Investment Outlook:  

Penulis: Gembong Suwito ( Direktur Edukasi dan Investasi SAHAMOLOGY

Tanggal publish: Senin, 7 November 2022 

Investment Outlook 7-11 November 2022. Fundamental Ekonomi Indonesia (GDP) masih diatas 5% . Simak review dan prediksi IHSG, rekomendasi saham , reksa dana, obligasi hingga P2P lending berikut. 

IHSG Review: Welcome November : Dominan Negatif IHSG secara Statistik?? 

Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) pada perdagangan hari jumat (4/1) ditutup berhasil menguat tipis sebesar 10.95 Poin atau 0.16% pada level 7045. Meskipun dibuka pada zona merah , Indeks harga saham gabungan berhasil teknikal rebound , dengan dibuka pada 7034 dan sempat mengalami penurunan hingga di 6973 dengan nilai transaksi perdagangan sebesar Rp 12.14 Trillun. Nilai Market Caps IHSG sudah di Rp 9373 Trilliun. Yang dikhawatirkan Market Global yaitu Kenaikan Agresif Suku bunga Acuan The Fed sebesar 75 basis atau 0.75% sudah diumumkan pada awal November ini.   

Hal yang menjadi Fokus Pelaku pasar minggu kemarin adalah :  

  • The Fed menaikkan suku bunga 75 Basis ke Level tertinggi 14 Tahun.  

Bank Sentral Amerika Serikat ( The Fed) kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis menjadi 3.75-4% pada Rabu (2 November). Ini menandai kenaikan suku bunga ke 4 berturut-turut , mendorong biaya pinjaman ke level tertinggi sejak 2008. Keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar. Adapun agresifnya The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan bertujuan untuk mengendalikan inflasi ke target 2% yang pada bulan september masih di 8.2%secara tahunan atau masih berada pada kisaran level tertinggi dalam 40 tahun. Pembuat kebijakan juga mengatakan bahwa kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai dan mereka akan memperhitungkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi serat perkembangan ekonomi dan keuangan. Pernyataan itu bisa menandakan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada bulan desember , Namun , Powell menegaskan mungkin diperlukan tekad dan kesabaran untuk mampu kenurunkan inflasi.  

  • Inflasi Indonesia pada bulan Oktober 2022  5.71 YoY lebih rendah dari perkiraan awal.  

Berdasarkan data badan pusat statistik (BPS) , Indeks harga konsumen (IHK) pada bulan oktober 2022 mengalami Deflasi sebesar 0.11% (mtm) lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan awal maupun inflasi bulan sebelumnya yang tercatat 1.17% (mtm). Realisasi inflasi yang lebih rendah dari perkiraan awal tersebut sejalan dengan dampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap kenaikan inflasi kelompok pangan dan kelompok harga yagn diatur oleh pemerintah.  

Data Statistik IHSG selama 10 tahun terakhir : ( November dominan merah , saatnya pembelian secara bertahap) dengan tujuan desember window dressing dan Januari Efek.  

Kinerja Sektoral IHSG Minggu Kemarin ( 31 Oktober – 4 November )  

No Sektoral Senin (31/10) Jumat (4/11) Perubahan % Perubahan 
IDXFinance 1.488,64 1.474,82 13,82 -0,93% 
IDXBasic 1.247,53 1.301,29 53,76 4,31% 
IDXEnergy 2.025,59 2.028,14 2,55 0,13% 
IDXCyclic 864,37 881,97 17,60 2,04% 
IDXNonCyclic 736,95 728,96 7,99 -1,08% 
IDXHealth 1.513,43 1.487,03 26,40 -1,74% 
IDXProperty 691,03 690,56 0,47 -0,07% 
IDXTechno 6.495,62 6.646,05 150,43 2,32% 
IDXInfra 933,41 921,05 12,36 -1,32% 
10 IDXTrans 1.810,64 1.853,71 43,07 2,38% 
11 IDXIndustri 1.285,56 1.244,36 41,20 -3,20% 
IDX30 530,71  529,35  1,36 -0,26% 
LQ45 1.009,69  1.005,98  3,71 -0,37% 
IHSG 7.056,04  7.045,52  10,52 -0,15% 

Sumber: IDX  

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan seminggu kemarin ditutup mengalami penurunan tipis sebesar 10 poin atau -0.15%. hal ini sejalan dengan arah indeks LQ45 yang turun sebesar -0.37% dan Indeks IDX30 yang juga turun -0.26%. dari 11 sektor penyusun IHSG , 6 sektor yang mengalami penurunan yang dipimpin oleh sektor Industri yang turun -3.2% dan sektor kesehatan yang jg turun -1.74% , sedangkan sektor yang mengalami kenaikan ada 5 sektor yang dipimpin oleh sektor basic industri yang naik 4.31% dan sektor teknologi yang naik 2.32%.  

Investor Asing 

Pola Pergerakan Investor Asing pada IHSG  

Berdasarkan data RTI, investor asing (foreign) pada penutupan bursa hari Jumat (4/11) melakukan aksi penjualan bersih (Net Sell) sebesar Rp 186 Milliar yang terdiri dari Penjualan bersih ( Net Sell) Rp 190 Miliar di pasar reguler dan pembelian bersih (Net buy) sebesar 4 Milliar di Pasar Negosiasi dan Tunai. Selama seminggu kemarin Investor asing membeli ( net buy) sebesar Rp 823 Miliar di seluruh pasar. Selama sebulan Investor asing walaupun di pasar reguler mengalami pembelian bersih  ( net buy) sebesar Rp 7.66 Trilliun  Secara awal tahun hingga data kemarin ( Ytd ) Investor asing sudah masuk sebesar Rp 80.51 Trilliun yang merupakan tertinggi sepanjang 5 tahun terakhir.   

5 Saham yang Diakumulasi Asing Terbesar dalam Mingguan (Dibeli Asing)  

Sumber Data: RTI Business 

Pergerakan dari 5 saham yang menjadi akumulasi pembelian oleh investor asing adalah saham Bank BRI sebesar 624 milliar . mulai ada akumulasi asing di BBRI ( mantappp). Bank BCA sebesar 481 Miliar , saham ICBP sebesar 142 Miliar , saham PGAS sebesar 107 Miliar dan saham Bukit Asam ( PTBA) sebesar 105 Miliar.  

5 Saham yang Distribusi Asing Terbesar Dalam Mingguan (Dijual Asing) 

Sumber Data: RTI Business 

Saham yang dijual/distribusi oleh investor asing terbanyak adalah saham Telkom indonesia sebesar 660 Miliar , saham Unilever Indonesia  

Invesment Outlook: IHSG Minggu Ini (7-11 November 2022 ) 

IHSG masih akan mengalami konsolidasi dengan pergerakan di range 7200 dan 6900 pada mingu ini . secara outlook masih bergerak Sideways.  

Data dan Sentimen Kuat Penggerak Market 

Data Global: 

Sumber: Investing.com 

Data global yang menjadi fokus minggu ini banyak data ekonomi yang cukup signifikan adalah data Inflasi AS yang diperkirakan akan di 8% alias mengalami penurunan , sedangkan untuk data Domestik masih di Data GDP Indonesia yang akan dirilis hari ini dengan perkiraan Target diatas 5%.  

Rekomendasi Saham  

Time to akumulasi saham-saham Bluechip untuk minggu ini dengan target Swing Trade sampai akhir desember 2022. Sudah banyak rilis laporan keuangan Q3 yang hasilnya banyak yang bagus sehingga kt semakin percaya diri untuk akumulasi sahamnya.  

  1. BBRI  

Mulai akumulasi pembelian dibawah 4600 ( kita sudah membeli di bawah 4400 namun kita ingin tambah porsi BBRI) dengan target Swing Trade 4800-4900. Mulai ada inflow investor asing di BBRI.  

  1. HRUM  

HRUM mulai akumulasi beli kembali 1600-1610 dengan Target 2000 di desember 2022.  

  1. TLKM 

Akumulasi Telkom tahap kedua setelah tidak mampu untuk jebol support di 4000 , kt melakukan penambahan kemarin di 4090-4150 sehingga rata2 pembelian kita di 4210. Target TP di 4800 pada desember 2022. 

  1. ASII 

Mulai akumulasi beli di 6300-6400 dengan target 7300-7400 pada desember 2022.  

  1. INDF  

Mulai akumulasi beli di 6200 dan 6100 dengan target 7000-7100.  

  1. MDKA  

Akumulasi beli dibawah 4000 dengan taregt 4500-4600 pada desember 2022. Emas mengalami kenaikan di pasar spot.  

Investment Outlook: Reksa Dana 

Berikut rincian pergerakan reksa dana indeks basis LQ45, IDX30, dan JII: 

Reksa Dana Indeks Basis LQ45 dan ETF LQ45  

Indeks LQ45 teknikal rebound ke resisten 1020-1030 sedangkan batas supportnya di 1000. Secara outlook masih sideways 

Reksa Dana Indeks Basis IDX30 dan ETF IDX30 

IDX30 akan teknikal rebound target resisten di 535-540. Sedangkan batas supportnya di 520 dan 510. Secara Outlook masih Sideways.  

Indeks Syariah/Jakarta Islamic Indeks (JII) 

JII mengalami teknikal rebound dengan target resisten di 620-625 sedangkan batas suport masih di 600, secara outlook masih sideways.  

Rekomendasi Reksa Dana 

Berikut ini merupakan produk reksa dana yang unggul atau memiliki kinerja lebih baik (aktif) dibandingkan dengan market (YtD). 

Reksa Dana Saham  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas IHSG  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 200 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 9-15%  
  • Top 20 Manajer Investasi (MI) sisi Dana Kelolaan  

Reksadana Saham 

Sumber: Indopremier per 7 November 2022 

Rata-rata reksa dana yang kinerjanya bagus adalah reksa dana yang penempatan di saham-saham medium small dengan karakter jenis aktif pengelolaannya. Untuk bluechip saham-sahamnya mulai turun.  

Sektoral dan Top Holding Sahamnya Per Data FFS  

  • Panin Dana maksima : Jenis reksa dana aktif  yang pengelolaannya akitf pada saham-saham Value investing. Kemarin group panin naik tinggi sehingga reksadana ini mengalami kenaikan yang signifikan. Contoh penempatan di Saham PNBN , PNLF , DLTA , UNTR, BUMI dan ADMF terutama Group Panin yang naik 

Reksa Dana Campuran 

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Balance Fund Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 7-12%  

Sumber: Indopremier 

Sektoral dan Top Holding Saham dan Obligasinya Per Data FFS  

  • Batavia Dana Dinamis: Alokasi kebijakan investasinya di pasar uang 11%, obligasi perusahaan sebesar 8%, obligasi pemerintah di 19,94% dan saham sebesar 61,03%.  

Top holding sahamnya: BBCA, ARTO, BMRI, BBRI, BTN, BBNI, TLKM.  

  • Schroder Dana Campuran: Portofolio aset alokasi di saham 57%, obligasi 39,58% dan cash sebesar 3% sedangkan untuk top holding perusahaannya adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM , ASII. 

Reksa Dana Pendatapan Tetap  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD) di atas Infovesta Fix Income Indeks  
  • Asset Under Management (AUM): di atas 100 M  
  • Sharpe Ratio: Positif dan semakin tinggi semakin baik  
  • DrawDown (DD): 4-6%  

Reksa dana pendapatan tetap dengan kinerja di atas rata-rata pendapatan tetap yang ada di market karena strategi investasi mereka adalah di obligasi swasta yang dominan diambil. 

Oleh karena itu, kinerjanya lebih bagus dan stabil. Contoh pada FFS di Succor Invest Stable Fund dan Equity Dana Pasti.  

Reksa Dana Pasar Uang  

Kriteria seleksi berdasarkan parameter:  

  • Return 2022: Year To Date (YTD)   
  • Asset Under Management (AUM): di atas 500 M  
  • DrawDown (DD): 0-0,5%  

Sumber: Indopremier 

Penempatan reksa dana pasar uang lebih dominan di obligasi jangka pendek dibandingkan dengan deposito dan penempatan deposito dengan rate bunga yang menarik yaitu ada di Bank buku 1-2 dan porsi obligasi swasta lebih banyak. 

Investment Outlook: Obligasi 

Obligasi Negara tipe FR yang menjadi acuannya adalah FR tenor 10 tahun: 

Sumber: CNBC 

Secara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun kembali mengalami adjustment ke 7.48% setelah The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan 0.75% sejalan dengan ekspektasi market.. sudah dapat mencicil Obligasi FR dengan secara bertahap.  

Investment Outlook: Peer-to-Peer (P2P) Lending 

Kebijakan pajak di P2P lending telah diatur oleh pemerintah dengan Peraturan Menteri keuangan (PMK) No 69 Tahun 2022.  

Tarif P2P dikenakan pasal 23 yaitu bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap (BUT) tarif pemotongannya adalah 15% bagi yang memiliki NPWP dan yang tidak mempunyai NPWP akan dikenakan sebesar 30% dari return-nya.  

Sifat pajak atas punya P2P lending ini bersifat tidak final yang artinya para lender (investor) perlu tetap melaporkan pendapatan bunga dari platfom P2P lending serta melampirkan bukti potongnya saat pelaporan SPT Tahunan. Sementara tidak masuk ke instrumen P2P dulu karena adanya trend kenaikan telat bayar atau pelunasan di percepat. Jika menggunakan P2P disarankan menggunakan Fitur Robo walaupun tingkat bunga lebih rendah di 8-9% p.a 

4 P2P Lending yang mempunyai TKB90 sebesar 99-100%. 

No  Nama Perusahaan P2P  Jenis P2P  Range Return p.a TKB90 Minimal Invest (Rp) 
Asetku  Konsumtif  10-12% 100% 100.000 
AKseleran Produktif ke UMKM 10-15% 99.43% 100.000 
Koinwork  Produktif ke UMKM 10-15% 98,94% 100.000 
ALAMI Produktif ke UMKM basis Invoice ( syariah) 12-15% 100% 500.000 

TKB90 adalah ukuran tingkat keberhasilan penyelenggara P2P dalam memfasilitasi Penyelesaian Kewajiban Pinjam meminjam dalam jangka waktu sampai 90 hari terhitung sejak jatuh tempo.  

Disclaimer ON:  

Sifat dari analisis ini adalah pandangan pribadi penulis berdasarkan pemahaman dan pengalaman , segala instrumen Investasi ada sisi risiko dan potensinya. Do Your Own Research (DYOR)! .

https://designrr.s3.amazonaws.com/ceo_at_temantrader.com_32622/investmentoutlook07-11november2022-3_63688f29.pdf