JAKARTA — Prospek pertumbuhan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) mendapat sorotan positif dari analis Nomura, yang memulai cakupan risetnya dengan rekomendasi buy dan target harga Rp600 per saham. Saham BRMS terakhir diperdagangkan di level Rp422 pada penutupan terbaru.
Dalam catatan riset yang dirilis, Nomura memperkirakan BRMS akan mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahunan majemuk (CAGR) sebesar 57% dan produksi emas sekitar 32% sepanjang periode 2025–2028. Proyeksi ini didorong oleh bertambahnya fasilitas pengolahan emas dan percepatan pengembangan tambang bawah tanah.
Tambang bawah tanah tersebut direncanakan mulai beroperasi pada akhir 2027 dan diyakini akan menghasilkan bijih berkadar tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan margin keuntungan perusahaan secara signifikan.
Di sisi lain, potensi re-rating valuasi saham BRMS terbuka apabila harga emas global bertahan di level tinggi saat ini. Stabilnya harga komoditas akan memperkuat daya tarik saham emiten emas, terutama dengan prospek ekspansi yang agresif.
Sebagai informasi, BRMS merupakan anak usaha dari PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang fokus pada eksplorasi dan produksi logam mulia, terutama emas. Dengan beberapa proyek yang sedang dikembangkan, BRMS dinilai menjadi salah satu proxy utama untuk pertumbuhan sektor tambang emas di Indonesia.
Analis menilai kombinasi antara ekspansi operasional, peningkatan output, dan potensi kenaikan margin menjadikan BRMS sebagai saham yang patut diperhatikan dalam beberapa tahun mendatang.