Kemarin yang ditunggu tunggu sudah tiba : Data PDB.  Pertumbuhan ekonomi Indonesia di  kuartal 2 tahun 2020 merosot -5.32% seiring dengan pelambatan global karena COVID. Namun yang menarik adalah IHSG masih tumbuh +1.02% padahal angka PDB jauh dibawah konsensus -4.6%. Banyak informasi menarik yang disajikan oleh BPS kemarin yang menjadi harapan bagi para pelaku pasar. Apa saja sektor yang masih tumbuh ? Bagaimana prospek sektor telekomunikasi yang awal September akan ada konten baru DISNEY+ di Indonesia ?

Sektor MINING dan INFRA Dorong Index Naik +1.02% Tumbangkan Ketakutan Pasar

Index berhasil naik diatas level 5100 setelah terapresiasi +52 point ke level 5127. Ada 241 saham naik dan 173 saham  yang alami koreksi. Kondisi ini seperti abaikan terhadap data PDB yang terjadi kontraksi lebih besar dari ekspektasi analis. Hampir semua sektor alami kenaikan kecuali sektor AGRI yang cenderung flat. Sektor INFRA kemarin menjadi pemimpin kenaikan +2.25% setelah kenaikan serempak emiten telekomunikasi dan jalan tol. Sektor lain yang melejit lainnya adalah MINING +2.97% setelah masih terjadi rally dari saham saham logam mineral seperti MDKA INCO ANTM dan PSAB yang terpicu oleh naiknya harga emas dan nikel.

Kenaikan Sektoral IHSG Rabu 5 Agustus 2020

Walaupun investor asing kemarin lakukan profit taking hingga -360 milyar di pasar regular namun jumlahnya jauh lebih sedikit bila dibandingkan hari Senin. Sektor CONSUMER dan MINING menjadi 2 sektor yang masih terjadi inflow hingga +87 dan +31 milyar. Sedangkan sektor FINANCE dan INFRA menjadi yang paling banyak  terjadi outflow -161 dan -156 milyar. Saham saham yang kemarin masih dikoleksi oleh asing antara lain : ICBP MDKA KLBF INDF ASII BBNI PTBA BBTN. Sedangkan saham saham yang dibuang asing BMRI HMSP PWON BBCA TLKM TOWR SMRA dan MIKA.

Detail Market Summary 5 Agustus 2020

Sektor Pertanian, Infokom dan Perbankan Masih Catat Pertumbuhan YoY Di Kuartal 2

Setelah hanya tumbuh +2.97% di kuartal 1 2020, maka di Q2-2020 PDB Indonesia pertama kali alami kontraksi sejak 1998 dengan tumbuh negatif -5.32% year on year. Bila mengacu pada  Q-to-Q data maka terjadi pelambatan ekonomi -4.19%. Hal ini dirasakan wajar mengingat pada periode April – Juni 2020 banyak terjadi pembatasan aktivitas ekonomi sehingga membuat ekonomi stagnan dan melambat.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Sumber BPS)

Ekspor – Impor menjadi penyumbang terbesar pelambatan ekonomi di kuartal 2. Impor turun -16.96% dan ekspor turun -11.66%. Bahkan sektor yang selama ini jadi andalan pertumbuhan ekonomi yaitu Konsumsi Rumah Tangga terpukul -5.51%. Bahkan dibandingkan kuartal 1 masih terjadi kontraksi -6.51%. Beruntung Konsumsi Pemerintah mulai naik dan tumbuh +22.32% Q-to-Q sehingga pelambatannya tidak menjadi lebih dalam.

Struktur dan Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (Sumber BPS)

Yang menarik adalah selama kuartal II tidak semua sektor alami kontraksi. Masih ada sektor sektor yang bertumbuh bila dibandingkan dengan tahun lalu. Kenaikan terbesar terjadi di sektor INFOKOM +10.88%, Pengadaan Air +4.56%, Jasa Kesehatan +3.71%, Real Estate +2.30% dan Finansial +1.03% dan Pertanian +2.19%. Hal ini masih menjadi harapan bahwa setelah terjadi pembukaan kembali aktivitas bisnis maka pertumbuhannya akan lebih baik. Sektor yang paling terpukul adalah Transportasi -30.84% dan Akomodasi -22%. Wajar karena pembatasan bepergian dan orang tidak bisa leluasa untuk berlibur.

Sebagai investor dapat fokus ke saham saham yang resilient terhadap pandemi tadi. Saham saham TLKM ISAT EXCL TOWR dan TBIG masuk dalam pilihan. Sektor Perbankan dengan BBCA BBRI BMRI BBNI juga tetap masuk dalam radar.

Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha (Sumber : BPS)

Disney+ Masuk Indonesia Tanggal 5 September, Prospek Baik Saham Telekomunikasi

DOW naik 4 hari berturut turut dan lanjutkan rally semalam +373 point dipicu oleh penguatan saham DISNEY +8.8%. Saham saham teknologi juga lanjutkan rally dan membuat NASDAQ sempat sentuh level 11000 sebelum ditutup naik +0.4% ke 10998. Index S&P500 juga naik +0.6% ke level 3327 dan sedikit lagi sentuh level ATH yang pernah terjadi di 19 Februari 2020.  Index saat ini sudah alami rally lebih dari 50% sejak capai level terendah di 23 Maret 2020. Kenaikan dipicu oleh pertumbuhan yang pesat dari saham saham MAGA dan FAANG.

Kenaikan saham Disney tidak lepas dari kemampuan perusahaan untuk tetap cetak laba 8 cent per saham dari konsensus analis yang rugi 64 cent per saham. Banyak hambatan bisnis selama semester pertama terkait tutupnya theme park dan keterlambatan rilis film di bioskop. Namun perusahaan jagad entertainment ini tetap tumbuh positif seiring dengan perkembangan baru di bisnis stream DISNEY+.  Catatan pencapaian jumlah pelanggan Disney+ hingga 100 juta orang menjadi harapan baru guna hadang pertumbuhan Netflix yang saat ini rajai bisnis VOD. Apalagi dengan ekspansi global Indonesia yang rencananya akan mulai dipasarkan 5 September dengan brand Disney+ Hostar. Ini mengekor layanan yang sama rilis di India bulan Maret 2020.

Hadirnya Disney+ di Indonesia akan menjadi kesempatan baru untuk operator telekomunikasi di Indonesia meningkatkan ARPU dari layanan data. Apalagi setelah Netflix yang cukup membantu konsumsi paket data, kini Disney+ dengan konten konten Marvel, Pixar, Star Wars dan Disney Studio akan semakin menarik untuk segmen keluarga. Segmen keluarga memang kurang dapat perhatian dari Netflix yang cenderung garap konten dewasa. Hadirnya Disney+ di market Indonesia yang family oriented akan jadi tambahan bagus untuk operator telko dalam negeri seperti TLKM ISAT dan EXCL genjot paket datanya.

Analisis Daily Chart TLKM
Analisis Daily Chart ISAT
Analisis Daily Chart EXCL

IHSG Kembali Diatas Level Support MA Pendek EMA7 dan MA20

Setelah 2  hari alami penguatan, IHSG kini kembali berada diatas level support EMA7 dan MA20 nya. Index masih dalam zona konsolidasi 4928-5157 sehingga perlu ada konfirmasi tambahan. Apalagi kondisi stoch masih sisakan ada kekuatan seller khususnya yang berasal dari investor asing. MACD sudah terjadi positif tinggal menunggu kesempatan terjadi golden cross kembali.

Analisis Daily Chart IHSG

Index hari ini akan mencoba break area resisten 5157 untuk konfrimasi trendnya mengekor penguatan global semalam. Apalagi Rupiah tetap terjaga dibawah level 14700 dan harga minyak serta komoditas logam mineral tetap alami penguatan.

Beberapa saham yang bisa dimasukkan dalam watchlist hari ini : EXCL ISAT TLKM JPFA ERAA INAF INCO DOID WOOD ADRO JSMR MDKA MCAS MARK MNCN BBTN BBNI BMRI ANTM PGAS GGRM INKP

Tone dan Manner Hari Ini : Masih Banyak Harapan Dari Data PDB Kuartal II Khususnya di Sektor INFOKOM dan BANKING

Support – Resisten  :  5013 – 5217

Info VOD Tetra Saham

Dapatkan video video edukasi terbaik SAHAMOLOGY di aplikasi TETRA SAHAM. Ketinggalan workshop mini class ? Bisa beli videonya dengan skema rental 30 hari

Ikut workshop tapi lupa beli paket dengan playback ? Bisa juga beli Video On Demand nya. Murah banget. Cuma Rp 100.000 dengan rata rata durasi 2 jam edukasi

Topiknya mulai dari Scalping, Psikologi Trading, Investasi dan Fast Trading.

Download dan install update terbaru ini dari link http://onelink.to/tetrasaham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *