Bursa saham berguguran di seluruh dunia. Jakarta, Hongkong, New York, Paris dan Arab. Tidak ada satupun index yang berhasil tutup di zona positif selama 2 hari terakhir. Ada dua hal utama penyebabnya : COVID19 dan perang harga minyak antara Iran dan Arab Saudi.

Kemarin IHSG terbakar dan turun lebih dari -6.5% setelah semua sektor turun sangat dalam. MISC-IND menjadi yang paling terbakar hingga -9.42% setelah saham ASII turun -11.45% ke level 5025. Ini seperti rollback price ke harga tahun 2015 saat terjadi mini kisis ekonomi saat harga saham Astra capai level bottom di 4975. Beberapa saham PROPERTY pun mulai alami hal yang sama kembali ke harga 5 tahun lalu.

Kondisi ini memang menyakitkan bagi banyak orang namun perlu disadari bahwa periode buruk adalah good time untuk inisiatif investasi baru. Setelah 2008 dan 2015 banyak saham yang kembali naik dan lakukan rally panjang. BBRI dari level 2000-an ke 4000-an. BMRI harga 4300-an ke 8000-an. ICBP dari 6300-an ke 10300-an. Potensi upside lebih dari 100% saat badai berlalu dan investor mulai masuk kembali ke pasar modal.

Krisis 2020 Multi Dimensi : Uncharted

Saat ini krisis yang terjadi memang multidimensi. Ada yang berasal dari perang dagang, lalu dipicu oleh pandemi COVID19 dan yang terbaru adalah perang minyak. Memang tidak dipungkiri ini menjadi sebuah ‘uncharted territory’ buat pelaku pasar. Kompleksitas krisis tahun ini tidak seperti tahun 2008 yang bersumber hanya dari pasar finansial imbas kredit perumahan. Bila tahun 2008 krisis terjadi karena faktor demand, maka sekarang krisis yang terjadi karena faktor supply dan demand.

Terhambatnya aktivitas manufaktur di China sebabkan banyak pelaku usaha kelabakan. Turunnya aktivitas konsumen karena faktor penyebaran virus hantam sektor pariwisata dan penerbangan. Banyaknya kota dan negara alami ‘lock-down’ membuat arus manusia terhambat. Biaya kesehatan meledak. Apalagi ditambah dengan kompetisi yang masif antara US, OPEC dan Rusia untuk kuasai pasar energi dunia membuat makin kusutnya krisis multidimensi ini. 

Investor Buru Investasi Aman, Hindari Potensi Kerugian

Satu persatu market mulai mencari instrumen investasi yang dirasa aman sehingga ‘kabur’ sementara waktu dari instrumen beresiko seperti saham. Tak heran harga surat utang Amerika yang dianggap sebagai instrumen teraman langsung naik tinggi dorong yieldnya turun ke level terendah. Ini tandakan investor sudah tidak berfikir lagi soal ‘cuan’ karena yield 10 tahun pun sudah dilevel 0.38% . Emas sebagai salah satu logam mulia kembali naik. Investor pun kembali buru mata uang aman seperti Yen dan Swiss Franc. Ini semua menjadi signal bahwa kepanikan ini membuat investor berfikir soal keamanan dan bukan keuntungan. Proteksi dari resiko kerugian lebih penting ketimbang keuntungan.

Saat ini market sedang menanti apakah penurunan yang sudah capai titik 5136 akan berlanjut hingga dekati support psikologis 5000-nya. Level ini terakhir kali muncul bulan November 2016. Merupakan lanjutan pasca krisis 2015 saat market pernah sentuh level 4000-an nya. Bila mengacu pada acuan teknik Fibonacci maka setelah index breakdown target peluruhan 50% , support berikut adalah 5049. Artinya potensi penurunan semakin terbatas dan index potensi bergerak kembali pada rentang 5049 – 5363.

Saatnya Restart Strategi Investasi di Bursa Saham

Invest in Bad Time, Reap in Good Time. Begitu yang dikatakan oleh investor senior LKH. Memang kita belum tahu kapan market terjadi bottom. Apakah terhenti di kisaran 5049 atau berlanjut hingga tambahan meluruh -1000 poin menuju level 0 kembali 4033. Investasi itu sangat powerful saat kesempatan ada dan dana tersedia. Jangan sampai saat kesempatan reversal dan berlanjut rally tapi dana sudah tiada. Wait and see adalah hal paling baik saat kondisi sekarang.

Untuk para trader biasanya dalam kondisi market seperti sekarang tetap masih ada peluang trading cepat untuk saham saham lapis 2 dan 3. Namun perlu tetap berhati hati. Saat market positif kembali dapat terjadi pembalikan arah yang cepat. Oleh karena itu pastikan tidak menggunakan semua dananya untuk trading cepat.

Hari ini index diperkirakan akan mixed dengan kecenderungan menguji level support 5049. Ada potensi terjadi rebound terbatas di beberapa saham mengingat penurunan yang signifikan kemarin. Namun perlu tetap waspada karena bursa saham Indonesia sudah masuk ke BEAR MARKET, artinya sudah turun dari level tertingginya di 6693. Sama halnya dengan market Australia yang kemarin juga masuk ke BEAR MARKET.

Tone dan Manner IHSG :  Bursa Saham Berguguran, Indonesia Masuk ke Bear Market Susul Australia

Potensi Pergerakan :  5363 – 5049

Setelah hadir selama 2 tahun lebih akhirnya TETRA X CHANGE akan mengalami make over. Perombakan total aplikasinya termasuk penggantian nama menjadi TETRA SAHAM.

Sebelum perubahan dilakukan dan aplikasi baru di-upload ke Playstore dan Appstore, maka TETRA akan berikan promo diskon terakhir 70% untuk semua paket PRIME.  Nantinya TETRA SAHAM tidak akan pernah lagi memberikan diskon  seperti halnya TETRA X CHANGE sekarang.

Untuk pengguna PRIME pada TETRA X CHANGE dan masih memiliki masa aktif akan tetap bisa menikmati TETRA SAHAM.

Dapatkan diskonnya di http://promo.tetraxchange.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *