Saat global market masih tenang dan Asia risk-on, IHSG justru longsor brutal dihantam arus keluar as
Sahamology - 29 Jan 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ambruk 7,35% ke 8.321, dengan tekanan jual masif terlihat dari asing net sell Rp6,1 triliun meski transaksi tinggi Rp44,7 triliun. Seluruh sektor terpuruk, terdalam di IDX Infrastructure -10,15%, IDX Energy -8,99%, dan IDX Technology -7,55%. Sentimen negatif diperkuat keputusan MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia akibat isu transparansi free float, bahkan membuka risiko downgrade dari Emerging Market jika tak ada perbaikan. Kondisi ini berpotensi menahan aliran dana asing dalam jangka menengah dan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi.
⚡Global Market
Dow Jones, Nasdaq, dan S&P 500 bergerak datar dengan volatilitas rendah seiring pasar menanti keputusan The Fed dan laporan keuangan Big Tech. Optimisme sektor teknologi menopang Nasdaq, namun risiko koreksi tetap membayangi karena posisi long fund masih dominan. Arah pasar global hari ini sangat ditentukan sentimen suku bunga dan kinerja saham teknologi besar.
⚡Asia Market
Bursa Asia bergerak positif dengan Hang Seng melonjak 2,58% ke 27.826 didorong arus modal asing ke saham China. KOSPI cetak rekor tertinggi sepanjang masa, ditopang sektor chip, AI, dan industrial seiring derasnya dana global masuk Korea. Sementara Nikkei naik tipis 0,05%, bertahan dekat all time high, namun pasar waspada potensi intervensi yen Jepang. Secara umum, risk appetite Asia masih kuat, meski volatilitas global tetap menjadi risiko jangka pendek.
⚡Komoditas
Komoditas Global: Harga minyak WTI di $63,21 meski volatil akibat dinamika stok AS dan risiko pasokan global 2026. Harga emas rekor tertinggi menegaskan arus kuat ke aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Sementara harga CPO Malaysia relatif stagnan, mencerminkan pasar menunggu katalis baru dari permintaan dan kebijakan ekspor. Pergerakan komoditas ini menjadi indikator penting arah sentimen pasar saham hari ini.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah & Dolar AS: USD/IDR ditutup di 16.718 (-0,46%) seiring intervensi Bank Indonesia menjaga stabilitas dan optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara USD Index (DXY) rebound ke 96,34 (+0,55%) didorong sentimen dolar kuat AS, meski risiko global masih membayangi pasar menjadi faktor penting pergerakan aset hari ini ke depan.
⚡Berita Emiten & Korporasi
RLCO - Saham RLCO meroket lebih dari 5.000% sejak IPO, namun manajemen menegaskan lonjakan tersebut murni mekanisme pasar tanpa adanya aksi korporasi atau informasi material tersembunyi dari internal perusahaan.
ASLC - menargetkan pertumbuhan pendapatan dobel digit pada 2026 dengan mengandalkan ekosistem mobil bekas terintegrasi dari lelang JBA hingga ritel digital, meski sahamnya masih bergerak lemah di pasar.
TBIG - akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp1,27 triliun untuk refinancing utang jatuh tempo Februari 2026, menegaskan strategi pengelolaan liabilitas agar arus kas dan struktur pendanaan tetap sehat.
WIFI - Pos Indonesia menggandeng WIFI (Surge) untuk memperluas internet 100 Mbps seharga sekitar Rp100 ribu per bulan ke seluruh Indonesia dengan memanfaatkan ribuan aset dan jaringan Pos, menjadi katalis percepatan akses digital nasional.
BBCA - BCA optimistis pertumbuhan kredit 2026 bisa menembus dua digit didorong program pemerintah dan arus investasi asing, meski tetap mewaspadai tekanan global dengan strategi risiko yang prudent.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG closing gap down dengan harga menutup di bawah EMA 7 dan MA 20, bahkan tembus lower Bollinger Band 20, menandakan momentum bearish kuat. Stochastic 15 terus melemah tanpa pantulan teknikal, sementara volume relatif tinggi mengonfirmasi tekanan jual masih dominan di pasar.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INDF Signal
CMRY Trend Following
MDKA Swing Trade
ELSA Day Trading
KAQI Intraday Trading