Penulis: Gembong Suwito ( Direktur Edukasi dan Investasi SAHAMOLOGY

Tanggal publish: Senin, 21 November 2022 

Investment Outlook 21-25 November 2022. IHSG masih bergerak Sideways sebelum periode Window Dressing 2022 . Simak review dan prediksi IHSG, rekomendasi saham , reksa dana, obligasi hingga P2P lending berikut. 

IHSG Review: Hasil G20 membawa sentimen Positif untuk Indonesia  

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan hari jumat (18/12) ditutup berhasil menguat tipis sebesar 37.19 Poin atau 0.53% pada level 7082. IHSG dibuka pada 7045 sempat mengalami penurunan ke 7027 setelah itu sesi satu dan dua terus mengalami kenaikan dengan batas tertinggi di 7094 serta ditutup pada 7082. Dengan nilai transaksi sebesar 11 Trilyun dan market caps Rp 9504. Selama seminggu kemarin IHSG masih mengalami penurunan tipis hanya 7 poin atau -0.1%. Beberapa Point utama yang terjadi pada minggu kemarin yaitu :  

  • BI kembali Menaikkan SUku bunga acuan 50 Bps menjadi 5,25% untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.  

Rapat dewan Gubernur ( RDG) Bank Indonesia pada 16-17 November 2022 memutuskan kembali menaikkan BI 7 Days Repo Rate ( BI7DRR) sebesar 50 basis menjadi 5.25% , suku bunga Deposit Facility sebesar 4,5% dan suku bunga lending facility sebesar 6%. Keputusan kenaikan suku bunga acuan tersebut sebagai langkah awal kebijakan antisipatif BI untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang masih tinggi dan memastikan inflasi inti kedepan kembali dalam sasaran 3 +- 1% lebih awal yaitu ke paruh pertama 2023 , serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya akibatnya kuatnya mata uang dollar AS dan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.  

  • Dampak ekonomi Presidensi G20 pada Indonesia  

Indonesia telah berhasil menggelar event internasional yaitu Presidensi G20 di Bali pada November minggu kemarin. Indonesia mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah atau presidensi kali ini adalah yang pertama sejak menjadi anggota G20 yang dibentuk pada tahun 1999. Ribuan delegasi negara -negara G20 dan tamu undangan telah hadir dan memberikan dampak nyata untuk ekonomi indonesia. Menurut Menteri keuangan Sri Mulyani , event G20 akan menciptakan Kontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp 7,4 trilyun pada PDB Indonesia. terjadi peningkatan konsumsi Domestik hingga Rp 1,7 Trilyun dan dari sisi Pariwisata , menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif Sandiaga Uno menyebut gelaran G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta -3,6 juta dan 600 ribu lapangan kerja baru di topang kinerja bagus sektor kuliner , fashion dan kriya.  

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin ( 14-18 November 2022 )  

No Sektoral Senin (14/11) Jumat (18/11) Perubahan % Perubahan 
IDXFinance 1.501,22 1.504,72 3,50 0,23% 
IDXBasic 1.318,27 1.290,53 27,74 -2,10% 
IDXEnergy 1.980,57 1.992,78 12,21 0,62% 
IDXCyclic 886,24 884,09 2,15 -0,24% 
IDXNonCyclic 724,78 732,11 7,33 1,01% 
IDXHealth 1.481,03 1.483,66 2,63 0,18% 
IDXProperty 698,95 692,36 6,59 -0,94% 
IDXTechno 6.940,86 6.878,07 62,79 -0,90% 
IDXInfra 925,11 905,64 19,47 -2,10% 
10 IDXTrans 1.808,41 1.801,24 7,17 -0,40% 
11 IDXIndustri 1.227,53 1.223,07 4,46 -0,36% 
IDX30 533,92  531,12  2,80 -0,52% 
LQ45 1.012,94  1.009,51  3,43 -0,34% 
IHSG 7.089,20  7.082,18  7,02 -0,10% 

Sumber: IDX  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan seminggu kemarin ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 7 poin atau -0.10%. hal ini sejalan dengan arah indeks LQ45 yang turun sebesar -0.34% dan Indeks IDX30 yang juga turun -0.52%. dari 11 sektor penyusun IHSG , 7 sektor yang mengalami penurunan yang dipimpin oleh Infrastruktur yang turun sebesar -2.1% terutama saham TLKM , dan sektor bahan baku ( basic) yang turun -2.10%. sedangkan sektor yang mengalami kenaikan ada 4 serktor yang dipimpin oleh sektor Noncyclic ( konsumer primer ) sebesar 1% dan sektor energy yang mengalami teknikal rebound dan naik sebesar 0.62%. secara umum minggu kemarin , IHSG masih bergerak sideways di rentang 6950-7100.  

Investor Asing 

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG  

Berdasarkan data RTI, investor asing (foreign) pada penutupan bursa hari Jumat (18/11) melakukan aksi pembelian bersih (Net BUY) sebesar Rp 642 Milliar yang terdiri dari Pembelian  bersih ( Net BUY) Rp 401 Miliar di pasar reguler dan pembelian bersih (Net buy) sebesar 240 Milliar di Pasar Negosiasi dan Tunai. Selama seminggu kemarin Investor asing telah melakukan penjualan bersih ( Net sell)  sebesar Rp -2,84 Trilyun di seluruh pasar. Selama sebulan Investor asing walaupun di seluruh pasar  mengalami pembelian bersih  ( net buy) sebesar Rp 1,29 Trilyun,   Secara awal tahun hingga data kemarin ( Ytd ) Investor asing sudah masuk sebesar Rp 76,72 Trilliun yang merupakan tertinggi sepanjang 5 tahun terakhir.   

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar dalam Mingguan (Dibeli Asing)  

Sumber Data: RTI Business 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian oleh investor asing adalah saham Indotambangraya Megah (ITMG) sebesar 94 Miliar , Adaro Miniral indonesia (ADMR) senilai 58 Milliar , Sumber alfaria Trijaya alias alfamart sebesar 49 Miliar , saham Indofood sukses makmur ( INDF) sebesar 33 Miliar dan saham Merdeka Copper Gold (MDKA) sebesar 32 Miliar,  

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing) 

Sumber Data: RTI Business 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham Telkom sebesar 808 Miliar  ( saham telkom dalam seminggu ini masih terus di distribusikan oleh asing ) , saham bank mandiri BMRI sebesar 582 Miliar , saham bank BCA sebesar 479 Milliar , saham Astra Internasional ( ASII) sebesar 270 Miliar dan saham Bank BRI sebesar 267 Miliar. Investor asing banyak menjual saham bluechip pada minggu kemarin .  

Invesment Outlook: IHSG Minggu Ini (21-25 November 2022 ) 

IHSG masih akan mengalami konsolidasi dengan pergerakan di range 7200 dan 6900 pada mingu ini . secara outlook masih bergerak Sideways.  

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market 

Data Global: 

Sumber: Investing.com 

Data global yang menjadi fokus minggu ini banyak data ekonomi seperti data izin perumahan , data manufaktur dan data tenaga kerja AS.  

Rekomendasi Saham  

Secara global terkait inflasi AS yang terus mengalami penurunan semakin kita membuat optimis bahwa akan terjadi windows dressing pada bulan desember 2022 dan januari efek di 2023. Penurunan pada saham-saham Bigcaps atau bluechip membuat kita semakin senang untuk melakukan akumulasi pembelian bertahap hingga akhir November 2022.  

  1. BBRI  

Rilis laporan keuangan Q3 BBRI yang mengalami kenaikan laba secara signifikan yaitu mengalami kenaikan sebesar 103% dari 19T menjadi 39 T menjadi katalis positif untuk kenaikan BBRI. Kita melakukan akumulasi Beli jika dibawah 4600-4500 dengan target 4800-4900 pada desember 2022.   

  1. INDF  

Kita menambah INDF dengan pembelian bertahap di 6500 dan 6400 dengan target profit di 7000 pada desember 2022.  

  1. INTP  

Akumulasi pembelian di 9900-9800 dengan target 11000 dan 11.500  

  1. ITMG 

Pembelian bertahap di 38.000 dan 37.000 dengan target 42.000-43.000 pada saat Desember 2022.  

Investment Outlook: Reksa Dana 

Berikut rincian pergerakan reksa dana indeks basis LQ45, IDX30, dan JII: 

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45  

Indeks LQ45 teknikal rebound ke resisten 1020-1030 sedangkan batas supportnya di 1000. Secara outlook masih sideways 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 

IDX30 akan teknikal rebound target resisten di 535-540. Sedangkan batas supportnya di 520 dan 510. Secara Outlook masih Sideways.  

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks (JII) 

JII mengalami teknikal rebound dengan target resisten di 620-625 sedangkan batas suport masih di 600, secara outlook masih sideways.  

Rekomendasi Reksa Dana 

Berikut ini merupakan produk reksa dana yang unggul atau memiliki kinerja lebih baik (aktif) dibandingkan dengan market (YtD). 

Reksa Dana Saham  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas IHSG  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 9-15%  
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan  

Reksadana Saham 

Sumber: Indopremier per 20 November 2022 

Rata-rata reksa dana yang kinerjanya bagus adalah reksa dana yang penempatan di saham-saham medium small dengan karakter jenis aktif pengelolaannya. Untuk bluechip saham-sahamnya mulai turun.  

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS  

  • Panin Dana maksima : Jenis reksa dana aktif  yang pengelolaannya akitf pada saham-saham Value investing. Kemarin group panin naik tinggi sehingga reksadana ini mengalami kenaikan yang signifikan. Contoh penempatan di Saham PNBN , PNLF , DLTA , UNTR, BUMI dan ADMF terutama Group Panin yang naik 

Reksa Dana Campuran 

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 7-12%  

Sumber: Indopremier 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS  

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%.  

Top holding sahamnya: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.  

  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57%, obligasi 39,58% dan cash sebesar 3% sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM , ASII. 

Reksa Dana Pendatapan Tetap  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 4-6%  

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil. 

Oleh karena itu, kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.  

Reksa Dana Pasar Uang  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD)   
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M  
  • DrawDown (DD): 0-0,5%  

Sumber: Indopremier 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi swasta lebih banyak. 

Investment Outlook: Obligasi 

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun: 

Sumber: CNBC 

Secara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun kembali mengalami adjustment ke 7.04% setelah The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan 0.75% sejalan dengan ekspektasi market. Dan BI menaikan suku bunga acuannya menjadi 5.25%. sudah dapat mencicil Obligasi FR dengan secara bertahap.  

OBLIGASI NEGARA SUKUK TABUNGAN ( ST009) 

Sudah habis diborong oleh para Investor ritel..Obligasi negara tahun 2023 yang akan terbit range kupon di 6.25-6.75%,  

Investment Outlook: Peer-to-Peer (P2P) Lending 

Kebijakan pajak di P2P lending telah diatur oleh pemerintah dengan Peraturan Menteri keuangan (PMK) No 69 Tahun 2022.  

Tarif P2P dikenakan pasal 23 yaitu bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT) tarif pemotongannya adalah 15% bagi yang memiliki NPWP dan yang tidak mempunyai NPWP akan dikenakan sebesar 30% dari return-nya.  

Sifat pajak atas punya P2P lending ini bersifat tidak final yang artinya para lender (investor) perlu tetap melaporkan pendapatan bunga dari platfom P2P lending serta melampirkan bukti potongnya saat pelaporan SPT Tahunan. Sementara tidak masuk ke instrumen P2P dulu karena adanya trend kenaikan telat bayar atau pelunasan di percepat. Jika menggunakan P2P disarankan menggunakan Fitur Robo walaupun tingkat bunga lebih rendah di 8-9% p.a 

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 99-100%. 

No  Nama Perusahaan P2P  Jenis P2P  Range Return p.a TKB90 Minimal Invest (Rp) 
Asetku  Konsumtif  10-12% 100% 100.000 
AKseleran Produktif ke UMKM 10-15% 99.43% 100.000 
Koinwork  Produktif ke UMKM 10-15% 98,94% 100.000 
ALAMI Produktif ke UMKM basis Invoice ( syariah) 12-15% 100% 500.000 

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.  

Disclaimer ON:  

Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)! 

Untuk download versi E-book