Tekanan asing masih terasa, komoditas melemah, tapi likuiditas dan rotasi sektor membuka peluang sel
Sahamology - 13 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah -0,31% ke level 8.265, bergerak volatil di rentang 8.220–8.334. Tekanan pasar terutama berasal dari asing net sell Rp2 triliun, meski nilai transaksi masih solid Rp23,2 triliun dengan volume 2,5 miliar lot, menandakan likuiditas tetap terjaga. Dari sisi sektoral, IDXBasic (+1,46%) dan IDXProperti (+0,95%) menjadi penopang, sementara IDXHealth (-1,25%) dan IDXCyclic (-0,92%) tertekan. Ke depan, IHSG berpotensi konsolidasi dengan fokus pasar pada rotasi sektor dan respons terhadap arus dana asing. Strategi selektif pada saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi tetap menjadi kunci di tengah volatilitas pasar.
⚡Global Market
Dow Jones (-1,34%), S&P 500 (-1,57%), dan Nasdaq (-2,03%) melemah di tengah volatilitas tinggi dan rotasi sektor. Meski Dow dan S&P masih dekat rekor, investor cenderung wait and see menanti data inflasi dan tenaga kerja AS sebagai penentu arah suku bunga dan kebijakan The Fed.
⚡Asia Market
Nikkei 225 relatif stabil -0,02%, tetap dekat rekor historis seiring euforia stimulus ekonomi Jepang dan kepercayaan pada agenda pro-bisnis pemerintah. Hang Seng terkoreksi -0,86%, tertekan sentimen China, aksi ambil untung sektor properti, dan volatilitas komoditas. Sebaliknya, Kospi melonjak +3,13% ke rekor tertinggi, didorong reli saham AI dan semikonduktor, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix menjadi motor utama penguatan pasar Korea Selatan.
⚡Komoditas
Harga WTI Oil turun tajam -2,77% ke 62,84 seiring lonjakan stok minyak AS dan kekhawatiran oversupply global, meski risiko geopolitik masih ada. Emas terkoreksi -3,22% ke 4.921, dipicu profit taking, penguatan dolar, dan pengurangan posisi investor institusi, namun tren jangka panjang tetap kuat. Sementara itu, harga CPO MYX relatif stabil +0,17% di RM4.044, mencerminkan pasar sideways tanpa katalis baru.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR melemah tipis ke 16.810 (+0,20%), ditopang arus modal asing dan surplus neraca perdagangan yang solid. Sentimen positif IHSG turut menjaga Rupiah, meski volatilitas global masih membayangi. Sementara itu, DXY bertahan lemah di 96,92, mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pelemahan Dolar AS dan ketidakpastian kebijakan The Fed.
⚡Berita Emiten & Korporasi
CPO - Penundaan program biodiesel B50 berpotensi menekan harga CPO jangka pendek akibat berkurangnya serapan domestik, namun pelemahan diperkirakan terbatas karena permintaan global minyak nabati tetap kuat dan risiko pasokan meningkat.
BRIS - Pefindo mempertahankan rating idAAA dengan prospek stabil untuk BSI (BRIS), mencerminkan dukungan kuat pemerintah, permodalan solid, serta likuiditas dan posisi dominan perbankan syariah yang tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi.
WIFI - memperkuat posisi sebagai pemain infrastruktur digital nasional lewat kolaborasi dengan PT Bina Karya dalam pembangunan jaringan ICT di IKN, membuka peluang proyek strategis dan sumber pendapatan berkelanjutan seiring percepatan transformasi digital Indonesia.
PSAB - merampungkan divestasi proyek emas Doup senilai USD540 juta (Rp8,8 triliun) kepada anak usaha UNTR, memperkuat likuiditas perseroan sekaligus menandai ekspansi UNTR di sektor tambang emas domestik.
DEWA - hampir menuntaskan buyback senilai Rp950 miliar dengan realisasi Rp819 miliar (1,43 miliar saham), memperkuat sentimen positif pasar seiring lonjakan saham +11,88% yang mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek perseroan.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG Technical Outlook: IHSG bergerak di atas EMA 7, menandakan momentum jangka pendek mulai membaik. Harga berada di area tengah Bollinger Band 20, mencerminkan volatilitas moderat. Stochastic 15 mengarah naik dari area netral, sementara volume belum ekspansif, sehingga penguatan masih bersifat teknikal.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
PWON Signal
TLKM Trend Following
EMTK Swing Trade
EMAS Day Trading
BKSL Intraday Trading