Tekanan jual belum usai: IHSG goyah, Wall Street koreksi, dan rupiah masih di bawah tekanan asing.
Sahamology - 06 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah 0,53% ke level 8.104 setelah bergerak volatil di rentang 8.103–8.214, menunjukkan tekanan jual masih menguasai pasar. Nilai transaksi Rp19,3 triliun dengan volume 1 miliar lot mengindikasikan partisipasi mulai menurun, sementara asing net sell Rp357 miliar mempertegas distribusi berlanjut. Mayoritas sektor terkoreksi, dipimpin IDXIndustrial (-1,35%), IDXEnergy (-1,20%), dan IDXTechnology (-1,19%), mencerminkan risk-off sentiment. Hanya IDXNonCyclicals (+0,79%) yang bertahan positif sebagai sektor defensif. IHSG berpotensi konsolidasi dengan bias melemah, investor disarankan selektif pada saham defensif dan wait and see pada sektor siklikal.
⚡Global Market
Bursa AS melemah serempak dengan Dow Jones -1,20%, Nasdaq -1,59%, dan S&P 500 -1,23% akibat tekanan saham teknologi dan AI. Rotasi ke sektor defensif mulai terlihat, sementara investor institusi masuk lebih selektif. Sentimen pasar global tetap waspada jelang arah suku bunga The Fed dan isu fiskal AS.
⚡Asia Market
Bursa Asia bergerak variatif dengan tekanan profit taking pasca reli panjang. Nikkei 225 turun 0,88% setelah mencetak rekor tertinggi, dipicu konsolidasi wajar meski Bank of Japan tetap hawkish bertahap. Hang Seng naik tipis 0,14% didorong harapan pelonggaran sektor properti China. Sementara itu, Kospi anjlok 3,86% akibat aksi ambil untung dan rotasi dana investor global. Pasar regional menunjukkan fase konsolidasi sehat dengan volatilitas meningkat menjelang sesi perdagangan berikutnya.
⚡Komoditas
Harga minyak WTI turun 2,84% ke USD 63,29 akibat meredanya tensi geopolitik dan kekhawatiran oversuplai global, meski likuiditas pasar tetap tinggi. Emas terkoreksi 3,78% setelah tekanan kebijakan moneter, namun outlook jangka panjang masih bullish menuju 2026. Sementara itu, harga CPO MYX relatif stabil meski tren setahun terakhir masih lemah, dengan minat transaksi agrikultur tetap terjaga.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik 0,15% ke 16.821, menandakan rupiah masih tertekan akibat outflow asing dan kekhawatiran defisit fiskal. Meski Dollar Index (DXY) melemah dekat level terendah sejak 2022, sentimen domestik membuat rupiah belum mampu rebound. Volatilitas nilai tukar berpotensi berlanjut pada perdagangan berikutnya.
⚡Berita Emiten & Korporasi
BBCA - BCA menargetkan penyaluran KPR baru di BCA Expoversary 2026 melampaui Rp40,3 triliun tahun lalu, didorong kolaborasi ratusan pengembang dan dukungan stimulus properti pemerintah.
MDKA - menyiapkan dana Rp856 miliar untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan V Tahap II Seri A yang jatuh tempo 2 Maret 2026, sebagai bagian penguatan struktur keuangan perusahaan.
CDIA - mengumumkan program buyback saham hingga Rp1 triliun dari kas internal selama Februari–Mei 2026 sebagai langkah menjaga valuasi dan memperkuat kepercayaan investor di tengah volatilitas pasar.
BBTN - BTN menargetkan pembiayaan hingga 20.000 rumah rendah emisi pada 2026 sebagai bagian ekspansi green banking dan penguatan portofolio ESG yang ditopang kolaborasi developer serta startup daur ulang.
RAJA - Dua direksi RAJA kompak memborong saham di harga Rp4.999 pada akhir Januari 2026, mempertegas sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental emiten infrastruktur energi tersebut.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG berada di bawah EMA 7, menandakan momentum jangka pendek masih bearish. Harga bergerak dekat lower Bollinger Band 20, menunjukkan tekanan jual belum mereda meski mulai muncul potensi technical rebound. Stochastic 15 berada di area oversold mengindikasikan peluang pantulan terbatas. Volume meningkat saat penurunan, mengonfirmasi distribusi masih kuat.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INKP Signal
TAPG Trend Following
SMDR Swing Trade
BGTG Day Trading
SCMA Intraday Trading