Tidak ada hijau yang tersisa dari market global dan regional, semuanya merah. Demikian  gambaran yang paling tepat kondisi market kemarin dan semalam. IHSG turun -1.27% atau -75.20 point setelah seluruh sektor yang ada merah seharian sejak pembukaan. Harap tenang dan tidak galau dengan kondisi ini.

Index alami tekanan underpsikologi ketika bel dibunyikan tanda market buka. Jumlah saham yang turun 320 lebih dari 3x lipat jumlah saham naik 100. Dari Top 10 market mover IHSG walaupun masih ada dua yang masih hijau yaitu TPIA dan ICBP tidak mampu imbangi tekanan dari 8 saham lain yang koreksi. UNVR dan BBNI menjadi dua saham yang paling tertekan dan turun -3.66% dan -2.57%.

Secara teknikal index telah membentuk pola downtrend setelah breakdown level support 5865 – 5843. Stochastic kekuatan bear sekarang mendominasi setelah %K berada dibawah %D line. Selain itu MACD histogram mulai ke arah negatif dan garis signal MACD berimpitan memulai dead cross.

Ketakutan Pandemi COVID19 Jalari Bursa Global

Concern global  terhadap merebaknya kasus COVID19 di Italy, Iran dan Korea betul betul hantam market global. Beberapa kekhawatiran terhadap impact secara ekonomi Europe membuat index STOXX600 yang berisi konstituen 600 dari bursa negara Eropa terkoreksi -3.79%. Hal ini mengingat Italy adalah negara dengan kekuatan ekonomi nomor 3 setelah Jerman dan Prancis yang menopang keseluruhan EU.

Berikut adalah beberapa impact dari ketakutan global market terhadap penyebaran COVID19 yang sebentar lagi akan dinyatakan sebagai pandemi global

  1. DOW turun -1031 point atau -3.56%, S&P 500 terkoreksi -3.35% dan NASDAQ anjlok -3.71%
  2. Index volatility VIX naik +46.55% ke level 25.03. Level normal uptrend adalah di 13, dengan VIX diatas 20 dapat dikatakan market USA alami downtrend minor
  3. Market cap saham saham sektor teknologi seperti FAANG Facebook Apple Amazon Netflix dan Google turun USD 238 milyar atau setara dengan Rp 3.284 trilyun atau setengah dari market cap total IDX
  4. Harga acuan minyak mentah WTI turun -3.65% ke level USD 51.43 per barrel.
  5. Harga spot emas sempat capai level tertinggi USD 1688 per ounce dan menjadi level tertinggi selama 7 tahun sejak Januari 2013

Hari ini index diproyeksikan masih akan tertekan dan alami under psikologis di awal perdagangan. Index berpotensi uji support 5767 untuk lanjutan downtrendnya.

Tone dan Manner IHSG : Harap Tenang Sedang Banyak Ujian (di Bursa Saham)

Potensi Pergerakan :  5700 – 5850

Kabar yang muncul dari bursa saham setiap hari selalu bikin sakit kepala. Belum kelar urusan Jiwasraya dan ASABRI, lanjut ke blokir beberapa rekening milik manajer investasi dan asuransi sehingga membuat likuiditas market sepi.  Di tambah lagi sentiment negative tentang penyebaran virus corona yang sekarang tidak hanya mewabah di China tapi sudah menjadi outbreak di Korea Selatan dan Italy.

Ini kah saatnya menjadi dividen hunter ?  Yuk cek saham saham yang potensi bagi dividen sebagai pengobat duka lara https://sahamology.id/koreksi-market-saatnya-buru-dividend/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *