IHSG naik rapi, sektor agresif memimpin, tapi arah berikutnya akan ditentukan disiplin dan timing.
Sahamology - 19 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG ditutup menguat +1,04% ke 8.297, mendekati high harian 8.308, mencerminkan momentum beli yang solid. Asing net buy Rp474 miliar menjadi katalis utama, seiring nilai transaksi Rp22,2 triliun dan volume 2,1 miliar lot yang menandakan likuiditas tetap terjaga. Secara sektoral, penguatan dipimpin IDXTrans (+3,25%), IDXEnergy (+2,45%), dan IDXCyclic (+2,00%), mengindikasikan risk-on dan rotasi ke saham-saham sensitif pertumbuhan. Sektor defensif bergerak lebih terbatas. Ke depan, peluang lanjutan penguatan IHSG masih terbuka selama aliran dana asing bertahan dan sektor unggulan menjaga momentum, dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan likuiditas tinggi.
⚡Global Market
Wall Street ditutup menguat terbatas seiring meredanya tekanan inflasi. Dow Jones (+0,07%), S&P 500 (+0,10%), dan Nasdaq (+0,14%) menguat tipis didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Namun, rotasi ke saham defensif mencerminkan sikap hati-hati investor dan membuka peluang volatilitas jangka pendek.
⚡Asia Market
Nikkei naik +1,02%, namun reli tertahan setelah data GDP Jepang melemah, memudarkan optimisme pasca pemilu. Investor kini menanti efektivitas stimulus akhir 2025 dan pemulihan konsumsi domestik. Hang Seng dan KOSPI libur nasional, membuat likuiditas Asia terbatas. Fokus investor regional bergeser ke sektor komoditas, AI semikonduktor, serta potensi rotasi aset usai libur, dengan kewaspadaan terhadap profit taking pasca reli kuat.
⚡Komoditas
WTI Oil melonjak +4,36% ke 65,05 didorong tekanan politik AS dan spekulasi OPEC+, meski lonjakan stok minyak AS 13,4 juta barel menahan prospek lanjutan. Emas naik +1,92% ke 4.975,72, rebound terbatas di tengah rotasi institusi dan sentimen yield. CPO MYX -0,84% ke RM4.016 masih stagnan, minim katalis, pasar menunggu arah permintaan global dan kebijakan ekspor.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR melemah ke 16.879 (+0,24%), tertekan arus keluar asing dan isu downgrade outlook MSCI, meski The Fed dovish. DXY di 97,72 (+0,63%) masih volatil, dengan hedging institusi meningkat jelang rilis CPI AS dan sikap Bank Indonesia jadi fokus pasar.
⚡Berita Emiten & Korporasi
ISSP - mencatat penjualan Rp5,93 triliun di 2025, namun tetap menjaga laba bersih tumbuh tipis berkat efisiensi biaya dan struktur neraca yang makin solid meski pasar baja tertekan.
TPIA - memperkuat ekspansi regional ke Singapura lewat Aster Chemicals and Energy sembari mendorong hilirisasi CA-EDC di Cilegon, strategi yang memperluas pasar, menekan impor, dan memperkokoh diversifikasi pendapatan jangka panjang.
INKP - menegaskan kesiapan pelunasan utang Rp1,38 triliun jatuh tempo Maret 2026 dengan dukungan kas internal jumbo USD1,95 miliar, mencerminkan likuiditas kuat dan disiplin pengelolaan leverage.
RMKE - mencetak lonjakan operasional awal 2026 dengan volume hauling melonjak 9,26x dan penjualan batubara naik 4x meski di low season, menegaskan akselerasi kinerja logistik dan trading sebagai katalis pertumbuhan sepanjang tahun.
BRMS - menegaskan operasional tambang emas Palu tetap normal meski ada penyegelan area ilegal, sementara ekspansi kapasitas pengolahan dan rencana tambang bawah tanah menjadi katalis pertumbuhan produksi ke depan.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG bergerak di atas EMA 7, menandakan momentum jangka pendek bullish. Bollinger Band 20 mulai melebar, mengindikasikan volatilitas meningkat. Stochastic 15 rebound dari area bawah menuju mid-level, memberi sinyal pullback sehat. Volume stabil, mendukung potensi lanjutan penguatan terbatas.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
BBRI Signal
BKSL Trend Following
RALS Swing Trade
HMSP Day Trading
RMKE Intraday Trading