Pasar sedang risk-off, tapi peluang selalu lahir dari tekanan. Sudah siap eksekusi?
Sahamology - 27 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah -1,04% ke 8.235 setelah sempat menyentuh low 8.140, mencerminkan tekanan jual yang dominan sejak sesi siang. Aksi asing net sell Rp405 miliar memperkuat sinyal distribusi, meski nilai transaksi tetap tinggi Rp27,2 triliun dengan volume 9,4 miliar lot. Pelemahan terjadi merata, dipimpin IDXTrans (-4,54%), IDXCyclic (-2,59%), dan IDXInfra (-2,41%), menandakan risk-off sentiment jangka pendek. IDXFinance relatif lebih defensif (-0,52%). Secara teknikal, area 8.100–8.140 menjadi support terdekat, sementara resistance di 8.350. Untuk perdagangan berikutnya, fokus pada saham defensif dan pantau potensi technical rebound jika tekanan asing mereda.
⚡Global Market
Wall Street mixed: Dow +0,03%, S&P500 -0,54%, Nasdaq -1,18% tertekan sentimen negatif riset AI dan risiko unwind CTA. Meski Gedung Putih membantah, tekanan sektor teknologi masih dominan. Citi tetap optimis pada laba S&P 500, namun volatilitas kebijakan tarif AS membayangi. Waspadai sentimen global ke IHSG.
⚡Asia Market
Nikkei 225 naik 0,29% mendekati rekor, ditopang euforia AI dan stimulus, sementara KOSPI melonjak 3,67% ke level tertinggi sepanjang masa berkat lonjakan saham chip dan arus masuk asing besar. Sebaliknya, Hang Seng Index turun 1,44% akibat ketidakpastian tarif AS. Sentimen Asia campuran ini berpotensi memicu selektivitas dan volatilitas pada IHSG hari ini, terutama sektor teknologi dan komoditas.
⚡Komoditas
West Texas Intermediate turun ke 65,21 (-0,32%) setelah lonjakan stok minyak AS 15,9 juta barel versi EIA memicu tekanan bearish dan kekhawatiran permintaan melemah. Emas naik tipis +0,34% bertahan di area tinggi sebagai safe haven di tengah volatilitas global. Sementara Crude Palm Oil menguat +0,82% di RM4.038, ditopang kebijakan ekspor nol persen ke AS, meski tren jangka menengah masih tertekan.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR turun tipis ke 16.753 (-0,16%) namun rupiah masih rapuh meski intervensi dan suku bunga BI 4,75% dipertahankan. Sementara US Dollar Index (DXY) naik ke 97,79 (+0,15%) di tengah tren hedging global dan sentimen “Sell America”. Volatilitas rupiah berpotensi membayangi IHSG.
⚡Berita Emiten & Korporasi
ELSA - sukses menuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu North untuk PHE ONWJ tepat waktu dan tanpa insiden, memperkuat posisinya sebagai mitra strategis hulu migas Pertamina serta membuka peluang kontrak lanjutan.
PTRO - melalui entitas anaknya mengakuisisi 55% saham NAS dan VMA untuk memperkuat integrasi pit-to-port serta memperkokoh ekosistem logistik dan jasa kepelabuhanan guna mendukung efisiensi rantai pasok pertambangan.
BIPI - Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melonjak hingga Rp318 dan naik 269,77% ytd setelah Bakrie Capital Indonesia masuk sebagai pemegang 6% saham senilai Rp948 miliar, memicu sentimen positif pasar.
SOCI - Laba Soechi Lines Tbk (SOCI) turun 55% pada 2025 akibat rugi nonkas pelepasan kapal tua, meski EBITDA tumbuh 2,6% dan margin tetap solid seiring strategi efisiensi armada serta penguatan segmen galangan.
CFIN - PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) mencatat pendapatan 2025 turun menjadi Rp1,62 triliun, namun laba bersih hanya melemah tipis ke Rp212,21 miliar berkat efisiensi biaya dan perbaikan struktur liabilitas.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG ditutup di bawah EMA7, menandakan momentum jangka pendek melemah. Harga bergerak dekat lower Bollinger Band (20), mengindikasikan tekanan jual masih dominan namun berpotensi technical rebound. Stochastic (15) di area 75 dan mulai melandai, memberi sinyal rawan koreksi. Volume relatif tinggi, mencerminkan distribusi aktif.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
ASII Signal
TOBA Trend Following
BBTN Swing Trade
CLEO Day Trading
ENRG Intraday Trading