Market Tunggu Technical Recession Ekonomi Indonesia

Dihantam issue ‘blame game’ Amerika terhadap China sebagai biang keladi COVID19 pandemi, bursa lokal terkoreksi. Awali bulan May 2020, IHSG terpangkas -110 point ikuti trend global yang alami penyusutan. Kekhawatiran Donald Trump akan gunakan kartu tarif untuk ‘hukum; China membuat semua bursa terkoreksi. Good newsnya adalah koreksi tidak disertai dengan nilai transaksi yang besar dan investor asing cenderung tahan diri. Selain itu market masih melihat Indonesia cukup resilient hadapi pandemi coronavirus. Setelah data inflasi kini investor menanti rilis data kontraksi PDB kuartal pertama yang akan dirilis hari ini.

285 Saham Terkoreksi dengan MISC-IND sebagai Motor Utama

Bersama dengan BASIC-IND, ASII sebagai punggawa sektor aneka industri menjadi yang paling besar koreksinya kemarin. Semua sektor turun antara -0.76% hingga -4.62%. ASII sebagai leader MISC-IND dan komponen Top 10 Index Mover jadi yang paling dalam turunnya kemarin hingga -6.23%.  

Jumlah saham yang turun nyaris 3x lipat jumlah saham yang naik dengan perbandingan 285 berbanding 110. Bahkan untuk market mover  IHSG dari 10 saham hanya sisakan BBCA yang menguat sendirian +0.96%. Hal ini tandakan bahwa koreksi yang terjadi kemarin nyaris merata karena sentimen makro dan bukan karena sentimen lokal.

Asing Masih Slow Down Tak Lakukan Aksi Panic Selling

Good newsnya adalah walaupun terjadi koreksi namun value perdagangan hanya dibawah 6 trilyun dan tidak disertai dengan aksi jual asing yang masif. Asing hanya catatkan outflow -121 milyar di dua pasar regular dan tunai negosiasi. Bahkan di pasar tunai negosiasi terjadi inflow +180 milyar.

Another good news terkait aktivitas asing adalah masih tercatat net buy untuk sektor FINANCE yang menjadi pendulum IHSG +97 milyar.  Hal ini berkat masih tingginya net buy di saham BBCA +158 milyar, BTPS +51 milyar, BBTN +17 milyar dan BBNI +16 milyar.  Di sisi lain masih ada tekanan terhadap BBRI dari investor asing hingga -117 milyar.

Fokus Global Bergeser Pembukaan Ekonomi Ketimbang Retorika Trump

Walaupun sejak siang dan sore diproyeksikan Wall Street akan merah merona namun karena ada injection dari saham saham teknologi membuat terjadi reversal. DOW yang diawal sempat merah -300 point ditutup naik +26 point. NASDAQ sebagai pusat perdagangan saham saham teknologi naik tajam +105 point atau +1.23%. Perbaikan sentimen semalam membuat index VIX kembali reda dan turun -3.28% ke 35.97 (VIX bila positif artinya sentimen negatif).

Issue mengenai ‘unattractiveness saham airline” setelah di’lepeh’ oleh Warren Buffet membuat saham 3 airlines utama Amerka terpuruk. Semalam saham Delta, United dan American Airlines terpuruk lebih dari -5% atas komentar owner Berkshire Hathaway. Warren Buffet telah melepas semua holdingnya di saham saham penerbangan dan menyatakannya sebagai kesalahan investasi.

Beruntung turunnya saham Airlines dikompensasi dengan baik oleh saham saham teknologi unggulan seperti Microsoft, Apple, Amazon dan Netflix yang bisa bawa S&P 500 naik +0.43%. Kenaikan index juga ditopang oleh rencana California untuk segera membuka sebagian kegiatan ekonomi non-esential mulai hari Jumat. Kini market terfokus pada perbaikan kondisi ekonomi pasca lockdown.

Walaupun Turun, Index Masih Terkonsolidasi Tanpa Lower Low

Kemarin turunnya IHSG -2.35% sangat mengagetkan sebagian investor apalagi yang sudah melakukan pembelian di hari Kamis saat index melejit +3%. Namun koreksi index kemarin tidak membuat index membuat lower low. Index masih berada dalam rentang konsolidasi 4567 – 4726.

Selain itu candle closing kemarin masih berada di atas level EMA7 sebagai support minor 4594.Stochastic masih tandakan kekuatan bull ketimbang bear dengan %K telah menyebrang ke zona > 50 Mid Overbought. Hanya saja MACD histogram sedikit mengarah ke direction negatif sehingga perlu sedikit waspada.

Hari ini market menanti data ekonomi PDB kuartal 1 2020. Banyak analis memproyeksikan akan terjadi kontraksi PDB/penyusutan karena imbas COVID19. Pertumbuhan QoQ diproyeksinya -1.27% dan YoY menjadi 4.04%. Kontraksi PDB selama dua kuartal berturut turut menjadi pertanda secara teknikal Indonesia telah terjadi resesi.

Index hari ini akan bergerak mixed dan cenderung terkonsolidasi. Bila ada penguatan lebih karena faktor teknikal. Saham saham yang bisa dimasukan dalam watchlist hari ini untuk trading cepat adalah :  ADRO AKRA TOWR TBIG BBNI BBRI SMGR BMRI PTBA PGAS MEDC MDKA JSMR WIKA INCO BBTN BTPS

Tone dan Manner Hari Ini : Tunggu Data Kontraksi PDB Kuartal I, Market Cenderung Mixed Terkonsolidasi

Support – Resisten  : 4510 – 4772

*********

Salah satu ilmu tertua dari analisis perdagangan saham harian adalah membaca antrian atau order book yang ada di Online Trading  Hal ini bisa menggambarkan psikologi market hari itu apakah lebih banyak terjadi interest untuk penjualan atau pembelian.

Ilmu yang diberi nama Tape Reading atau Baca Bid Offer ini adalah suatu teknik yang mutlak dimiliki oleh seorang trader harian (intraday trader) yang ingin mendapatkan profit cepat dari jual beli saham di hari yang sama.

Banyak hal yang bisa digali dari membaca bid offer ini mulai dari kekuatan demand dan supply, support dan resisten hingga melihat adanya pola tekanan jual dan dorongan beli.

Develop Skill  untuk Intraday atau Scalping Trading bersama Satrio Utomo   

Klik link pendaftaran di link Loket.COM  >>>>   https://www.loket.com/event/fast-trade-menggunakan-tape-reading-bid-offer-sahamology

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *