Alarm bahaya bursa sudah berbunyi. Tidak hanya di Bursa Efek Indonesia tetapi juga di Wall Street. Market alami halting setelah penurunan lampaui batas yang ditetapkan oleh otoritas bursa. Market di USA alami halting saat pembukaan sedangkan IDX halting 30 menit jelang penutupan setelah capai batas bawah -5%.

Jadi Bagian Sejarah 2020 :  Alarm Bahaya Trading Halt

Kenyataan buruk harus dihadapi oleh para pelaku pasar kemarin. Peluruhan market tidak bisa dihindari akibat semakin mewabahnya COVID19. Banyak yang belum pernah merasakan krisis dan suspensi market akhirnya bisa menjadi saksi sejarah. IHSG turun -5,01% dan jatuh dibawah angka psikologi 5000. Level penutupan 4895 menjadi yang terendah sepanjang 3 tahun terakhir dan lebih rendah dari lowest tahun 2017.

Hampir 400 saham di bursa turun, 80 tidak alami perubahan dan sisakan 39 saham naik. Semua sektor meradang dengan BASIC-IND menjadi yang paling tertekan -8.47%, sektor nlain turun bervariasi minimal -3,11%. Saham LQ45 turun lebih dalam lagi -6.11% sedangkan JII -5.41%. Yang paling parah adalah saham saham BUMN di IDXHIDIV20 terpangkas -7,20% padahal sudah siapkan rencana buyback. Namun yang paling menarik adalah saham yang dianggap miliki valuasi murah dalam IDXV30 justru turun paling dalam hingga -9.57%. (Note : nanti akan ada artikel khusus tentang potensi saham ini)

Market Resmi Akhiri Rally Panjang dan Masuk Fase BEAR

Resmi sudah Wall Street alami bear market setelah semalam S&P dan NASDAQ join DOW turun lebih dari -20% level tertingginya. Kebijakan Trump yang suspensi penerbangan ke area Europe selama 30 hari menjadi pukulan telak bagi market. Alih alih bisa menenangkan market malah membuat market berdarah. DOW semalam turun sempurna -9.99% ke level 21200 sedangkan S&P500 daan NASDAQ turun -9.51% dan -9.43%. VIX sebagai indikator volatilitas naik lebih dari +40% ke 75.47 tandakan semuanya belum selesai dan akan berakhir. Ini menjadi level penurunan harian yang dramatis sejak krisis market 1987 saat DOW turun -22%.

Secara teknikal kondisi turunnya DOW S&P dan NASDAQ ke level -20% dari level tertingginya menjadi peresmian bahwa BULL MARKET sejak tahun 2009 telah selesai. Index baru saja akan memulai masa masa peluruhan sebelum akhirnya memantul dan rally. COVID19 yang menjadi sebuah pandemi dan membuat orang takut akan menjadi penyebab utama resesi secara global. Tahap pertama akan hantam sektor penerbangan dan pariwisata. Airlines utama turun lebih dari -21% setelah 4,8 juta seats dari 17,000 penerbangan ke Europe  ditunda hingga 30 hari ke depan. Harga minyak juga turun ke level USD 31 per barrel dan masih akan terus berlanjut. Perbankan terkoreksi karena rendahnya yield treasury dan kemungkinan tingginya resiko kredit karena banyaknya lockdown. Di New York City sudah ada larangan orang berkumpul lebih dari 500 orang sehingga banyak event olahraga ditunda. Ini punya impact besar untuk ekonomi di Amerika.

Aturan ARB Disempurnakan Guna Ulur Waktu

Hari ini bursa indonesia terapkan aturan baru menyempurnakan aturan ARB yang baru saja dirilis. Bila awalnya level asimetris ARB ada di -10% dari harga pembukaan maka diturunkan menjadi -7%.  Kondisi ini diharapkan bisa memperlambat penurunan harga guna beri waktu bagi sentimen global untuk recover. Tanpa adanya pembatasan ini dipastikan IHSG akan turun jauh lebih cepat melihat kondisi psikologis sekarang. Di sini admin setuju dengan kebijakan ini mengingat COVID19 adalah unknown dan uncharted. Masalahnya belum bisa diselesaikan karena belum ada satu resep penyembuh. Jadi strategi ‘ulur waktu’ penting agar bisa menjaga psikologi tidak shocked dalam sekejap.

Index hari ini diproyeksikan masih akan under psikologis dan dibuka turun karena ‘kaget’ dengan kondisi kemarin dan penutupan global. Setelah support 5000 dan 4933 jebol maka pertahanan IHSG berikutnya adalah 4690 dan 4628. Bila diasumsikan bahwa market akan ARB setelah saham saham utama capai level -7% maka IHSG hari ini bisa drop di bawah level 4550. Ini artinya support 4690-4628 most likely akan dibreak.

Tone dan Manner IHSG :  Alarm Bahaya Sudah Berbunyi, Market Global Resmi Akhiri Rally Panjang

Potensi Pergerakan :  4550 – 4900

Berita berbau krisis akan menjadi santapan harian di media online. Fase market bear dan akhir dari bull akan terus menakutkan bagi pelaku pasar. Namun ingatlah saat ketakutan nanti berubah menjadi resesi maka ini jadi awal sebuah harapan.

Krisis 2008 lahirkan banyak OKB di Amerika yang tumbuh 64% dari periode 2009 – 2014. Inikah saatnya krisis 2020 lahirkan OKB Baru ? Baca artikelnya https://tetraxchange.id/krisis-bursa-akan-lahirkan-orang-kaya-baru/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *