Berapa sebenarnya jumlah aliran dana asing yang masuk ke Bursa Efek Indonesia? Sebenarnya tidak ada yang pasti.  Kalau angka resminya yang digunakan adalah aliran dana asing total. Aliran yang terdapat pada pasar reguler, maupun yang ada pada pasar non reguler.  Akan tetapi, kalau saya lebih cenderung menggunakan hanya aliran dana asing yang ada di asar reguler.  Aliran dana asing yang ada di pasar non reguler, sering kali berasal dari crossing atau transaksi tutup sendiri. Ini saya anggap sebagai ‘noise’ karena berbagai alasan.  Banyak faktor yang bisa saja dijadikan alasan, seperti misalnya:

  • bisa saja aktifitas tersebut hanya merupakan aktifitas repo yang dilakukan oleh perseroan, atau
  • bisa saja pemodal yang melakukan crossing tersebut, memang hanya membeli saham tersebut untuk keperluan investasi sehingga kecil kemungkinan mereka melepasnya pada open market, atau
  • bisa saja langkah tersebut hanya merupakan ‘pemindahan barang’ yang dilakukan oleh pemegang saham mayoritas dari perusahaan dia yang ada di Indonesia kepada perusahaan dia yang ada di luar negeri.  Hanya keluar kantong kiri – masuk kantong kanan, tanpa perpindahan kekuasaan yang sebenarnya.

Dan masih banyak lagi alasan yang lain.  Intinya: aksi ‘asing-asingan’ (asing palsu, atau kemudian saya sebut sebagai ‘aseng’) ini malah sering kali menjadi gangguan bagi kita dalam mengambil keputusan.

Lihat saja pada gambar dibawah ini:

130630 Aliran Dana Asing vs Aseng

Kalau anda menggunakan aliran dana ‘Aseng’ (total market), posisi net buy atau net sellnya bakal berbeda. Hal ini bila dibandingkan dengan ketika kita menggunakan data Aliran Dana Asing untuk yang pasar reguler.

Memperhatikan aliran dana di pasar reguler (asing) akan  memberikan panduan yang lebih baik dalam pengambilan keputusan, dibandingkan dengan memperhatikan aliran dana di total market (aseng)

Ini karena aliran Dana Asing Reguler adalah aktifitas dari pemodal asing yang benar-benar dilakukan dalam perdagangan (tidak ada yang dari pasar negosiasi) sehingga angkanya memang terlihat lebih riil. Riil karena ada interaksi dan transaksi.

Aliran Dana Asing Jangka Panjang

Sekarang pertanyaannya begini: Bagaimana kondisi dari aliran Dana Asing hingga saat ini? Bagaimana posisi dari Pemodal asing yang sebenarnya?

Kalau dilihat berita yang ada di Bisnis Indonesia bulan Desember kemarin, kepemilikan dari Investor Asing atas saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia secara total, sebenarnya hanya beda tipis dengan kepemilikan dari investor lokal. Angkanya juga hanya beda tipis, 50,64 untuk asing, dan 49,36 untuk investor lokal.

Kalau kita melihat data long term yang kami miliki semenjak tahun 2017, pemodal asing memang terus melepas posisi long term yang mereka miliki. Meskipun demikian, setiap awal tahun, mereka kadang tetap mencoba ambil posisi. Hal ini mungkin mereka berharap siapa tahu ada perubahan. Langkah ini seperti apa yang terjadi di tahun 2019 lalu, asing sempat net buy sekitar Rp 20 – 30 trilyun, sebelum kembali melepas posisi.

Aliran Dana Asing 2020

Bagaimana dengan Aliran Dana Asing untuk tahun 2020? Semenjak pertengahan Desember kemarin, Asing juga sempat mencoba untuk belanja, melakukan posisi beli. Nggak banyak sih, cuman sekitar Rp 5 trilyun.

Akan tetapi, aksi beli ini tidak berlangsung lama. berbagai krisis yang ada di dalam negeri, kondisi ekonomi kita yang tidak kunjung membaik, serta belakangan ini ada isu negatif dari Corona Virus yang melanda bursa global, membuat pemodal asing kembali melakukan posisi jualnya. Posisi terakhir dari Net Buy Asing di Pasar Reguler hingga perdagangan kemarin, sudah minus sekitar Rp 2,8 trilyun. Artinya: Pemodal Asing sudah mulai melepas posisi jangka panjangnya.

So.. mana angka yang anda gunakan: reguler (Asing) atau total (Aseng)? Kami sih.. menggunakan angka Net Buy/Sell Asing di Pasar Reguler, agar bebas dari kontaminasi transaksi-transaksi yang dari pemodal lokal yang berpura-pura menjadi investor asing. Kalau pertanyaan anda adalah: kapan net sell investor asing ini berhenti.. kapan IHSG mencapai bottom? Well.. agak susah itu menjawabnya. Kalau asing sudah mulai melepas posisi jangka panjang seperti apa yang berlangsung sekarang ini, kita cuman bisa menunggu. Kalau melihat tulisan saya yang membahas mengenai ‘teknik membalik chart’ dalam memprediksi pergerakan harga ketika market bearish ini, Potensi koreksi IHSG memang bisa sampai kisaran 5100 – 5150. Cuman.. diantara posisi IHSG sekarang yang masih diatas 5600, dan kisaran harga tersebut, kan masih banya suport dan resisten yang lain. Kita tunggu saja ini.. kapan trend turun dan tekanan jual dari investor asing ini bakal berlalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *