IHSG rontok, asing distribusi, geopolitik memanas — ini bukan fase panik, ini fase seleksi.
Sahamology - 03 Mar 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup anjlok -2,65% ke 8.017 (low di level penutupan), turun 218 poin dari open 8.093. Volatilitas tinggi dengan range 8.134–8.017 mencerminkan tekanan jual dominan hingga akhir sesi. Nilai transaksi tetap solid Rp29 triliun (volume 1,8 miliar lot), namun asing mencatat net sell Rp497 miliar—indikasi distribusi lanjutan. Pelemahan dipimpin sektor IDXCyclic (-7,60%), IDXIndust (-5,95%), dan IDXInfra (-4,13%), sementara IDXEnergy (+1,54%) menjadi penahan indeks. Secara teknikal, penutupan di level terendah membuka peluang tekanan lanjutan besok. Fokus pada saham defensif dan komoditas energy sebagai strategi antisipatif di tengah sentimen global yang masih fluktuatif.
⚡Global Market
Wall Street bergerak mixed: Dow Jones -0,15%, Nasdaq +0,36%, dan S&P 500 +0,04% di tengah eskalasi konflik AS–Iran. Ketegangan geopolitik meningkatkan volatilitas global. Investor disarankan tidak agresif buy the dip sebelum ada stabilitas, karena risiko koreksi lanjutan masih terbuka.
⚡Asia Market
Nikkei 225 -1,35% tertekan tensi geopolitik dan potensi kenaikan suku bunga Bank of Japan, memicu aksi ambil untung. Hang Seng -2,14% terdampak risiko konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak. Kospi -1,00% terkoreksi meski sektor chip seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masih kuat. Volatilitas regional meningkat, investor Asia cenderung selektif menunggu kepastian global.
⚡Komoditas
WTI Oil melonjak +6,28% ke USD71,23 meski data EIA mencatat lonjakan stok 15,9 juta barel, memicu volatilitas tinggi di tengah sentimen geopolitik. Emas naik +0,82% ke 5.321,92 sebagai aset safe haven saat pasar global risk-off. Sementara CPO Malaysia (MYX) stagnan di RM4.145, pasar menanti katalis baru dari sisi suplai-permintaan dan kebijakan regional.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik ke 16.843 (+0,41%) seiring tekanan global dan arus keluar asing akibat eskalasi geopolitik serta reli minyak. US Dollar Index (DXY) menguat +0,93% ke 98,56 didorong sentimen risk-off dan sikap hawkish The Fed. Volatilitas rupiah diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek.
⚡Berita Emiten & Korporasi
LPPF - mencatat pendapatan dan laba bersih 2025 menurun disertai penyusutan margin, mencerminkan tekanan daya beli dan persaingan ritel di tengah fase konsolidasi kinerja.
LSIP - membukukan laba 2025 sebesar Rp1,89 triliun dengan penjualan tumbuh 21% dan tanpa utang bank, mencerminkan kinerja operasional solid serta struktur permodalan yang konservatif.
SIDO - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatat laba bersih 2025 naik menjadi Rp1,22 triliun seiring pertumbuhan penjualan dan laba usaha, meski liabilitas meningkat dan total aset sedikit menurun.
GTSI - merombak jajaran manajemen untuk memperkuat sinergi dengan holding PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis maritim tanpa mengganggu operasional berjalan.
VKTR - memproyeksikan lonjakan pendapatan segmen EV pada 2026 seiring rampungnya sisa proyek 30 unit bus listrik untuk Transjakarta dan tambahan pesanan baru, setelah mencatat pertumbuhan pendapatan 8,5% menjadi Rp1,08 triliun pada 2025.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG ditutup di bawah EMA 7, menandakan tekanan jangka pendek masih dominan. Harga juga mendekati lower Bollinger Band 20, mengindikasikan fase pelemahan dengan potensi technical rebound terbatas. Stochastic (15) menurun ke area netral bawah, belum oversold. Volume meningkat saat turun, mencerminkan distribusi kuat dan risiko lanjut koreksi.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
ANTM Signal
PSAB Trend Following
ADRO Swing Trade
ELSA Day Trading
ESSA Intraday Trading