Optimisme pasar di awal perdagangan akhirnya sedikit memudar. Walaupun sempat coba bertahan diatas level resisten 5693 dan capai level tertinggi 5715 namun IHSG tak bisa menahan aksi profit taking investor. Belum sampai 1 jam index mulai terkoreksi hingga level 5613 uji area support EMA7 sebelum membal dan memantul ditutup di level 5638. Terkoreksinya IHSG -0.21% atau 12 point merupakan hal yang wajar mengingat telah terjadi rebound maksimal selama 2 hari diatas +2%. Kondisi ini membuat IHSG sudah memiliki new lower high yang baru dan terkonsolidasi.

188 saham naik dan 204 turun, belum terlihat adanya dominasi seperti halnya saat koreksi dalam atau menanjak. Sektoral pun mixed dimana 4 sektor ditutup hijau dan 5 sektor lainnya merah. MISC-IND lewat ASII menjadi pendorong utama +1.02% disusul oleh AGRI +0.63%. Namun koreksi saham saham PROPERTY -1.13% dan TRADE -1.06% jadi penekan index turun.  Terlebih lagi hanya ada 2 saham top 10 mover yang naik dan 5 lainnya turun. Koreksi BBRI BBNI BBCA mampu redam kenaikan BMRI +1.67% sehingga dorong sektor FINANCE pun terkoreksi -0.13%.

Saat market alami tekanan justru investor asing catatkan aksi belinya +297 milyar di pasar regular. Disaat aksi jual masih terjadi di sektor FINANCE -31 milyar justru asing tambah amunisi di sektor BASIC-IND 101 milyar, INFRA 39 milyar, CONSUMER 37 milyar dan MISC-IND 35 milyar. Saham saham yang jadi incaran beli kemarin adalah BMRI +165 milyar, TLKM +43 milyar ICBP +42 milyar ASII +26 milyar dan BNLI +16 milyar. Yang banyak dijual selain BBNI -40 milyar justru saham saham seperti LPPF LINK dan HMSP. Masih terjadinya aksi beli asing dorong optimisme bahwa konsolidasinya belum membuat index lanjutkan downtrend.

Pandemi COVID19 Makin Meluas

Merebaknya pandemi COVID19 di Amerika dan Eropa membuat index bursa utama di EU dan US terpuruk kembali. Tingginya angka keterjangkitan di Prancis, Jerman dan Spanyol membuat index Stoxx 600 turun -1.43. Index bursa di Itali, Prancis dan Jerman pun turun lebih dari -1.5%. Saat ini pasien positif COVID19 di negara negara besar EU sebagai berikut : Italy 3858, Jermam 482, Prancis 377 dan Spanyol 259. Angka ini sudah jauh lebih tinggi ketimbang HK, dan Singapore yang tertahan di level 100-an. Merebaknya jumlah pasien di USA juga mulai mengkhawatirkan pelaku pasar di Wall Street. Saat ini sudah ada 221 kasus terkonfirmasi dengan jumlah kematian 19 jiwa. Hal ini tekan 3 index global kembali terkoreksi lebih dari -3%. Dow terpukul -969 point, S&P500 bergerak dekati level 3000 setelah terkoreksi -106 point dan NASDAQ  drop -3.1%. Index Volatilty VIX pun kembali lompat +23% ke level -39.62.

Kekhawatiran ini membuat harga emas kembali naik ke level USD 1671 per ounce, dollar kembali turun dengan ekspektasi bahwa The FED akan kembali pangkas suku bunga 0.5% pada pertemuan tanggal 16-17 Maret. Walaupun Congress telah setelah setujui aggaran darurat USD 8.3 milyar untuk tangani impact COVID19 termasuk riset vaksin dan persiapan hadapi blowout kasus. Presiden Trump bertemu dengan CEO airlines besar yang terpukul dengan makin merebaknya wabah di Amerika. Apalagi setelah negara bagian California nyatakan status genting/darurat. Saham United Airlines anjlok -13.4% dan American Airlines terkoreksi -13.2%.

Global Merah, Market Lokal Bisakah Hijau ?

Walaupun kemarin index turun namun ada beberapa saham yang masih menarik untuk dijadikan watchlist hari ini seperti KLBF, WOOD, AGRO, BRIS, KAEF, INAF, BNLI, LPKR, ASII dan BNGA. Kemarin anak anak usaha BUMN yang lapis kedua dan ketiga kembali aktif seperti AGRO, BRIS, GMFI, PPRE. Walaupun tidak ada perubahan fundamental namun mungkin ini dikaitkan dengan beberapa dana kelolaan yang masih punya saham saham ini sehingga perlu di mark up untuk menjaga NAB nya.

Hari ini index mungkin akan terjadi underpressure di awal perdagangan. Walaupun stochastic dan MACD masih positif namun tekanan sentimen global bisa bikin nervous pelaku pasar. Asing pun masih ada net buy kemarin sehingga bisa jaga support EMA7 5605. Stochastic akan diuji apakah bisa crossing level 50 untuk lanjutkan naik atau memantul dekati area oversold kembali. MACD juga akan diuji apakah mampu golden cross atau tidak ditengah banyaknya sentimen negatif. IHSG akan bergerak pada kisaran resisten 5715 dan support 5515

Tone dan Manner IHSG :  Bisakah Kekuatan Market Halau Sentimen Global Negatif ? 2 Indikator Cepat Masih Positif

Potensi Pergerakan :  5515 – 5715

Setelah hadir selama 2 tahun lebih akhirnya TETRA X CHANGE akan mengalami make over. Perombakan total aplikasinya termasuk penggantian nama menjadi TETRA SAHAM.

Sebelum perubahan dilakukan dan aplikasi baru di-upload ke Playstore dan Appstore, maka TETRA akan berikan promo diskon terakhir 70% untuk semua paket PRIME.  Nantinya TETRA SAHAM tidak akan pernah lagi memberikan diskon  seperti halnya TETRA X CHANGE sekarang.

Untuk pengguna PRIME pada TETRA X CHANGE dan masih memiliki masa aktif akan tetap bisa menikmati TETRA SAHAM.

Dapatkan diskonnya di http://promo.tetraxchange.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *