kembali mereda dan close dibawah level 30 atau -8.42%.

Harga emas dan minyak kembali naik seiring dengan pelemahan USD terhadap Euro. Mata uang Paman Sam  turun dari level tertingginya selama 4 pekan. Kini EUR kembali pada level 1.181 per USD nya. Sedangkan harga oil masih tetap dibawah level USD 40 per barrel yaitu USD 37.78. Emas walaupun naik belum bisa kembali ke level USD 1980-2000 per troy ounce. Kini harga logam mulia ini berada di level USD 1954 per troy ounce nya.

Hari ini mengekor ke penguatan Wall Street ada peluang IHSG dan regional memantul. Apalagi kondisi dari IHSG sudah masuk ke zona oversol dan kemarin tutup memantul diatas level lower bollinger band 5147. Ada potensi IHSG alami gap up di awal pembukaan market dan kemudian terstabilisasi karena faktor penerapan PSBB pekan depan.  Bila kita berkaca pada periode Mei lalu sebelum terjadi rally panjang, IHSG sempat alami kondisi yang sama dengan kemarin. Sehingga bila skenario ini berhasil maka index ada potensi untuk memantul

Analisis Daily Chart IHSG

Banyak saham yang kemarin melemah sehingga hari ini dapat menjadi kesempatan untuk melakukan buy on weakness saat terjadi pantulan. Check saham saham yang hari ini kembali berada diatas level support early trend baik MA5 maupun EMA7 untuk trading jangka pendek. Top picks masih di saham saham market mover  : BBCA BBRI BMRI BBNI UNVR HMSP GGRM  ASII TPIA CPIN ICBP INDF dan UNTR

Tone dan Manner Hari Ini : Penerapan PSBB (Lagi) Di DKI Dapat Batasi Reboundnya IHSG

Support – Resisten  :  5086 – 5247

Video Edukasi Sahamology

Dapatkan video video edukasi terbaik SAHAMOLOGY di situs www.tetrasaham.com/vod  Ketinggalan workshop mini class ? Bisa beli videonya dengan skema rental 30 hari

Ikut workshop tapi lupa beli paket dengan playback ? Bisa juga beli Video On Demand nya. Murah banget. Cuma Rp 100.000 dengan rata rata durasi 2 jam edukasi

Topiknya mulai dari Scalping, Psikologi Trading, Investasi dan Fast Trading.

Download dan install update terbaru ini dari link http://onelink.to/tetrasaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *