Wall Street naik, Asia menguat, dan komoditas memanas — tapi justru di tengah koreksi inilah peluang
Sahamology - 13 Jan 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah -0,58% ke 8.885 setelah sempat menyentuh 9.001, menunjukkan aksi profit taking di level psikologis 9.000. Meski terkoreksi, asing masih mencatat net buy Rp205 miliar dengan nilai transaksi Rp39 triliun, menandakan minat beli selektif belum hilang. Tekanan datang dari IDXInfra (-2,34%), IDXEnergy (-1,45%), dan IDXFinance (-1,01%). Sebaliknya, rotasi dana terlihat ke IDXCyclic (+2,07%), IDXIndust (+1,93%), dan IDXTrans (+0,66%). Untuk sesi berikutnya, IHSG berpotensi konsolidasi dengan peluang stock picking di sektor cyclical dan industri yang masih mendapat aliran dana.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat: Dow Jones +0,17%, Nasdaq +0,26%, dan S&P 500 +0,16%, mencerminkan sentimen pasar global masih positif. Namun risiko politik The Fed meningkat seiring isu hukum Jerome Powell, berpotensi memicu volatilitas suku bunga dan koreksi pasar saham meski reli masih berlanjut.
⚡Asia Market
Bursa Asia bergerak positif dipimpin Hang Seng +1,44% yang ditopang saham teknologi China seperti Alibaba dan Tencent seiring meredanya tensi dagang AS–China. Kospi +0,84% mencetak rekor baru berkat boom AI dan saham chip Korea yang dipimpin Samsung. Nikkei 225 libur, namun sentimen Jepang tetap kuat menyusul ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dan tren akumulasi investor global pada saham Jepang.
⚡Komoditas
Harga minyak WTI menguat ke US$59,50 didukung gejolak geopolitik Iran dan stok minyak AS yang lebih rendah dari ekspektasi, menjaga volatilitas energi global. Harga emas melonjak ke 4.598 sebagai safe haven utama di tengah ketidakpastian The Fed dan risiko inflasi. Sementara harga CPO Malaysia bertahan di RM4.111, mencerminkan pasar sawit masih wait-and-see akibat permintaan global lemah dan upside terbatas 2026.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah melemah ke USD/IDR 16.848 seiring penguatan Dolar AS dan sentimen risk-off global akibat ketidakpastian geopolitik. Meski DXY turun ke 98,88, tekanan struktural masih kuat karena data ekonomi AS solid. Ke depan, volatilitas nilai tukar tetap tinggi menjelang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
⚡Berita Emiten & Korporasi
BRIS - mempercepat digitalisasi pasar tradisional lewat Lapak BSI untuk memperluas inklusi keuangan syariah dan menjadikan UMKM sebagai mesin pertumbuhan baru berbasis ekosistem digital.
UNTR - menggelontorkan Rp23,83 miliar pada kuartal IV-2025 untuk eksplorasi emas, perak, dan nikel melalui anak usaha, guna memperkuat cadangan dan menopang pertumbuhan tambang jangka panjang.
INTP - telah merealisasikan pengalihan mayoritas saham hasil buyback lewat pengurangan modal, langkah yang berpotensi menaikkan EPS seiring berkurangnya jumlah saham beredar.
AVIA - masih menyimpan sisa dana IPO Rp250,56 miliar di bank dan obligasi, yang akan digunakan untuk modal kerja dan pelunasan utang guna menjaga likuiditas dan fleksibilitas ekspansi.
BBTN - meresmikan rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos untuk memperluas inklusi keuangan lewat jaringan Pos Indonesia dan menargetkan penghimpunan dana murah hingga Rp5 triliun dari nasabah ritel dan Gen Z.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG sempat pullback ke middle Bollinger Band 20 namun berhasil rebound dan ditutup kembali di atas EMA 7, menegaskan tren naik masih sehat. Stochastic 15 di area overbought mengindikasikan potensi konsolidasi, sementara volume yang meningkat menunjukkan tekanan beli belum hilang.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INKP Signal
TLKM Trend Following
KLBF Swing Trade
BKSL Day Trading
MDKA Intraday Trading