BMRI, BBNI Pimpin Kenaikan FINANCE Karena Inflow Asing Tinggi

Sepanjang pekan lalu index naik +4.9% setelah hari Kamis menjadi hari terbaik dalam seminggu saat IHSG naik +3.26%. Euphoria yang terjadi sebelum long weekend Labor Day sebagian besar ditopang oleh sektor FINANCE yang lompat +5.45%. Namun berita berita buruk di pada hari Kamis dan Jumat malam dari market global dipastikan akan membuat index alami tekanan di awal pekan. Apalagi dalam dua hari Dow alami koreksi -862 point. The blame game yang dilakukan oleh Donald Trump terhadap China membuat bursa saham meradang, namun di sisi lain membuat harga emas bangkit.

Sektor FINANCE Jadi Primadona Hari Kamis Jelang Long Weekend

Setelah dihantam koreksi berkepanjangan dan munculnya kabar buruk penurunan outlook rating S&P terhadap saham perbankan BUMN, sektor FINANCE bangkit. Salah satu sektor utama penggerak IHSG ini naik tajam +5.45% setelah saham saham unggulan yang menjadi market mover baik sektoral maupun composite melonjak tajam. BMRI memimpin +11.50% disusul oleh BBNI +9.04%, BBCA +6.59% dan BBRI +5.81%. Kenaikan ini tak lepas dari masuknya dana asing secara masif ke 3 bank. BBCA +280 milyar, BMRI +187 milyar dan BBNI +110 milyar. Hanya di BBRI saja asing melakukan outflow -69 milyar bersama dengan ASII -61 milyar.

Kembalinya dana asing masuk ke sektor FINANCE akhiri paceklik selama sepekan. Seminggu kemarin asing catatkan aksi jual bersih -1.59 trilyun.  Namun net buy +431 milyar hari Kamis membuat banyak yang berharap asing masing bisa lanjutkan aksi beli lagi pekan ini.

Wall Street Tertekan Oleh Sentimen Blame Game

Pada perdagangan hari Kamis dan Jumat, index Dow Jones tertekan hingga -862 point. Puncaknya pada hari Jumat tiga index utama terkoreksi serempak. DJIA turun -622 point, S&P terkoreksi -2.81% dan Nasdaq terpangkas -284 point. Walaupun sepanjang bulan April 2020 menjadi bulan terbaik dalam 30 tahun terakhir. S&P 500 yang sepanjang April alami rally +12.7% alami anti klimax di akhir bulan dan awal Mei.

Terhentinya sementara rally ini tidak lain setelah mulai muncul ketegangan terkait tuduhan Presiden Trump yang salahkan China sebagai penyebab COVID19. Selain itu Amerika menuduh China tidak transparan terhadap seriousnya wabah pandemi yang berawal dari Wuhan.Bahkan ketika di awal kasus, China cenderung menutup rapat informasi, meningkatkan stock dan kurangi ekspor. Kondisi ini yang membuat Amerika menganggap China sebagai negara yang paling bertanggung jawab atas krisis yang sudah sebabkan 3.5 juta orang terinfeksi. Termasuk  meninggalnya lebih dari 68 ribu warga Amerika dan 1.18 juta yang positif terjangkit virus ini.

Pelaku pasar khawatir sikap Amerika ini akan memicu krisis baru disaat market belum pulih dari pengaruh pandemi COVID19. Bahkan rencana pembukaan ekonomi di beberapa negara bagian serta possibility pemanfaatan Remdesivir sebagai obat darurat penyembuhan COVID19 tak dapat jadi katalis positif.

Emas Kembali ke Level USD 1700 dan Minyak Dekati USD 20 per barrel

Kekhawatiran akan munculnya perang tarif baru antara China – Amerika ini membuat market saham terkoreksi. Hal ini jadi peluang emas sebagai instrumen safe haven jadi lirikan investor. Emas naik +1% dalam perdagangan hari Jumat. Bahkan di perdagangan futures kembali naik diatas level USD 1700 per troy ounce.

Komoditas lain yang alami apresiasi adalah minyak mentah/crude. Harga minyak acuan WTI naik +4.99% atau +94 cent ke level USD 19.78 per barrel. Hal ini didukung oleh dua data : rencana pembukaan kembali aktivitas non-essential serta turunya aktivitas rigs minyak ke level terendah sejak Juni 2016.

Selain itu rencana OPEC+ untuk pangkas output minyak 9.7 juta barrel per hari diharapkan bisa menjadi support harga minyak untuk tidak melorot kembali.

Saham Sektor Komoditas Bisa Aktif Hari Ini

Kenaikan harga minyak dan emas bisa menjadi katalis saham MINING untuk aktif hari ini. Selain itu naiknya harga CPO +2.49% ke level MYR 2082 bisa jadi sentimen baik untuk sektor AGRI menjadi aktif.  Saham saham ELSA, MEDC, MDKA, PSAB bisa dijadikan watchlist dari MINING. Dari sektor AGRI bisa pantau AALI LSIP SIMP dan SSMS.

Candle IHSG pada hari Kamis udah breakout level resisten 4669 sehingga telah memiliki 3 support : 4669-4607-4591. Kekuatan bull makin dominan namun secara stochastic belum berhasil masuk ke area > 50 sehingga masih perlu ekstra waspada. Histogram MACD masih punya arah positif sehingga ketahanan IHSG hari ini masih cukup baik.

Sentimen global yang kurang baik bisa saja bawa IHSG under psikologis di awal market, namun tiga indikator yang  masih positif diharapkan bisa menahan tekanan tersebut. Satu satunya harapan yang bisa menggerakan indeks global hari ini adalah ekspektasi ketersediaan virus di akhir tahun sebagaimana pernyataan Presiden Trump pagi ini.

Beberapa saham yang bisa masuk dalam watchlist trading cepat disamping saham MINING dan AGRI adalah : TCPI, EXCL, ASII, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, BRPT, BTPS, ERAA, AKRA, INCO, INKP, INTP, JPFA, JSMR, UNTR, CPIN, MNCN, PGAS, PTBA, PTPP, SMGR dan TBIG

Tone dan Manner Hari Ini : Blame Game Amerika – China Dorong Emas Naik , Saham Komoditas Masukkan Watchlist

Support – Resisten  : 4510 – 4772

******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *