IHSG tutup di high harian saat global campur aduk — sinyal awal reversal atau cuma technical bounce?
Sahamology - 04 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG menguat 2,52% ke level 8.123 setelah sempat turun ke 7.712, menandakan rebound teknikal yang solid pasca panic selling. Nilai transaksi Rp28 triliun dengan volume 2,2 miliar lot menunjukkan minat beli mulai kembali meski asing masih net sell Rp762 miliar — artinya reli didorong investor domestik. Penguatan dipimpin IDXBasic +6,52%, IDXIndust +5,42%, IDXEnergy +4,49%, dan IDXTechno +4,91%, mengindikasikan rotasi sektor agresif ke saham siklikal dan komoditas. Secara teknikal, IHSG berhasil close di high harian, membuka peluang lanjutan rebound jangka pendek, namun tetap waspada jika tekanan asing berlanjut.
⚡Global Market
Dow Jones turun 0,34%, Nasdaq anjlok 1,43%, dan S&P500 melemah 0,84% seiring sikap wait and see investor jelang laporan keuangan big tech dan data tenaga kerja AS. Dolar AS menguat setelah isu Ketua The Fed baru, menekan aset berisiko dan meningkatkan volatilitas pasar global.
⚡Asia Market
Nikkei 225 melonjak 3,92% dan mencetak all-time high, didorong saham teknologi dan chip seiring yen melemah serta kebijakan suku bunga rendah Bank of Japan. Sementara itu, KOSPI melonjak tajam 6,84% berkat arus dana asing deras dan optimisme sektor semikonduktor. Berbeda arah, Hang Seng hanya naik tipis 0,22%, mencerminkan keraguan pasar terhadap pemulihan ekonomi China, meski ada harapan stimulus properti. Sentimen global kini condong bullish Asia.
⚡Komoditas
WTI Oil naik 1,72% ke area $63 didorong penurunan stok AS meski bayang-bayang oversupply global masih ada. Harga emas rebound tajam 6,15% setelah aksi jual ekstrem, mencerminkan volatilitas tinggi pasca perubahan pimpinan The Fed. Sementara itu, harga CPO bertahan di level tertinggi 52 minggu, menandakan tren kuat dan minim tekanan jual di tengah gejolak komoditas global.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR bertahan di kisaran 16.795 meski rupiah berada dekat rekor terendah, tertekan aksi jual asing besar dan isu risiko MSCI. Sebaliknya, Dollar Index (DXY) melemah ke area terendah sejak 2022, mencerminkan tekanan global pada dolar. Kondisi ini membuat rupiah tetap rapuh meski USD dunia turun.
⚡Berita Emiten & Korporasi
PGAS - Penyaluran gas PGN di Jawa Timur telah mencapai hampir 198 BBTUD dan berpotensi terus meningkat seiring pertumbuhan industri, mendorong penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber energi.
BRIS - BSI resmi bertransformasi menjadi Persero per Januari 2026 sekaligus memperkuat strategi “bank emas”, menegaskan peran strategis dalam ekosistem ekonomi syariah nasional dan pertumbuhan digital inklusif.
INET - berencana mengakuisisi 53,57% saham PADA senilai Rp106,3 miliar untuk memperkuat sinergi infrastruktur telekomunikasi sekaligus menambah sumber pendapatan berulang yang berpotensi meningkatkan kinerja keuangan jangka panjang.
MEDC - MedcoEnergi menerapkan teknologi nitrogen gas blanketing di fasilitas migas Suban yang mampu menekan emisi hingga 1.100 ton CO₂ per tahun, menegaskan komitmen efisiensi operasional dan transisi energi berkelanjutan.
IMPC - mengumumkan program buyback saham hingga Rp500 miliar selama Februari–Mei 2026 tanpa RUPS, sebagai strategi menjaga nilai pemegang saham dan berpotensi meningkatkan EPS di tengah volatilitas pasar.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG sudah rebound di atas lower Bollinger Band 20, menandakan tekanan jual mulai mereda. Namun indeks masih di bawah EMA 7 dan middle band, sehingga tren pendek belum sepenuhnya bullish. Stochastic 15 naik dari area oversold, memberi sinyal technical rebound. Volume meningkat, mengonfirmasi respons beli jangka pendek.