Risk-on global sedang panas, dan IHSG berada di titik krusial sebelum menentukan arah besar berikutn
Sahamology - 12 Jan 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup menguat tipis +0,13% ke 8.937 setelah bergerak volatil di rentang 8.908–8.981. Meski asing net sell Rp46 miliar, nilai transaksi Rp26,6 triliun dan volume 4 miliar lot menunjukkan likuiditas tetap solid. Kenaikan ditopang rotasi ke sektor IDX Cyclical (+3,30%), IDX Property (+2,39%), dan IDX Basic (+2,38%), mencerminkan minat pada saham ekonomi domestik dan komoditas. Sebaliknya, tekanan terjadi di IDX Finance (-1,07%) dan IDX Infrastructure (-1,08%). Dengan indeks masih bertahan di atas support psikologis 8.900, peluang technical rebound IHSG tetap terbuka jika aliran dana kembali ke saham perbankan dan infrastruktur.
⚡Global Market
Wall Street Menguat dengan Dow Jones +0,48%, Nasdaq +0,81%, dan S&P 500 +0,65%, didorong aliran dana besar ke ekuitas AS, ekspektasi pertumbuhan laba 15,13%, dan euforia IPO teknologi. Sentimen risk-on masih dominan, menunggu data tenaga kerja AS.
⚡Asia Market
Nikkei 225 +1,61% menguat ke 51.939,89, mendekati rekor tertinggi di level tinggi tahun ini, didukung sentimen hawkish BOJ dan optimism terhadap upah & inflasi. Hang Seng +0,32% rebound dengan kekuatan tech China dan surplus dagang. Kospi +0,75% naik kuat didorong ekspektasi ekspansi AI & chip, mencerminkan optimisme pasar regional meski geopolitik tetap waspada.
⚡Komoditas
WTI Oil naik ke USD 59,12 (+2,35%), mencerminkan rebound harga seiring permintaan yang tetap kuat dan struktur pasar yang menarik minat investor di tengah volatilitas global. Emas melonjak ke sekitar USD 4.500 (+0,70%), mendekati rekor tertinggi sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian makro. CPO sedikit melemah, mencerminkan pasar yang berhati-hati tanpa katalis kuat, dengan prospek harga tetap tertekan oleh data ekspor & permintaan global.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik ke 16.829 (+0,20%), menandakan tekanan Rupiah masih ada seiring DXY menguat ke 99,14 (+0,30%). Meski ada relief rally dolar, prospek penurunan suku bunga The Fed dan arus modal ke aset berisiko membuat volatilitas Rupiah tetap tinggi ke depan.
⚡Berita Emiten & Korporasi
BLOG - telah menuntaskan penggunaan dana IPO untuk membangun fasilitas cold storage di Tangerang, Pontianak, dan Makassar, memperkuat ekspansi jaringan logistik rantai dingin di luar Jawa.
ENRG - menyalurkan pinjaman Rp105,14 miliar ke anak usaha BSSL untuk melunasi utang Bank Mandiri, sebagai bagian dari strategi refinancing internal dan penguatan struktur pembiayaan grup.
KPIG - akan menghimpun dana hingga Rp78,75 miliar lewat private placement 514,71 juta saham untuk mempercepat pengembangan KEK MNC Lido City sebagai proyek pariwisata andalan.
INCO - menggelontorkan dana USD1,67 juta pada kuartal IV-2025 untuk mempercepat eksplorasi di Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa guna memperkuat basis sumber daya nikel jangka panjang.
ADMR - menyiapkan proyek smelter aluminium berkapasitas hingga 1,5 juta ton sebagai katalis pertumbuhan jangka panjang, dengan laba mulai terdongkrak signifikan dari 2027 di tengah dukungan harga batubara metalurgi yang masih kuat.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG masih bertahan di atas EMA 7, menandakan tren jangka pendek bullish. Bollinger Band 20 mulai melebar, memberi sinyal volatilitas naik. Stochastic 15 berada di area overbought, rawan koreksi sehat. Volume meningkat, mengonfirmasi minat beli masih kuat.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
- INCO Signal
- BKSL Trend Following
- MLPL Swing Trade
- BUVA Day Trading
- BRMS Intraday Trading