⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah -2,08% ke level 7.935, bergerak volatil di rentang 7.862–8.025, mencerminkan tekanan jual yang belum sepenuhnya mereda. Nilai transaksi Rp18,3 triliun dengan volume 1,9 miliar lot menunjukkan aktivitas pasar masih moderat. Menariknya, asing mencatat net buy Rp773 miliar, mengindikasikan aksi akumulasi selektif di tengah koreksi. Dari sisi sektor, tekanan terbesar datang dari IDX Cyclical (-5,11%), IDX Industrial (-4,73%), dan IDX Basic (-3,28%), sementara IDX Transport (+0,19%) menjadi satu-satunya sektor yang bertahan di zona hijau. Pasar berpotensi masih volatil, dengan fokus pada saham defensif dan likuid untuk perdagangan jangka pendek.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat solid dengan Dow Jones +2,47%, Nasdaq +2,18%, dan S&P 500 +1,97%, didorong earnings kuartal IV dan optimisme ekonomi AS. Namun, rotasi dana global ke luar AS mulai terlihat seiring valuasi pasar AS yang semakin premium.
⚡Asia Market
Pasar Asia bergerak mixed. Nikkei 225 naik +0,81% mendekati all-time high, ditopang reli saham teknologi dan AI serta pelemahan yen yang menguntungkan eksportir Jepang. Sebaliknya, Hang Seng turun -1,21% akibat ketidakpastian sektor properti China, sementara KOSPI melemah -1,44% tertekan aksi jual lanjutan meski return 1 tahun tetap tertinggi di Asia. Sentimen global cenderung konstruktif, namun volatilitas masih perlu diantisipasi.
⚡Komoditas
Pasar komoditas bergerak bervariasi. WTI Oil di 63,55 (+0,41%) relatif stabil meski dibayangi risiko oversupply global dan sikap OPEC+ yang masih wait and see. Harga emas melonjak +3,99% menegaskan status safe haven, dengan prospek bullish jangka menengah. Sementara itu, harga CPO MYX turun -1,24% dan masih minim katalis, mencerminkan sikap pasar yang cenderung menunggu arah baru.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik ke 16.882 (+0,36%), menandakan tekanan rupiah masih tinggi seiring aksi jual asing dan kekhawatiran fiskal. Otoritas bergerak lewat penyesuaian aturan free float. Sementara itu, DXY turun ke 97,68, dibebani ketidakpastian politik AS dan menurunnya minat investor global pada dolar.
⚡Berita Emiten & Korporasi
BUKA - melanjutkan program buyback saham senilai Rp280,99 miliar hingga Mei 2026 sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
BRIS - membukukan laba bersih Rp7,56 triliun sepanjang 2025, didorong pertumbuhan pendapatan bagi hasil dan ekspansi aset ke Rp456 triliun, menegaskan fundamental Bank Syariah terbesar RI yang kian solid.
UNTR - menegaskan isu akuisisi tambang emas Martabe masih sebatas spekulasi karena belum ada informasi resmi dari pengelola, sementara gugatan KLH ke PTAR senilai Rp200,99 miliar dipastikan tidak berdampak material pada kinerja perseroan.
ELSA - Saham ELSA mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan lebih dari 40% YTD, didorong kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis, keberhasilan proyek strategis migas, ekspansi internasional, serta optimisme pasar terhadap prospek pertumbuhan berkelanjutan Elnusa.
OJK - mendorong konsep universal banking masuk revisi UU P2SK agar bank bisa lebih aktif langsung di pasar modal—mulai dari saham hingga obligasi—dengan harapan memperdalam pasar keuangan, meningkatkan likuiditas, dan memperkuat peran perbankan dalam pembiayaan ekonomi nasional.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG berada di bawah EMA 7, menandakan tekanan short-term masih dominan. Bollinger Band 20 melebar ke bawah, mengonfirmasi volatilitas tinggi. Stochastic 15 di area oversold mulai mendatar, membuka peluang technical rebound terbatas. Volume meningkat saat penurunan, menunjukkan distribusi masih aktif.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
PNLF Signal
MEDC Trend Following
PGAS Swing Trade
HRTA Day Trading
UNVR Intraday Trading