Sudah Ada 3 Sektor Lepas Dari Area Bearish

Sepanjang sepekan IHSG telah naik +1.7% dan membentuk pola candle long hammer white. Walaupun market alami sideways di area 4338 – 4693 namun index telah reject area support dalam blok konsolidasinya tersebut. Salah satu sektor yang menahan index bergerak tetap positif dalam rentang tersebut adalah sektor BASIC-INDUSTRY yang naik +11.4%. Sektor industri kimia, kertas, semen dan pakan ternak ini bahkan telah tinggalkan area bearishnya. Bagaimana dengan sektor yang lain ?

Naik +20%, Market Cap BRPT Kembali Dekati GGRM

Pada perdagangan hari Jumat lalu index berhasil ditutup naik +2.02% tertolong oleh kenaikan sektor BASIC-IND dan INFRA. Sebanyak 256 saham alami kenaikan sedangkan 142 saham lainnya turun. Secara sektoral hanya PROPERTY yang sedikit merah tutup lebih rendah -0.09%. Value perdagangan relatif stabil dengan nilai 6.6 trilyun dimana 90 juta lot saham dipindahtangkan jelang weekend. BBRI dan BBCA menjadi penggerak utama value transaksi dengan jumlah 842 milyar dan 602 milyar atau 21% dari total perdagangan. BBRI juga menjadi saham yang paling banyak ditransaksikan bersama dengan ELSA PGAS BRPT dan MEDC. Saham saham ELSA dan MEDC ramai diperdagangkan dan naik disulut oleh naiknya harga minyak jelang akhir pekan lalu yang menjauh dari low USD 20 per barrel

Mayoritas saham dalam top 10 mover juga alami kenaikan harga. Ada 7 saham yang naik dengan motor utama TPIA GGRM dan BMRI yang naik lebih dari 5%, bahkan TPIA naik menyentuh batas atasnya +19.65%. Cuma UNVR ASII dan ICBP yang alami koreksi dengan saham produsen Indomie turun -1.96%.  Salah satu saham  yang melejit market cap nya dan kembali masuk ke jajaran atas adalah BRPT yang menguat +20.48% sehingga saat ini punya nilai kapitalisasi 89.01 trilyun. Menempatkannya di posisi 11 dan hanya berselisih 700 milyar dari GGRM yang ada di posisi 10.

Asing Jual BBRI Bikin Rontok -10%, Jadi Potensi Spekulasi Trading Pekan Ini

Pada hari Jumat asing masih catatkan aksi jualnya hingga -70 milyar di pasar regular. Ini jelas lebih rendah dibandingkan net sell hari Kamis dan Selasa yang capai -461 milyar dan -369 milyar. Sepanjang sepekan lalu total dana asing yang keluar dari market capai -832 milyar. Mayoritas net sell berasal dari saham BBRI yang tertekan hingga level harga 2800 karena asing cabut hingga -793 milyar di pasar regular. Selain itu TOWR dan INDF juga alami aksi jual diatas -100 milyar. Saham BTPS yang sudah cukup masif terkoreksi juga alami aksi jual hingga -54 milyar. Di sisi lain BBCA BMRI dan BBNI mendapatkan kucuran dana asing diatas +100 milyar sepanjang pekan lalu dengan BCA paling banyak mendapatkan kucuran hingga +215 milyar. Tak heran 3 saham ini bisa tetap tumbuh positif minggu lalu.

Keluarnya dana asing -793 milyar telah membuat saham BBRI rontok -10.5% sepanjang pekan lalu. D iawal pekan BBRI dibuka di level 3150 dan di akhir pekan ditutup di level 2890. Saham ini bisa dijadikan spekulasi untuk pekan ini karena sudah terlalu terkoreksi dibandingkan dengan counterpartnya. Apalagi sejak 2 hari terakhir saham ini sudah tidak berada di bawah level low 2800. Walaupun masih ada kemungkinan tekanan jual dari asing tapi untuk trading saham ini sudah mulai menarik. Hold dan buy selama diatas 2890 dengan target 3130 – 3230.

Harga Minyak Menjadi Sumber Penggerak Industri Energi

Pekan ini harga minyak akan menjadi perhatian para trader khususnya yang biasa bertransaksi saham ELSA dan MEDC.  Lompatnya harga minya dari level USD 20 per barrel menjadi USD 28 per barrel di ujung pekan banyak dijadikan katalis untuk dorong harga ELSA dan MEDC. Pekan lalu Elnusa menguat hingga +32%, sedangkan MEDC naik +22.4%. Kondisi ini untuk sementara waktu membuat dua saham ini telah keluar dari area bearish.

Namun kepastian harga minyak akan bertahan naik sangat tergantung kepada hasil pertemuan Saudi, OPEC dan Rusia yang menurut Trump bersedia pangkas output produksinya ke level 10 jutaan per barrel. Meeting yang rencananya akan dilakukan Senin via online ditunda hingga Kamis karena belum rampungnya agenda pembicaraan dan issue yang dibahas. Apalagi di sisi lain Amerika sebagai salah satu negera eksportir minyak tetap tidak menurunkan output produksinya sehingga terasa tidak fair untuk OPEC dan Rusia. Bila memang hendak dilakukan pembatasan supply maka harus dilakukan komprehensif termasuk perusahaan minyak AS di Texas ikut pangkas produksi.

Secara teknikal saat ini kenaikan MEDC terganjal di level resisten Fibo 50 pada harga 500. Sehingga kenaikan mulai terbatas pada rentang 480-500. Bila terjadi retracement maka support yang akan diuji adalah area 454. Sedangkan ELSA sudah breakout dari target fibo 50 di 184 dan saat ini sudah break area resisten 198. Secara teknikal saham ini sudah mendekati area upper bolingernya. Rentang kenaikan ELSA 204 – 220 – 240 dengan target area beli saat terjadi retracement di 193 – 198.

Dua saham ini akan terus volatile dan ramai diperdagangkan hingga hari Kamis saat ada kepastian dari meeting OPEC yang dimotori Saudi dengan pihak Rusia.

Catatan : hari ini harga minyak dunia turun -7.83% atau USD -2.22 ke level USD 26.12 per barrel seiring penundaan meeting antara OPEC dan Rusia.

Sektor BASIC INDUSTRY Keluar dari Area Bearish, BRPT Naik Tajam

Secara teori market keluar dari area bearish bila telah naik +20% dari harga terendahnya selama 52 pekan.

Salah satu sektor yang saat ini sudah keluar dari area bearsih adalah BASIC INDUSTRY atau Industri Dasar. Saat ini index ^JKBIND sudah naik lebih dari +20% dari level terendah 490.88. Pekan lalu ditutup pada angka 652. Target penguatan sektor ini ke harga 745 yang merupakan target fibo 50 nya.

Sekarang kita lihat 8 jawara sektor ini dan siapa saja yang sudah keluar dari area bearishnya

No Saham Low Last Kenaikan Pekan Lalu
1 TPIA 5025 6850 +22.3%
2 BRPT 426 1000 +61.3%
3 CPIN 3800 4850 -1.2%
4 SMGR 5475 7700 -3.4%
5 INTP 8650 11925 -10.7%
6 INKP 3020 4510 +8.2%
7 TKIM 3750 4780 +11.2%
8 JPFA 760 970 -4.0%

Terlihat bahwa saham saham kelompok Kimia dan Pulp menjadi pendorong kenaikan BASIC-IND pada pekan lalu dengan BRPT, TPIA, TKIM dan INKP menjadi penyumbang terbesar kenaikan sektor ini hingga +11.4%. Hal ini tidak terlepas karena dua saham milik taipan Prajogo Pangestu ini punya kontribusi yang cukup besar terhadap sektor nya. TPIA punya bobot 23.59% dan BRPT berkontribusi 17.19%. Kondisi ini juga dorong perubahan peringkat dimana BRPT berhasil gusur CPIN dan jadi runner up sektor ini.

Selain sektor BASIC-IND sektor CONSUMER juga sudah keluar dari area bearsihnya dan akan kita ulas besok.

Index Masih Terkonsolidasi dan Belum Tentukan Arah

Selama sepekan index masih terkonsolidasi dalam rentang 4338 – 4693. Walaupun beberapa sektor sudah keluar dari area BEARISH seperti BASIC-IND dan CONSUMER, namun 3 sektor lain masih berkutat di sekitar area konfirmasinya

Sektor FINANCE belum berhasil break area 1014 sebagai konfirmasi exit bearish dan terkonsolidasi.  INFRA baru keluar hari Jumat dari area bearish setelah break resisten +20% di 807. Namun harus diuji kembali hari ini. MISC-IND yang dimotori oleh ASII juga masih terkonsolidasi karena masih tutup di 736, sedangkan resisten +20% nya ada di area 754.

Kondisi konsolidasi seperti saat ini memang sangat memusingkan untuk investor karena arah trend masih belum jelas. Namun jadi peluang untuk trader harian mendapatkan keuntungan dari rentang volatilitas hariannya. Saham saham income yang punya rentang lebar ini bisa menjadi pilihan (ini akan jadi salah satu topik mini class yang kita lakukan)

Beberapa saham yang bisa diperhatikan untuk trading harian : ADRO, BBCA, BRPT, DOID, ELSA, GGRM, HMSP, INDP, INCO, INDY, INTP, INKP, MEDC, MNCN, PTBA, TPIA, TLKM dan UNVR. Saham saham tersebut sudah berada di atas level MA20 nya sehingga sudah punya support untuk trading harian.

Hari ini index masih akan potensi mixed di rentang 4500 – 4684. Stoch sudah masuk area mid overbought (> 50) dan MACD setelah golden cross masih positif direction. Kans untuk penguatan secara teknikal masih cukup baik

Suppot – Resisten : 4500 – 4684

Tone dan Manner IHSG : Sektor BASIC-INDUSTRY Keluar Dari Area Bearish Ditopang oleh BRPT dan TPIA

Potensi Pergerakan :  4500 – 4684

******

TICK CHART  adalah salah satu chart teknikal yang selalu dipergunakan dalam trading intraday/fast trade bersama sama dengan pembacaan bid offer.

Bila Bid Offer akan membaca tentang kekuatan supply dan demand terhadap sebuah saham hari itu, maka tick chart memberikan arahan tentang support dan resisten yang terjadi dari perdagangan hari itu.

Develop Skill Trading Harian kamu dengan ikuti Mini Class nya pada tanggal 9 April 2020. Daftar dengan klik link di Loket.COM https://www.loket.com/event/membaca-tick-chart

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *