Nasib dan Pergerakan Harga Saham BBRI Ditentukan Oleh Investor Asing

IHSG jelang libur long weekend Paskah naik +0.48% atau terapresiasi +22 point. Ada 203 saham yang naik sehingga bisa imbangi penurunan 194 saham lain nya. Walaupun dalam margin yang tipis namun setidaknya bisa membuat orang lebih tenang. Namun sayangnya kenaikan pada hari Kamis tidak diikuti oleh penguatan 3 saham perbankan unggulan yaitu BBCA, BBRI dan BMRI. Bagaimana nasib dan skenario pergerakan saham Bank BBRI minggu ini ?

Index Mixed, Finance Drop

Pada hari perdagangan Kamis index bergerak mixed dan volatile di rentang 4562 – 4669. Index bergerak naik turun sekitar +2.34% antara level tertinggi dan terendahnya. Walaupun diakhir sesi perdagangan ditutup positif tapi sisakan 2 index berada di zona merah. Kenaikan sektor MISC-IND hingga +4.49% dan CONSUMER +2.10% harus tertekan karena turunnya 1 sektor pemberat index yaitu FINANCE 0.52%. Apalagi 4 saham utamanya melamah dipimpin oleh BMRI -2.09% BBRI -1.06% BCBA -0.70% dan BBNI -0.49%.

Candle mingguan index pun alami volatilitas yang tinggi. Pekan lalu index hanya naik +0.6% dengan rentang perubahan lebih dari 400 point. Index bergerak di level low 4562 dan level high 4975. Rentang yang cukup lebar hingga lebih dari 9% dari batas atas dan bawahnya. Bentukan candle yang lebih dominan wick atas tandakan kekuatan seller lebih unggul selama minggu lalu.

BBRI Paling Banyak Dijual Asing

Sepanjang pekan lalu investor asing masih catatkan net sell di IDX. Total outflow mencapai -1.59 trilyun di pasar regular. Net sell asing ini tidak terlepas dari masih aktifnya investor lakukan penjualan saham saham unggulan dari sektor FINANCE hingga -806 milyar serta INFRA -324 milyar. Dua sektor lain juga tak lepas jadi sasaran jual yaitu TRADE -146 milyar dan PROPERTY -153 milyar.

Saham BBRI menjadi saham yang paling banyak di lepas sepanjang pekan lalu. Bersama dengan BMRI PGAS dan BBNI 4 saham ini alami tekanan jual diatas -100 milyar. Pada saham BBRI asing cabut -577 milyar, BMRI -205 milyar, PGAS -136 milyar dan BBNI -125 milyar. Pembelian asing yang dominan selama pekan lalu hanya tercatat di saham BBCA +179 milyar dan ICBP +73 milyar.

Bila dihitung sejak tanggal 1 April 2020, total dana asing yang keluar dari bank unggulan BUMN ini telah capai -1.08 trilyun. Setara dengan 5x lipat outflow di PGAS dan 4,5x lipat outflow di saham TLKM.Tak heran sahamnya menjadi yang paling terkoreksi tahun ini menurut stastik dari IDX dalam laporan hariannya

Kemana Arah BBRI Selanjutnya ?

Penting sekalli untuk mereka yang berinvestasi dan trading saham BBRI untuk tahu kemana potensi pergerakan arah selanjutnya dari saham ini. 3 saham utama perbankan BUMN memang alami koreksi paling parah tahun ini. BBNI turun -49.2%, BMRI -39.2% dan BBRI -36.2%. Bila dibandingkan dengan BBCA yang hanya turun -16.3% artinya BBRI turun 2x lebih dalam dari Bank Central Asia di nomor 1. Tak heran market cap BBRI  yang tadinya berselisih 200 trilyun dengan TLKM kini hanya berbeda 32 trilyun saja. TLKM yang turun -21% kini market cap 309 trilyun dan BBRI 341 trilyun.

Statistik IDX

Selama 3 pekan saham BBRI bergerak sangat volatile khususnya di W4 Maret dan W2 April 2020. W4 rentang low dan high BBRI 2440 – 3670 setara dengan 50% sedangkan di W2 April  2750 – 3240 yang ekuivalen dengan 17%. Kondisi ini jelas jelas membuat banyak orang yang bisa untung atau buntung dalam sepekan.  Rentang lebar ini mungkin bagus buat trader karena ada potensi trading harian, sedangkan untuk investor akan menjadi peluang salah beli sehingga menggerus nilai porto

Secara teknikal BBRI kembali lanjutkan dowtrend jangka pendeknya karena sudah dibawah level support MA20 dan EMA7-nya. Selain itu dengan kondisi BBRI telah break support 2800 maka terkonfirmasi membuat trend turun untuk swing pendeknya. Bila gunakan teknik retracement maka target penurunan berikutnya adalah 2745 – 2440.

Kapan Keputusan Untuk Membeli BBRI ? Lihat Skenario nya

Ada baiknya untuk kondi sekarang kita wait and see dulu terhadap saham BBRI karena  trend nya masih turun serta belum ada signal pembalikan arah. Skenario yang mungkin terjadi adalah bila asing terus tetap melakukan aksi jual pekan ini maka BBRI akan coba sentuh lagi level support 2440.

Retracement Saham BBRI

Bila saham tersebut memantul di harga 2440 maka bisa dijadikan sebagai skenario area beli karena saham telah membentuk pola Double Bottom. Namun bila harga turun di bawah level 2440 maka target koreksinya bisa ke area 2220-1945.

Profile Finansial BBRI (sumber RTI.co.id)

Jadi ada 4 area skenario harga beli : 2440 – 2220 – 1945  dan sampai level nilai buku nya di 1680. Kita tunggu bersama.

Berita Buruk Terus Keluar, Index Diharapkan Tidak Membuat Low Baru

Setiap hari berita buruk selalu muncul di market. Yang terbaru adalah adanya potensi rencana rusuh yang dilakukan oleh kelompok ANARKO yang akan jarah beberapa wilayah. Selain itu kenaikan angka pasien positif COVID yang sudah diatas 4200 kemarin. Munculnya berita berita buruk ini adalah tanda dari WAVE 2 Bearish menurut ilmu Elliott Wave. Namun good news adalah berita buruk ini tidak membuat Index akan membentuk low yang lebih rendah dari 3911.

Hari ini index akan bergerak mixed karena secara trend pendek masih tertahan di area support MA 20 4630. Secara indikator cepat stochastic sudah dead cross dan MACD masih lanjutkan negative direction sehingga harus lebih berhati hati. Index akan bergerak pada rentang 4491 – 4780.

Beberapa saham yang bisa diperhatikan untuk trading harian atau fast trade karena punya rentang yang lebar adalah  : ADRO AKRA ANTM ASII BBCA BBNI BBRI BBTN BMRI BRPT BTPS CPIN CTRA ERAA EXCL GGRM HMSP ICBP INDF INKP INTP JSMR KAEF KLBF LPPF MDKA MEDC MNCN PGAS PTBA PTPP PWON SMGR SMRA TBIG TCPI TKIM TLKM TOWR TPIA UNTR UNVR WIKA WSKT. L

Support dan Resisten IHSG 4491 – 4780

Tone dan Manner IHSG :  3 Saham Bank BUMN Tertekan, Ini Skenario Untuk BBRI

Potensi Pergerakan :  4491 – 4780

******

Ada lebih dari 600 saham diperdagangkan di bursa saham IDX. Mulai dari saham gocapan sampai saham blue chip. Saham yang punya kapitalisasi besar sampai yang berkapitalisasi receh. Saham yang aktif dan saham yang tidur.

Tidak semua saham cocok untuk trading. Apalagi untuk fast trading atau intraday. Ada karakterisitik tertentu saham saham yang bisa dijadikan potensi income rutin harian untuk intraday trading atau fast trade.

Develop Skill  untuk mencari Saham Income Untuk Cuan Harian Intraday bareng Satrio Utomo

Klik link pendaftaran di link Loket.COM  >>>>    https://www.loket.com/event/memilih-saham-cuan-untuk-trading-sahamology-id

*******

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *