...

IHSG tertekan keras, rupiah melemah, global mixed — fase krisis kepercayaan justru sering jadi ladan

Sahamology - 30 Jan 2026

⚡Indeks Harga Saham Gabungan

IHSG ditutup melemah 1,06% ke 8.232 meski sempat rebound dari low 7.482, mencerminkan volatilitas tinggi dan aksi bargain hunting terbatas. Asing net sell Rp5,1 triliun dengan nilai transaksi Rp66,2 triliun menegaskan tekanan distribusi belum selesai. Seluruh sektor terkoreksi, terdalam di IDX Cyclical -4,88%, IDX Property -3,83%, dan IDX Non-Cyclical -3,63%, menunjukkan pelemahan konsumsi dan sentimen risiko. Sektor defensif seperti IDX Finance -0,53% dan IDX Technology -0,96% relatif lebih tahan. Untuk market berikutnya, fokus pada aliran dana asing, potensi technical rebound, serta respons pasar terhadap sentimen global yang masih fluktuatif.


⚡Global Market

Dow Jones naik 0,11%, sementara Nasdaq turun 0,72% dan S&P 500 melemah 0,13%, mencerminkan sentimen risk-off moderat. Investor fokus pada keputusan suku bunga The Fed serta laporan keuangan Microsoft, Meta, dan Tesla di tengah kekhawatiran valuasi mahal dan inflasi meningkat.


⚡Asia Market

Nikkei 225 terkoreksi 0,6% pasca rekor tertinggi akibat penguatan yen dan aksi ambil untung, dengan pasar menunggu keputusan The Fed dan potensi intervensi mata uang Jepang-AS. Sebaliknya, Hang Seng naik 0,51% didorong reli sektor properti China usai pelonggaran aturan three red lines, menandakan pemulihan kepercayaan investor. KOSPI melonjak 0,98% cetak rekor baru, dipimpin saham otomotif dan chip AI. Sentimen Asia positif selektif, namun risiko koreksi tetap terbuka.


⚡Komoditas

WTI Oil naik 3,5% ke US$65,42 dengan volatilitas tinggi, dipengaruhi pergeseran pasokan global dan positioning bullish CTA meski pasar waspada data stok AS. Harga emas koreksi 0,67% namun tren bullish kuat, didorong safe haven demand, geopolitik, dan pelemahan dolar. Sementara CPO MYX stagnan di RM4.316, minim katalis baru, menandakan fase konsolidasi pasar komoditas.


⚡Rupiah & Kurs

USD/IDR melemah ke 16.781 (+0,38%), dipicu capital outflow besar, kekhawatiran downgrade MSCI Indonesia, serta sentimen politik dan fiskal. Di global, Dollar Index (DXY) turun ke 96,16, dekat terendah 4 tahun, menandakan dolar AS masih lemah. Tekanan rupiah lebih bersifat domestik.


⚡Berita Emiten & Korporasi

MEDC - Produksi migas MEDC mencetak rekor 156 ribu BOEPD sepanjang 2025 dan ditargetkan naik ke level tertinggi 165–170 ribu BOEPD pada 2026, menjadi sinyal penguatan kinerja operasional dan fundamental jangka panjang perseroan.

BBTN - menggenjot Kredit Program Perumahan dengan menyasar pekerja informal lewat skema demand–supply yang lebih inklusif, menjadi katalis pertumbuhan KPR subsidi sekaligus memperluas akses pembiayaan rumah nasional.

RMKE - menjajaki penerbitan obligasi Rp600 miliar dengan kupon hingga 8,25% untuk mendanai ekspansi logistik dan bisnis batu bara, menjadi daya tarik investor di pasar pendapatan tetap menjelang 2026.

BNGA - membuka peluang IPO CIMB Niaga Syariah pasca spin-off 2026 dengan potensi valuasi hingga US$1 miliar, menjadi katalis jangka panjang seiring pesatnya pertumbuhan perbankan syariah nasional.

BBCA - menyiapkan buyback saham hingga Rp5 triliun pada 2026 sebagai strategi meredam tekanan harga, memperkuat kepercayaan investor, dan menegaskan keyakinan manajemen terhadap fundamental bank.


⚡Quick Technicals IHSG

IHSG ditutup di bawah EMA 7 dan menembus lower Bollinger Band 20, menandakan momentum bearish kuat. Stochastic 15 turun ke area 45–38, mengarah oversold ringan namun belum ada sinyal reversal jelas. Volume melonjak tinggi, mengonfirmasi tekanan jual masih agresif.


⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader

ASII Signal

OASA Trend Following

BBCA Swing Trade

PTRO Day Trading

BULL Intraday Trading


Watchlist
View All

Akses Fitur Premium!

Tersedia Alert Signal, Screener, Watchlist dan AI analisa untuk portfolio saham Anda. Yuk berlangganan SAHAMOLOGY WEB untuk menikmati fitur alert watchlist untuk terus kamu pantau saham-saham pilihan. klik

Berlangganan Sekarang
Calendar Economic