Hijau di indeks, merah di global, dan asing masih keluar: market Indonesia sedang uji mental investo
Sahamology - 02 Feb 2026
⚡Indeks Harga Saham Gabungan
IHSG menguat 1,18% ke 8.330 setelah sempat menyentuh low 8.167 dan high 8.408, menandakan volatilitas masih tinggi meski terjadi technical rebound. Nilai transaksi Rp40,5 triliun dengan volume 7,5 miliar lot menunjukkan aktivitas pasar tetap ramai, namun asing masih net sell Rp1,8 triliun sehingga tekanan distribusi belum sepenuhnya reda.Penguatan dipimpin IDXTrans +6,14%, IDXFinance +3,05%, dan IDXNonCyc +1,97%, mencerminkan rotasi ke saham defensif dan likuid. Sementara itu, IDXCyclic, IDXIndust, dan IDXInfra masih tertekan.Fokus market selanjutnya akan tertuju pada arus dana asing, keberlanjutan rebound IHSG, serta respons investor terhadap sentimen global dan kebijakan domestik.
⚡Global Market
Dow Jones turun 0,36%, S&P 500 terkoreksi 0,43%, dan Nasdaq anjlok 2,08% dipimpin tekanan saham teknologi. Sentimen negatif datang dari isu Trump menunjuk Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, potensi pemangkasan suku bunga agresif, serta ketegangan anggaran AS, menjaga volatilitas pasar global tetap tinggi.
⚡Asia Market
Nikkei turun 0,10% tertekan penguatan yen yang membebani saham eksportir, meski inflasi Tokyo melemah dan BOJ menahan suku bunga. Hang Seng anjlok 2,08% akibat koreksi tajam saham properti seiring sentimen Tiongkok yang masih rapuh. Sementara itu, KOSPI menguat tipis 0,06%, ditopang rally saham teknologi seperti Samsung dan SK Hynix di tengah optimisme pemulihan chip dan AI.
⚡Komoditas
WTI Oil turun ke $65,21 dengan prospek pasar yang tetap hati-hati karena oversupply global diperkirakan menekan harga meskipun risiko geopolitik masih hadir dan OPEC+ cenderung mempertahankan produksi stabil. Emas terkoreksi tajam setelah reli sebelumnya, mencerminkan profit-taking dan volatilitas pasar pasca rekor, namun dukungan jangka panjang tetap ada.CPO bergerak sideways, pasar menunggu katalis baru dari sisi supply atau perubahan permintaan global.
⚡Rupiah & Kurs
USD/IDR naik ke 16.791 menandai tekanan lanjutan pada nilai tukar Rupiah, dipicu defisit anggaran besar dan kekhawatiran independensi BI. Sementara itu, Dollar Index (DXY) turun ke 97,15, level terendah empat tahun, mencerminkan ketidakpastian kebijakan AS dan arah The Fed.
⚡Berita Emiten & Korporasi
DSSA - mengusulkan stock split 1:25 yang akan diputuskan di RUPSLB Maret 2026 untuk menurunkan harga nominal saham dan mendorong lonjakan likuiditas perdagangan di pasar.
BULL - Pengendali BULL, Delta Royal Sejahtera, melepas 443,76 juta saham senilai Rp207,68 miliar sehingga kepemilikannya turun menjadi 14,53%, sebuah aksi divestasi strategis yang jadi sorotan pasar.
CUAN - Prajogo Pangestu memborong saham CUAN dan BRPT senilai lebih dari Rp15 miliar, namun respons pasar berbeda—CUAN melonjak tajam sementara BRPT masih tertekan.
TBIG - memperpanjang program buyback saham hingga April 2026 karena kuota belum terserap penuh, menjadi sinyal optimisme manajemen sekaligus upaya menjaga stabilitas harga saham.
HEAL - menyiapkan buyback saham hingga Rp200 miliar di tengah gejolak pasar untuk meredam tekanan harga dan menjaga kepercayaan investor sepanjang awal 2026.
⚡Quick Technicals IHSG
IHSG ditutup di bawah EMA 7 dan menembus lower Bollinger Band 20, menandakan momentum bearish kuat. Stochastic 15 turun ke area 45–38, mengarah oversold ringan namun belum ada sinyal reversal jelas. Volume melonjak tinggi, mengonfirmasi tekanan jual masih agresif.
⚡Watchlist Aplikasi Teman Trader
BBRI Signal
HMSP Trend Following
BRIS Swing Trade
ELSA Day Trading
TLKM Intraday Trading