Bank BRI Anjlok Dibawah Support 2440

Sektor FINANCE kembali menjadi pemberat IHSG sehingga gagal untuk bertahan di zona hijau. Walaupun index sempat sentuh level 4564 namun koreksi tajam dari saham saham perbankan seret IHSG turun -0.89%. Turunnya sektor  FINANCE -2.76% dan MISC-IND -2.95% mau tak mau seret index mendekati level support 4510.  Padahal di sisi lain saham CONSUMER dan PROPERTY menguat +1.61% dan +1.30%. Satu satunya harapan hari ini adalah index alami overpsikologi mengekor jejak global yang semalam berbalik arah ditopang oleh saham energi dan perbankan besar Amerika. Padahal sebelumnya sempat merah karena rekor terbaru angka penggangguran.

CONSUMER Masih Kuat, Tapi Tekanan Luruhnya BBRI dan BBCA Dorong Index Turun

Penguatan saham saham unggulan CONSUMER seperti HMSP GGRM tidak mampu angkat IHSG ke zona hijau. UNVR makin solid sebagai runner up IHSG dengan total market cap 316 trilyun tinggalkan TLKM 304T dan BBRI 286T. HMSP yang naik +75 point juga makin solid di peringkat ke-5 Market Mover tingggalkan BMRI dengan selisih market cap  26 trilyun. Krisis tahun ini telah membuat terjadi adjustment ranking di papan utama dengan CONSUMER mendominasi geser FINANCE.

BBRI kemarin terjun -4.85% dan breakdown level support 2440 nya. Ini menjadi koreksi terbesar tahun ini dengan YTD sudah turun -46.59%. Sama halnya dengan BMRI -48.53% dan BBNI -54.9%. Hanya BBCA yang koreksi YTD nya tidak separah tiga bank BUMN BUKU IV ini, dimana bank milik Keluarga Hartono YTD hanya turun -26.4%. Ini menjadi sebuah “bargain offer’ dari saham saham perbankan selama tahun 2020.

Aksi Jual Asing Masih Tinggi, Dekati 1 Trilyun Kemarin

Aktivitas ouftlow dana asing dari bursa saham kemarin masih tinggi. Dekati level 1 Trilyun. Sektor FINANCE khususnya perbankan tetap menjadi sasaran net sell. Sektor yang berisikan saham saham perbankan alami masif selling hingga -719 milyar disusul dengan INFRA -133 milyar.

Saham saham yang menjadi sasaran jual tak lain tak bukan adalah BBRI BBCA dan ASII. Di BBRI sendiri outflownya capai -401 milyar. BBCA dan ASII kontribusi -291 milyar dan -123 milyar. TLKM dan BBNI juga masih menjadi sasaran jual dengan  value -56 milyar dan -45 milyar.

Asing hanya lakukan selected buy di saham saham tertentu yang kemarin menguat seperti MNCN, INCO, SMGR, INDF dan UNVR. Totalnya bervariasi mulai dari +7.3 milyar hingga +44 milyar. Jumlahnya tidak signfikan bila dibandingkan dengan nilai jual di saham BBRI.

Data Ekonomi Amerika Jelek, Namun Saham Bank dan Energi Dorong Wall Street Hijau

Angka pengangguran Amerika capai rekor baru. Sejak krisis COVID19 sudah capai 36.5 juta orang menganggur. Tambah 2.98 juta baru terjadi dari pekan lalu, setelah jumlah klaim umployment naik dari ekspektasi 2.7 juta orang. Walaupun angkanya mulai turun namun tetap masih diatas ekspektasi pasar. 

Namun buruknya data ekonomi tidak membuat aktivitas pelaku pasar kendor. Di awal perdagangan sentimen ini membebani DOW sehingga tertekan. Namun seiring dengan naiknya harga minyak WTI +9% ke level USD 27 per barrel, saham saham energi alami penguatan dan doron DJIA positif. DOW sempat sentuh level low intraday 22789 sebelum akhirnya naik dan tutup di 23625. Naiknya DOW +377 poin juga diikuti oleh 2 index yang lain. S&P terapresisasi +32.5 point dan NASDAQ menguat +80 point ke 8943.

Jumat ini akan ada voting untuk pemberian bantuan sosial baru senilai USD 3 trilyun yang diinisiasi oleh Democrat di Congress. Kabar terbaru bahwa White House mendukung program ini diharapkan bisa muluskan jalan di Senat yang dikuasai oleh Republic. Bantuan ini termasuk pemberian additional BLT senilai USD 1200 per kepala sehingga bisa mensupport ekonomi dan konsumsi masyarakat.

Hari Ini Jadi Penentuan Arah IHSG dari Sideways Down-nya

Kemarin ada 268 saham yang turun dan 113 saham yang naik. Ada 3 sektor menguat dan 6 sektor melemah. Hari ini akan jadi penentuan apakah index masih akan mampu bertahan atau tidak. Secara teori index masih bertahan diatas support fibo 50  4443 dan belum membuat low baru.

Memang index sudah keluar dari area support MA20 4577 dan EMA7 4573, bahkan sudah terjadi deadcross. Index juga sudah keluar dari rentang konsolidasi 4567-4726 ke arah bawah.  Stochastic juga sudah menyebrang masuk ke area 20-50. Sedangkan MACD makin merapat dekati dead cross.  Tiga kondisi ini harus dikonfirmasi semua hari ini sehingga terjadi kondisi yang definitif.

Kalaupun hari ini terjadi kondisi overpsikologis di awal terimbas oleh sentimen global, bisa dijadikan SOS atau take profit sementara. Apalagi kondisi akhir pekan yang secara normal orang cenderung untuk lakukan bersih bersih porto.

Beberapa saham yang masih bisa diperhatikan untuk trading cepat hari ini : INTP TBIG ANTM SCMA PTBA MEDC JSMR JPFA INCO EXCL TCPI SMGR MNCN CPIN

Bila ada perubahan arah angin saham saham yang kemarin terkoreksi bisa juga discalping diantaranya BBRI ADRO PGAS BBNI ASII BTPS AKRA BRPT TPIA dan WIKA

Tone dan Manner Hari Ini : Kuatnya Sektor CONSUMER Belum Mampu Imbagi ‘Hancurnya’ FINANCE

Support – Resisten  : 4455 – 4685

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *