Walaupun Dihajar Beberapa Saham ARB Penutupan, IHSG Tetap Tutup +0.79% Hari Jumat

Market pada penutupan hari Jumat dikejutkan dengan turunnya beberapa saham utama di akhir perdagangan bahkan capai level ARB. Saham TKIM PTBA JSMR BBTN close di level dekati -7% dibanting oleh investor asing. Ke empat saham ini bersama dengan UNVR dan BBCA menjadi pemberat IHSG. Beruntung kenaikan saham saham perbankan BUMN seperti BBRI BMRI BBNI mampu menahan ini sehingga index tetap berada di zona hijau +0.79%. Saham Bank Rakyat Indonesia paling gemilang naik +8.05% setelah kebanjiran dana asing hingga +1.28 trilyun.

Analisis Harian Saham BBRI

Jelang libur long weekend jumlah saham yang turun lebih besar dari jumlah yang naik : 232 lawan 174. Sektoral pun mixed dimana 4 turun dengan sektor PROPERTY yang paling tajam hingga -1.38%. Namun penguatan saham ASII bawa sektor MISC-IND paling moncer naik +3.48%. Penguatan KRAS INKP BRPT dan CPIN bawa sektor BASIC-IND menguat +2.88% dan jadi yang terbaik kedua menyokong IHSG. Saham sektor FINANCE sebagai salah satu katalis utama index pun naik +1.42% walaupun BBCA terkoreksi -1.98%.

Cek detail lain di Market Summary 29 Mei 2020

Terjadi Pergeseran Dana dari Saham Keluar Dari MSCI Index ke Porto Lain

Transaksi harian pada hari Jumat lalu cukup tinggi hingga capai 17.48 trilyun lebih tinggi dari kondisi biasa yang hanya 6-7 trilyun saja. Jumlah lot saham yang dipertukarkan naik tajam hingga 12,25 juta lot. Hal ini seiring dengan besarnya nilai perdagangan saham saham blue chip seperti BBRI BBCA TLKM yang capai lebih dari 5 trilyun ketiganya. Namun asing catatkan net buy mini hanya +80 milyar walaupun saham BBRI terjadi inflow asing yang sangat masif diatas+1,2 trilyun.

Penyebab utamanya adalah adanya buangan asing di saham saham yang terdepak dari MSCI index sehingga tekan ini. PTBA -356 milyar, JSMR -275 milyar, PWON -233 milyar, BSDE -156 milyar dan BBTN -146 milyar. Saham TLKM pun masih dijauhi investor asing setelah performa EPS 2019 hanya naik +3% tergerus oleh kerugian investasi pada saham TELE. Saham operator telekomunikasi selular terbesar di Indonesia ini dilepas -128 milyar sedikit diatas INTP -127 milyar.

3 Alasan Ini Yang Buat Bursa Global Tetap Hijau Walaupun AS Rusuh

Walaupun terjadi kerusuhan di Amerika terkait dengan isu rasialisme yang berujung beberapa penjarahan namun market masih belum respon negatif. Bursa di Regional kemarin ditutup masih menguat dengan HangSeng menjadi yang paling tinggi kenaikannya +3.36%. Bursa Global di New York pun semalam masih catatkan kenaikan. Ketiga index utamanya positif : DJIA naik dekati +100 point dan ditutup di level 25475, S&P bertahan diatas level 3000 closed di 3055. Sedangkan NASDAQ naik +0.66% ke level 9552.

Ada tiga alasan kenapa index tidak merespond negatif hal ini. Kondisi chaos seperti ini sudah pernah terjadi di Amerika sebelumnya, sebut saja peristiwa tahun 1968 dan 1992. Tahun 1968 terjadi pembunuhan atas tokoh HAM Martin Luther King Jr dan 1992  respond atas kasus Rodney King yang akibatkan 63 orang tewas saat kerusuhan. Pemerintah Amerika dengan kekuatannya pasti akan mampu halau aksi massa, terlebih bila National Guard sudah dideploy. Alasan kedua adalah sistem komputer trading menggunakan algoritma seperti sekarang hal hal ini tidak menjadi faktor yang sangat kurang diperhatikan oleh para investor institusi. Jadi tak heran kalau bursa terlihat abai dan lebih fokus ke alasan ketiga yaitu reopening economy.

Rupiah Strong, Inflow Asing Terjadi Di Saham BBRI hingga 1.2 Trilyun

Memulai perdagangan pertama di bulan Juni 2020 masih banyak hal positif terkait bursa saham. Penguatan Rupiah dibawah level 15000 yang sekarang pada rentang 14400-14600 mengurangi pressure impor dan juga utang USD. Dollar Index yang cenderung melemah saat ini diproyeksikan akan terus turun dan investment bank seperti Goldman Sachs sudah lakukan short terhadap USD melihat potensi keberhasilan reopening economy global.

Secara teknikal stochastic masih melaju dengan garis %K saat ini sudah masuki wilayah > 80 overbought tanda kekuatan bull masih strong. MACD rentang signal dan line nya pun makin lebar dengan arah tetap positif. Bentukan candle setelah breakout level 4667 pun bagus, closed dengan shadow atas tipis artinya psikologi market tetap ingin ada kenaikan.

Analisis Harian IHSG ^JKSE

Index berpotensi mixed menguat dengan target uji level resisten 4795. Walapun sedikit keluar dari upper bollinger ini bisa menjadi check point bila terjadi koreksi teknikal di sore hari ke level 4737 sebagai supportnya. Rentang pergerakan IHSG hari ini 4720 – 4795.

Beberapa saham yang bisa menjadi perhatian untuk fast trading hari ini : BMRI SCMA SMGR BTPS CPIN BBRI BBNI INDF TCPI ADRO BRPT ACES MNCN disamping WIKA PTPP INTP EXCL ERAA LPPF dan BRIS

Tone dan Manner Hari Ini : Asing Gelontorkan 1,2 Trilyun ke Saham BBRI, Tahan IHSG Untuk Tetap Naik

Support – Resisten  : 4720 – 4795

******

Banyak yang orang khususnya komunitas Muslim yang cenderung menghindari SAHAM karena alasan HARAM dan JUDI. Kondisi ini tidak hanya terjadi di satu dan dua orang saja tapi hampir menjadi perdebatan yang panjang di kalangan para scholar Islam

Nah untuk menjawab mereka yang masih ragu atas investasi dan trading di Bursa Saham, kini SAHAMOLOGY langsung mendatangkan orang yang sangat berkompeten untuk berbicara tentang aspek halal haram dari saham.

Bapak Mohammad B Teguh seorang Perecana Keuangan Syariah yang merupakan anggota Dewan Syariah Nasional MUI serta Dewan Pengawas Syariah Bank  & Fund Manager akan menjadi mentor dalam topik SAHAM : HALAL HARAM dan KEBUTUHAN MASA DEPAN

Materi akan disampaikan pada tanggal 4 Juni 2020 mulai jam 19.30 hingga selesai. Tiket dapat dibeli melalui https://www.loket.com/event/halalharamsahamology  

Wajib ikutan.. Pembicara bukan orang sembarangan. Super mumpuni bicara soal saham dan syariah.

**********

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *