Market sedang keras: IHSG longsor, emas jatuh, minyak ambruk — hanya trader disiplin yang selamat.
Sahamology - 03 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup melemah tajam -5,04% ke level 7.910 setelah sempat menyentuh low 7.820, mencerminkan panic selling masih mendominasi pasar. Nilai transaksi mencapai Rp27 triliun dengan volume 2,9 miliar lot, menandakan distribusi belum sepenuhnya mereda meski asing mencatat net buy Rp592 miliar. Tekanan terberat terjadi di sektor IDX Basic (-10,58%), IDX Cyclical (-7,95%), dan IDX Energy (-7,88%), menunjukkan saham komoditas dan konsumsi masih jadi korban utama koreksi. Selama IHSG belum kembali di atas area 8.000, volatilitas tinggi dan risk-off sentiment diperkirakan masih membayangi perdagangan berikutnya.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones +1,05%, Nasdaq +0,56%, dan S&P 500 +0,54%, namun sentimen tetap hati-hati. Investor menunggu laporan keuangan big tech dan data tenaga kerja AS, sambil mencermati arah kebijakan The Fed yang berpotensi lebih hawkish dalam waktu dekat.
⚡Asia Market
Bursa Asia ditutup melemah seiring tekanan global yang terus berlanjut. Nikkei 225 turun 1,25% namun masih bertahan di atas level psikologis 52.000, dibayangi pelemahan sektor ekspor akibat penguatan yen. Hang Seng anjlok 2,23% dipimpin sektor properti dan keuangan, terdampak aksi jual komoditas dan kekhawatiran ekonomi China. Sementara KOSPI ambruk 5,26%, mencerminkan koreksi tajam pasca reli dan meningkatnya volatilitas pasar regional.
⚡Komoditas
Harga WTI Oil anjlok 4,71% ke USD62,14 dipicu sentimen damai AS-Iran dan kekhawatiran oversupply global yang memperkuat tren bearish energi. Emas turun tajam 4,82% usai kenaikan margin CME dan ekspektasi kebijakan The Fed lebih ketat, meski sebagian analis melihat peluang akumulasi. Sementara CPO MYX melemah 2,04% ke RM4.229, terseret koreksi komoditas global namun masih bertahan di area support penting.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah spot bertahan di USD/IDR 16.795 (+0,02%), ditopang optimisme ekonomi domestik dan komitmen Bank Indonesia intervensi pasar. Namun tekanan eksternal masih terasa seiring DXY menguat 0,47% ke 97,60. Investor tetap waspada terhadap arah kebijakan The Fed dan potensi volatilitas global ke depan.
⚡Berita Emiten & Korporasi
ANTM - menggandeng investor Hong Kong lewat kerja sama hilirisasi nikel terintegrasi untuk memperkuat ekosistem baterai kendaraan listrik nasional, membuka peluang pertumbuhan jangka panjang berbasis nilai tambah industri EV.
INET - Rights issue INET senilai Rp3,2 triliun diserbu investor hingga oversubscribed puluhan kali, mencerminkan lonjakan kepercayaan pasar terhadap ekspansi agresif infrastruktur konektivitas digital perseroan.
TOWR - menyiapkan buyback saham hingga Rp300 miliar di tengah koreksi tajam harga, sebagai sinyal kuat kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan upaya menjaga sentimen pasar.
DAAZ - resmi bergabung dalam megaproyek ekosistem baterai EV nasional bernilai hingga Rp100 triliun, membuka peluang transformasi bisnis jangka panjang menuju industri hilirisasi bernilai tambah tinggi.
ARTO - Pengguna Bank Jago yang terhubung ke Bibit dan Stockbit melonjak 38% menjadi lebih dari 3 juta nasabah, didorong dominasi Gen Z dan lonjakan nilai investasi hampir 80% sepanjang 2025.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG breakdown di bawah EMA 7 dan menekan lower Bollinger Band 20, menandakan momentum bearish masih dominan. Stochastic 15 turun ke area 38, belum menunjukkan sinyal rebound kuat. Lonjakan volume jual mengonfirmasi tekanan distribusi masih aktif, sehingga risiko lanjutan koreksi tetap terbuka dalam jangka pendek.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
INDF Signal
BBTN Trend Following
MAPA Swing Trade
PGAS Day Trading
AADI Intraday Trading