Market mulai bangkit, namun di balik hijau IHSG dan reli Asia, sinyal kehati-hatian belum hilang
Sahamology - 10 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG menguat +1,22% ke level 8.032, ditutup di level tertinggi harian setelah bergerak volatil di rentang 7.863–8.032. Nilai transaksi Rp16,8 triliun dengan volume 5,5 miliar lot menunjukkan minat beli mulai kembali, meski asing masih mencatat net sell Rp606 miliar. Dari sisi sektoral, IDXBasic (+4,41%), IDXEnergy (+2,93%), dan IDXCyclic (+2,06%) menjadi motor utama penguatan, mengindikasikan rotasi ke saham komoditas dan siklikal. Sebaliknya, IDXFinance (-0,19%) dan IDXHealth (-0,23%) masih tertahan. Untuk perdagangan selanjutnya, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan terbatas dengan fokus pada saham sektor basic, energi, dan cyclic sambil mewaspadai tekanan jual asing.
⚡Global Market
Wall Street ditutup mixed, dengan Nasdaq +0,90% memimpin penguatan berkat optimisme sektor AI dan earnings. S&P 500 +0,47%, sementara Dow Jones relatif stagnan +0,04%. Meski sentimen membaik, pasar masih dibayangi ketidakpastian suku bunga The Fed dan isu anggaran pemerintah AS yang berpotensi memicu volatilitas.
⚡Asia Market
Pasar Asia ditutup menguat solid, dipimpin Nikkei 225 +3,89% yang mencetak all-time high seiring euforia politik dan ekspektasi stabilitas kebijakan Jepang. Hang Seng +1,76% mulai pulih didorong spekulasi stimulus China dan minat asing ke emerging markets, meski volatilitas masih tinggi. Sementara itu, KOSPI +4,10% rebound tajam berkat saham teknologi dan arus dana asing, namun risiko volatilitas tetap perlu diwaspadai.
⚡Komoditas
Pasar komoditas bergerak mixed. WTI Oil naik +1,27% ke US$64,36, rebound teknikal pasca aksi jual besar, meski bayangan oversupply global masih membatasi upside. Emas menguat +1,85% ke 5.059, mulai pulih setelah koreksi tajam dan dinilai peluang beli jangka panjang. Sementara itu, CPO MYX stagnan di RM4.155, dengan sentimen netral namun tetap ditopang kepastian regulasi Indonesia yang menjaga stabilitas industri.
⚡Rupiah & Kurs
Rupiah menguat tipis ke Rp16.833/USD (+0,29%), meski masih berada dekat level terlemah historis, dengan Bank Indonesia aktif menjaga stabilitas melalui intervensi terukur. Di sisi global, DXY melemah -0,82% ke 96,88, tertekan ketidakpastian kebijakan The Fed, meski data ekonomi AS yang solid membatasi pelemahan lebih lanjut.
⚡Berita Emiten & Korporasi
PTBA - memperkuat agenda hilirisasi nasional dengan menjadi penyedia pasokan energi kunci bagi proyek smelter aluminium Mempawah, mendukung rantai nilai bauksit–alumina–aluminium terintegrasi MIND ID sekaligus mendorong substitusi impor dan multiplier effect ekonomi jangka panjang.
PANI - membukukan pra penjualan Rp4,3 triliun atau 100% target 2025, menegaskan kuatnya permintaan residensial dan komersial di kawasan terpadu PIK2 yang kian solid ditopang proyek unggulan, NICE, dan peningkatan konektivitas.
CBDK - membukukan pra-penjualan Rp430 miliar atau 85% dari target 2025, ditopang dominasi kaveling komersial dan lonjakan penjualan kuartal IV, menegaskan ketahanan kinerja di tengah pasar properti yang semakin selektif.
MEJA - mempercepat akuisisi 45% saham TCP yang siap memulai produksi batu bara 1,5 juta ton pada 2026, dengan sumber daya besar, pembeli siaga, dan skema transaksi tanpa kas yang berpotensi menambah nilai jangka panjang.
EMAS - menargetkan produksi perdana Tambang Pani sebesar 100–115 ribu ounce emas pada 2026 seiring ramp-up heap leach berkapasitas awal 8 Mtpa dan progres konstruksi 94%, menjadikannya katalis fundamental baru bagi pertumbuhan jangka panjang.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG masih bergerak di bawah EMA 7, menandakan momentum jangka pendek belum pulih. Harga juga berada di bawah middle Bollinger Band (20) sehingga tekanan teknikal masih dominan. Stochastic (15) di area rendah mulai flatten, sementara volume menurun, mengindikasikan tekanan jual mulai mereda namun belum ada konfirmasi rebound.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
BUMI Signal
MBMA Trend Following
KRAS Swing Trade
ELSA Day Trading
ARCI Intraday Trading